All for Glory of Jesus Christ

Lex Dei Vitae Lampas

Lex dei vitae lampas artinya adalah the law of God is the lamp of life. Hukum Tuhan adalah lampu kehidupan. Dengan kata lain: perintah Tuhan adalah arah untuk hidup. Ya, firman Tuhan adalah pelita kehidupan kita.

Pertanyaannya perintah Tuhan itu apa saja? Akan ada banyak sekali jawaban, bahkan seluruh isi Alkitab itu selain memuat janji Allah, juga memuat perintah dan larangan-Nya.

Untuk memudahkan saya akan mulai dari Perjanjian Lama. Sebagai ringkasan saja, saya akan sebutkan hukum yang pertama adalah 10 Perintah Allah. Ya, sepuluh perintah Allah ini merupakan perintah yang diberikan Bapa kepada Bangsa Israel melalui Musa. Sepuluh perintah Allah ini meliputi perintah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah (hubungan vertikal) dan perintah yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya (hubungan horisontal).

Kemudian jika sepuluh perintah Allah ini ingin disederhanakan, kita akan beranjak ke Perjanjian Baru. Di sana oleh Tuhan Yesus, sepuluh perintah Allah ini dirangkum dalam dua perintah, yaitu untuk mengasihi Allah secara total. Artinya secara total yaitu dengan segala yang ada pada diri kita: dengan segenap hati, jiwa, pikiran, kekuatan kita. Ya, semuanya yang ada pada diri kita. Ini merupakan perintah yang mengatur hubungan vertikal.

Perintah kedua adalah untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Jadi ada mengasihi sesama, juga mengasihi diri sendiri. Ini merupakan perintah yang mengatur hubungan horisontal.

Jadi dari sekian banyak perintah Allah yang ada dalam Alkitab dapat disederhanakan menjadi 10 saja, setelah itu bahkan dapat disederhanakan menjadi 2. Betapa luar biasa bukan Allah kita?

Bahkan lebih lanjut kemudian dikatakan bahwa yang terutama adalah kasih. Ya, dua perintah mengasihi Allah, kemudian mengasihi sesama dan diri sendiri, itu dapat dirangkum lagi dalam satu kata: KASIH! Ya, pada hari-hari terakhirnya Tuhan Yesus memberikan perintah kepada para murid untuk saling mengasihi sebagai tanda mereka adalah murid-murid-Nya.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus dalam banyak peristiwa sering sekali dikecam oleh para ahli Taurat dan kaum Farisi karena menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Hari yang seharusnya menjadi hari istirahat dan dikhususkan untuk Tuhan: memuji dan memuliakan Tuhan. Seharusnya tidak ada yang bekerja pada hari itu.

Tuhan Yesus sangat mengerti benar Taurat tetapi tetap menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya hukum Taurat itu bersumber pada kasih. Sehingga itu sebabnya Ia katakan Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat tapi untuk menggenapinya.

Ia menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat karena kasih. Ia melakukan itu karena Ia tahu bahwa kasihlah yang mendasari segenap Hukum Taurat, segenap perintah Allah.

Malah kalau mau dipikirkan lebih mendalam, apakah yang dilakukan oleh ahli Taurat dan Kaum Farisi? Seharusnya mereka juga sedang sibuk memuji dan memuliakan Allah, namun mengapa mereka malah sibuk mencari-cari kesalahan Tuhan Yesus?

Ternyata mereka belum memahami esensi dari Hukum Taurat yang mereka pelajari. Bahkan kalau mau jujur dan melihat pada diri sendiri, kitapun sebenarnya seringkali bertindak sebagai ahli Taurat dan Kaum Farisi.

Kita seringkali melihat bahwa orang lain salah dan kita benar. Mungkin benar demikian, mungkin juga tidak. Dalam apapun juga yang kita lakukan, perlu kita ingat bahwa kita tidak sempurna. Oleh karena itu, kita perlu mengedepankan kasih.

Ini tidak mudah, sangat tidak mudah. Tetapi saat kita bisa mempraktekkan kasih, saat itulah kita menggenapi segenap Hukum Taurat. Ya menggenapi seluruh perintah Tuhan. Saat kita melakukan segenap perintah Tuhan yang lain, tetapi kita gagal mempraktekkan kasih, berarti kita gagal menjadi pengikut Kristus.

Ya, karena Allah sendiri menyatakan diri-Nya sebagai kasih. Ia memerintahkan kita untuk saling mengasihi. Itulah dasar dari segenap perintah-Nya.

Lex dei vitae lampas: perintah Tuhan sebagai pelita bagi kehidupan. Semoga kita selalu ingat bahwa kasihlah yang mendasari semua perintah Tuhan itu. Mari kita menembus batas kehidupan kita dengan kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: