All for Glory of Jesus Christ

Verbum Satienti

Artikel hari ini masih berkaitan dengan artikel kemarin. Kalau kemarin saya katakan bahwa akta non verba, kali ini saya katakan verbum satienti. Artinya: a word is enough (sebuah kata sudah cukup).

Dalam hidup pernikahan, dalam menjalin relasi dengan kekasih, dengan menjalin relasi dengan keluarga dan teman-teman, tidak cukup hanya perbuatan saja. Kata-kata itu diperlukan, bahkan sangat diperlukan.

Artikel ini tidak bertolak belakang dengan artikel sebelumnya, justru merupakan satu kesatuan yang utuh. Dalam buku “Seks Dimulai dari Dapur” di sana dijabarkan mengenai buku “Lima Bahasa Kasih” yang ditulis oleh Gary Chapman.

Akan saya tuliskan di sini secara cepat, yaitu: kata-kata peneguhan, waktu bermutu, hadiah, tindakan melayani, dan sentuhan fisik. Empat dari lima “bahasa” kasih yang ada berupa tindakan, tetapi tidak berarti perkataan tidak penting.

Setiap orang yang memiliki sejumlah “bahasa” kasih tertentu akan cenderung mengharapkan mendapatkan “bahasa” kasih yang sama. Jadi jika Anda sudah menikah atau sekarang ini sedang menjalani hubungan dengan kekasih Anda, perlu sekali Anda mempelajari “bahasa” kasih pasangan Anda.

Kalaupun pasangan Anda tidak memiliki “bahasa” kasih berupa kata-kata peneguhan, tidak berarti Anda tidak perlu mengucapkan kata-kata peneguhan kepadanya. Kata-kata peneguhan itu penting.

Tidak percaya? Coba buka Alkitab, dan di dalamnya penuh sekali dengan kata-kata peneguhan Allah kepada Anda: mengenai kasih-Nya yang begitu besar kepada Anda yang diucapkan-Nya dari Perjanjian Lama sampai ke Perjanjian Baru.

Bahkan Allah memberikan kesempurnaan bukan hanya dalam bentuk kata-kata peneguhan, tapi juga tindakan kasih yang sempurna. Verbum Satienti, sebuah kata sudah cukup. Ya, jika Anda bersungguh-sungguh dengan hal yang Anda katakan, sepatah kata sudah cukup.

Kata-kata:

“I love you”,

itu akan memberikan suatu nilai peneguhan yang kuat kepada pasangan Anda. Tapi ingat, katakan dengan kesungguhan hati. Katakan jika dan hanya jika Anda memang bersungguh-sungguh.

Bagaimana jika Anda tidak sedang merasa mengasihi suami/istri Anda? Bagaimana jika Anda tidak sedang merasa mengasihi kekasih Anda? Ingatlah bahwa kasih bukan perasaan tapi tindakan. Dengan Anda mengatakan:

“I love you”,

berarti itu merupakan kata-kata peneguhan juga bagi Anda sendiri bahwa Anda berjanji akan mengasihi suami/istri/kekasih Anda dengan sungguh-sungguh.

Verbum satienti, sebuah kata itu cukup. Ya, sebuah kata bisa bermakna sangat dalam dan mengubahkan hidup Anda, jika Anda mengizinkannya. Verbum satienti, sebuah kata itu cukup. Ya, cukup untuk menanamkan kasih, kepedulian, kehangatan, penerimaan, penghargaan, penghormatan, tetapi juga cukup untuk menanamkan hal yang sebaliknya: kebencian, kemarahan, kekecewaan, kesedihan, penghinaan, penolakan.

Verbum satienti, sebuah kata itu cukup. Jadi pastikan setiap kata-kata yang Anda gunakan akan membawa kepada hal-hal yang positif, baik bagi diri Anda sendiri, sahabat, keluarga, rekan kerja, rekan bisnis, apalagi bagi suami/istri, kekasih, dan anak-anak Anda.

Semoga artikel ini dapat menembus batas pemikiran kita akan kata.

Verbum satienti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: