All for Glory of Jesus Christ

Seks Dimulai dari Dapur

Saya membeli buku ini sudah cukup lama sesungguhnya, namun kesibukan membuat saya harus mengabaikan buku ini (dan sejumlah buku yang lainnya). Memang berhutang banyak untuk membaca satu demi satu buku yang masih bertumpuk hahahaha.

Ketika saya berjalan-jalan di toko buku sambil melihat-lihat jejeran buku-buku yang ada, mata saya tertumbuk pada judul buku. Ah, judul yang sangat provokatif. Sebelum membukanya saya berpikir oo mungkin ini buku mengenai resep-resep makanan atau minuman yang mengandung aphrosidiac. Aphrosidiac merupakan zat yang dapat memicu gairah seksual. Dalam mitologi Yunani, aphrosidiac diambil dari nama Aphrodite sang dewi cinta.

Hal ini diperkuat dengan cover bukunya yang menggambarkan suami dan istri yang sedang memotong sayuran dan roti di dapur. Akan tetapi, ketika membaca penulisnya Dr. Kevin Leman, saya jadi sedikit curiga. Ya curiga dengan gelar “Dr” yang ada di depan nama penulis bukunya dan bukan “dr”, sehingga saya kemudian membalikkan buku itu dan membaca resensi di bagian sampul belakang buku.

Lalu dari sana, saya mulai membaca halaman demi halaman di dalamnya. Ternyata isinya sangat di luar dugaan hahahaa. Benar-benar terkecoh, tapi saya sangat menyukai dikecoh seperti itu hahahaha. Dr. Kevin Leman adalah seorang psikolog dan konsultan pernikahan. Di dalam buku itu ternyata sama sekali tidak ada resep makanan untuk meningkatkan gairah seksual hahahahah.

Artikel ini juga hanya dalam konteks hubungan suami istri. Di luar itu maka saya sangat tidak menyarankan Anda untuk menerapkan hal ini. Ingat:

“Seks ada dalam pernikahan dan hanya ada dalam pernikahan.”

Dinyatakan bahwa dalam kehidupan pernikahan, hubungan seks bukan semata hanya dimulai di tempat tidur. Para suami dan istri perlu mengerti hal ini. Hubungan seksual merupakan puncak keintiman, kemesraan, dan ungkapan saling memberi yang terdalam yang mungkin diberikan oleh dua orang yang berbeda jenis kelamin yang terikat dalam hubungan pernikahan.

Hubungan seksual akan melekatkan dua orang dalam pernikahan menjadi satu bahkan hubungan seksual ini juga merupakan suatu bentuk hubungan yang paling intim yang ada antara dua orang. Itulah alasannya Allah menciptakan seks hanya untuk pernikahan.

Dalam buku “Pernikahan Plus” dinyatakan dengan jelas bahwa suami dan istri sebelum masuk ke hubungan seksual perlu untuk melakukan foreplay terlebih dahulu. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa para pria diingatkan untuk tidak hanya melakukan foreplay tiga langkah saja.

Karena artikel ini tidak dimaksudkan untuk memberikan langkah-langkah eksplisit mengenai aktivitas hubungan seksual, bagi para suami dan istri yang tertarik mengenai hal ini silakan membaca di buku “Pernikahan Plus” yang ditulis oleh Ray Mossholder hahahaa.

Foreplay tiga langkah ini bersifat menyesatkan, bahkan dari satu kotbah pendeta di suatu gereja di Jakarta dibagikan mengenai seorang istri yang langsung membuka pakaiannya ketika sang suami menyentuhnya padahal sang suami tidak hendak berhubungan seksual.

Ketika diteliti lebih lanjut, ternyata sang suami memang memiliki kecenderungan untuk menyentuh hanya jika ingin berhubungan seksual. Suatu fenomena yang menyedihkan tetapi ini terjadi. Saya jadi berpikir, inilah salah satu fenomena hipnotis hahahahaa.

Pemberian sugesti dalam bentuk sentuhan hanya jika ingin berhubungan seksual ini menyedihkan. Padahal suami dan istri seharusnya saling menyentuh tidak hanya karena ingin berhubungan seksual.

Dijelaskan dalam buku “Seks Dimulai dari Dapur” bahwa suami yang membantu sang istri, berusaha menyenangkan si istri dengan merapikan rumah, itu merupakan bentuk foreplay yang luar biasa. Itulah sebabnya judul buku tersebut dinamakan “Seks Dimulai dari Dapur”.

Nah, saya melihat Anda mulai mengangguk-anggukkan kepala dan berkata “Oh begitu” dalam hati pada saat membaca ini hahaha. Akan tetapi jelas suami dan istri perlu menjaga motivasi hatinya untuk tidak memanipulasi sang suami dan si istri.

Perbuatan baik dengan menolong istri untuk menyenangkan mereka seharusnya dilandasi oleh kasih yang tulus dan bukan karena ingin dihadiahi suatu hubungan seksual. Begitu juga istri jika menyenangkan suami itu karena memang mengasihi secara tulus dan bukan karena ingin dihadiahi kado mahal yang sudah diidam-idamkan sejak lama. Hahahahahah.

Pernikahan itu memang sudah seharusnya berusaha saling menyenangkan satu sama lain. Perbedaan utama hubungan seksual antara manusia dan hewan yang dibahas dalam buku “Pernikahan Plus” adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh hewan bertujuan untuk kawin dengan kesenangan sebagai akibatnya. Sementara hubungan seksual yang dilakukan manusia bertujuan untuk kesenangan.

Itulah sebabnya Allah memberikan hubungan seksual sebagai hadiah dalam pernikahan. Sebuah kado hanya akan indah jika dibuka pada saat yang tepat. Jika sebelumnya dibuka, maka sensasinya akan hilang. Segala sesuatu indah pada waktunya.

Jadi hubungan seksual memang bukan hanya melulu masalah gairah (dorongan seksual) walaupun gairah itu menjadi bagian dari hubungan seksual. Di dalam hubungan seksual juga terkandung kasih, saling memberi, mempercayai, menghormati, dan berbagi dalam level yang paling tinggi, yaitu diri dan jiwa.

Seks bermula bukan dari tempat tidur dan semoga yang Anda baca dapat menembus batas pemikiran Anda.

Iklan

Comments on: "Seks Dimulai dari Dapur" (8)

  1. jika menuliskan review buku, jangan terlalu banyak “hahaha”-nya dong .. kesannya jadi seperti becanda atau maen2 gitu …

    • Sebenarnya bukan total review buku kog, tapi karena memang banyak diambil dari buku ya saya memasukannya dalam kategori review juga. Masalah “hahaha” ya supaya seolah2 menimbulkan kesan sedang mendengarkan saya bercerita. Lagipula kalau saya menuliskan hahaha itu tidak selalu dalam konteks bercanda tapi lebih ke menyindir atau mengungkapkan sesuatu yang menggelitik saya.

      Mungkin sense of humor kita berbeda. Tidak apa-apa kog.

  2. Yang gua itung, “cuma” ada 8 (delapan) kali “haha” disitu.. I don’t think it’s wrong, and besides, ini kan bukan “official book review”, ini cuma pandangan archaengela tentang buku itu, so it’s totally her right to do whatever she wants, and speak whatever she wants.. 🙂

    Seriously.. Why so serious? 😀

    • Hahahahah, diitungin :D. Ya, kecenderungan aja sih kalau ada hal2 yang menggelitik seneng keluar “haha” nya :P. Rasanya kalau datar2 aja, bener2 ga ada emosinya.

  3. kayaknya law belumbaca sendiri gue kurang ngerti ….

  4. membuat saya pengen nikah nih 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: