All for Glory of Jesus Christ

Tak Terkalahkan

Sebenarnya hari ini judul artikel ini kembali dalam Bahasa Latin, yaitu semper invicta : always invincible (tak terkalahkan). Tetapi sayangnya saya perhatikan respon pembaca malah tidak antusias. Hmmm tak kenal maka tak sayang.

Padahal saya pikir ini kesempatan menembus batas dengan mempelajari bahasa baru. Yah, baiklah tidak apa-apa, saya saja yang belajar kalau begitu :D. Bagaimana perasaan Anda untuk menjadi yang tak terkalahkan? Selalu nomor 1? Selalu jadi yang terbaik? Selalu yang terhebat?

Menyenangkan bukan? Saya tahu benar perasaan itu. Permasalahannya adalah seberapa sering kita menjadi yang tak terkalahkan? Selalukah? Saya tidak yakin kalau ada orang yang mengatakan ia selalu menjadi yang tak terkalahkan.

Perasaan menang, hebat, menjadi yang terbaik itu adalah hal yang menyenangkan, tapi bagaimana perasaan gagal, kalah? Saya yakin jika kita semua berani menjawab dengan jujur, pasti dalam sedikitnya satu kesempatan kita pernah gagal, pernah kalah.

Itu tidak menjadi masalah. Orang yang pernah gagal dan pernah kalah itu adalah orang yang akan sangat mengerti artinya kemenangan dan keberhasilan. Bila Anda tidak pernah gagal dan tidak pernah kalah, saya ragu Anda pernah mencoba sesuatu.

Gagal dan kalah itu sama lumrahnya dengan menang dan berhasil. Hanya saja karena penekanan menang dan berhasil itu begitu didengung-dengungkan, saat mengalami gagal dan kalah akhirnya seperti akhir dari dunia.

Saya menyukai satu novel yang berjudul “To Tokyo To Love” yang ditulis oleh Mariskova. Di dalam buku tersebut ada satu kisah yang sangat tragis. Seseorang diputuskan oleh tunangannya lalu akhirnya bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke kereta api yang sedang melaju. Sangat mengerikan.

Akibatnya keluarga itu hancur. Sang kakak mengalami depresi dan trauma berkaitan dengan kereta api. Orang tuanya berpisah. Memang ditinggal oleh orang terdekat bisa menjadi sumber depresi yang luar biasa besar, akan tetapi berbeda cara pandang dan sikap dalam melihat suatu masalah akan menghasilkan suatu yang berbeda.

Di forum lain ada yang bercerita bahwa dirinya juga mengalami hal yang sama dengan yang dikisahkan di buku novel tersebut. Bahkan bukan hanya sekali, tapi dua kali mengalami peristiwa tragis yang sama. Hanya saja orang tersebut begitu tegar dan dapat melewati semua itu dengan lapang dada.

Luar biasa! Angkat 2 jempol untuk orang tersebut. Saya sungguh kagum kepadanya. Bahkan peristiwa penyaliban Tuhan Yesus sebenarnya juga bisa dipandang dalam dua sisi. Bagi yang melihat salib sebagai simbol kehinaan, sebenarnya peristiwa penyalibannya bisa dianggap sebagai simbol kekalahan.

Bagaimana mungkin Allah harus menderita sengsara sampai mati di kayu salib? Bukankah seharusnya Ia dapat turun dari atas kayu salib dan dengan demikian semua orang yang tadinya tidak percaya akan percaya?

Akan tetapi tidak demikian perspektif Allah, sangat berbeda jauh dengan hal itu. Justru hal yang dianggap sebagai kekalahan, kehinaan, justru itulah suatu kemenangan yang luar biasa.

Puncaknya memang Ia membuktikan diri-Nya dengan bangkit atas kematian. Menang atas kematian. Menjungkirbalikkan anggapan bahwa Ia telah kalah, sebaliknya Ia justru menang.

Melalui kemenangan dan keberhasilan, kita belajar sesuatu. Untuk menjadi tak terkalahkan, itu proses yang biasanya tidak pendek. Tetapi lewat kegagalan dan kekalahan, biasanya kita belajar lebih banyak.

Jangan pernah menyerah. Untuk menjadi tak terkalahkan, kita butuh kekuatan yang tak terkalahkan. Mintalah kekuatan itu dari Tuhan dan berjalan senantiasa bersama-Nya. Jika kita bersama-Nya, walaupun tidak berarti semua menjadi mudah dan mulus tapi pada akhirnya asalkan kita setia selalu, pasti kita akan mencapai tujuan.

Mari menembus batas ketahanan kita untuk setia selalu melakukan yang Tuhan mau dalam hidup kita sehingga kita menjadi tak terkalahkan oleh ujian apapun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: