All for Glory of Jesus Christ

Ngaret

Hari ini pembahasan saya adalah mengenai ngaret. Ngaret itu adalah istilah yang umumnya dipakai untuk kebiasaan datang tidak tepat waktu. Sebenarnya dalam Alkitab kalau mau dibaca dari Kejadian sampai Wahyu tidak ada secara eksplisit tertulis “Dilarang Ngaret”, tetapi kalau mau dipikir-pikir lagi sebenarnya datang tepat waktu merupakan bentuk kita secara tidak langsung mengatakan:

“Aku menghargai waktumu.”

Waktu tiap orang itu sama 24 jam dan saat kita memiliki janji dengan orang lain, jika kita hadir tidak tepat waktu, maka kita sudah mengurangi jumlah waktu yang dimilikinya.

Perkataan “Aku menghargai waktumu.” merupakan bentuk lain dari perkataan:

“Aku menghargaimu.”

dan “Aku menghargaimu” berarti merupakan pernyataan dari:

“Dunia tidak berputar di sekitar diriku saja.”

dan “Dunia tidak berputar di sekitar diriku saja.” itu merupakan pernyataan bahwa:

“Aku tidak akan egois.”

Matius 7:12: Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Sederhana ya. Jika kita ingin orang tepat waktu, kita juga harus tepat waktu. Tepat waktu merupakan bentuk kita menghargai waktu orang lain, menghargai orang lain itu sendiri, menyatakan kita tidak egosentris, dan tidak egois.

Bahkan juga sebenarnya saat kita menghargai orang lain, itu merupakan refleksi kita menghargai diri sendiri juga. Contoh analogi sederhana: bagaimana mungkin kita mengasihi orang lain, jika kita belum mengasihi diri sendiri?

Bayangkan jika kita dalam sehari harus menghadiri 10 pertemuan dan masing-masing pertemuan itu ngaret anggaplah 5 menit saja. Apa yang terjadi? Berarti telah terbuang 50 menit dalam hari itu. Untuk sebulan yang terdiri dari 30 hari berarti telah terbuang 1500 menit.

Efesus 5:16: dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Dalam hari-hari ini saat waktu terasa lebih cepat, kita perlu menggunakan waktu kita dengan seksama. Dalam kaitan dengan itu, orang lain juga demikian. Sehingga saat kita bisa tepat waktu saat itu sesungguhnya kita sudah membantu orang lain untuk menggunakan waktunya dengan seksama pula.

Ada satu fenomena yang menarik yang saya perhatikan. Ternyata hadir terlambat itu sudah merupakan suatu kebiasaan yang dianggap lumrah di negeri kita. Terbukti ketika saya menetapkan batas waktu keterlambatan 10 menit untuk perkuliahan, ternyata ada sejumlah mahasiswa yang senang menunda sampai menit ke-10 untuk hadir.

Padahal dengan hadir terlambat, selain mereka juga kehilangan waktu 10 menit untuk belajar, juga mengganggu mahasiswa yang lain. Mengapa demikian? Fokus awal bagi mahasiswa yang memang berniat belajar saat di dalam kelas pada 10 menit pertama saya yakin adalah untuk belajar dan mendengarkan perkuliahan.

Saat ada yang datang terlambat, fokus itu bergeser ke memperhatikan yang datang terlambat. Belum lagi kalau yang datang terlambat ternyata mengajak berbicara mahasiswa yang terlebih dahulu hadir.

Biasanya kalau saya menerapkan aturan setelah lewat 10 menit tidak boleh masuk lagi. Memang kadang-kadang shock terapi dibutuhkan untuk menerapkan disiplin. Ada satu fenomena menarik lainnya yang saya temukan berkaitan dengan kebiasaan ngaret ini.

Saya perhatikan dari sekian banyak yang saya survei, ternyata pada umumnya mahasiswa yang datang terlambat itu adalah yang tempat tinggalnya relatif dekat kampus dibandingkan dengan mahasiswa yang tempat tinggalnya jauh. Berarti masalah memilih ngaret ataupun untuk tepat waktu itu bukan terpengaruh pada jarak, tetapi memang sungguh-sungguh masalah kebiasaan semata.

Ingat: saat kita menghargai waktu seseorang, berarti sesungguhnya kita menghargai orang tersebut dan sekaligus menghargai diri kita sendiri. Jadi, mari kita belajar tepat waktu.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: