All for Glory of Jesus Christ

Ingin Semuanya?

Pernahkah Anda merasa seperti seorang anak kecil yang menatap etalase toko kue atau toko coklat yang begitu menggiurkan? Rasanya semua yang terlihat begitu menggoda hati. Terlihat indah dan nikmat. Ah, warna-warna yang memikat, bentuk-bentuk yang indah, aroma yang menggoda, ya itulah godaan kue dan coklat saat kita masih kecil.

Bagaimana saat kita beranjak dewasa? Godaan apakah yang kerap mendatangi kita? Apakah godaan kekuasaan? Materi? Atau hal yang lain? Bahkan ada jargon yang sudah sangat terkenal bahwa pria itu godaannya 3 TA, yaitu Harta (materi), Tahta (kekuasaan), dan Wanita.

Apakah Anda saat ini sudah menikah? Bagi para suami, apakah para wanita di luar sana terlihat lebih menarik daripada istri Anda? Para istri, apakah para pria di luar sana terlihat lebih pengeritan daripada suami Anda?

Inilah yang saya sebut sebagai fenomena rumput tetangga. Hal-hal di luar sana terlihat lebih indah, lebih baik, lebih segalanya daripada yang dimiliki. Padahal sesungguhnya jika sudah menjadi milik kita pesonanya memudar, bahkan kadang-kadang ternyata yang kita lihat itu hanyalah ilusi.

Bangsa Israel ketika keluar dari Mesir untuk menuju ke Kanaan ternyata juga mengalami godaan. Mereka rindu akan daging di Mesir. Mereka lupa bahwa dulu mereka menjadi budak di Mesir. Yah, itulah fenomena rumput tetangga.

Ketika di padang gurun, walaupun sudah dilindungi Tuhan, diberi makan dan minum, diberi cuaca yang baik, tetap saja tidak menghilangkan sungut-sunggut dari mulut dan hati Bangsa Israel. Mereka begitu rindu suasana Mesir.

Mesir merupakan analogi dari kedagingan. Ingat daging dan roh selalu berlawanan. Roh itu kuat, tetapi daging itu lemah. Tubuh kita ini memuat segala keinginan duniawi. Memang selama di dunia, kita tidak terlepas dari badan kita ini. Oleh karena itu Tuhan Yesus mengatakan kepada kita untuk menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Dia setiap hari.

Menyangkal diri yang akan saya bahas di sini. Menyangkal diri berarti kita tidak mau berbuat dosa lagi walaupun tubuh (kedagingan) kita mungkin sangat ingin melakukan dosa.

Permasalahannya dosa itu awalnya kelihatan menggoda, tapi lama-kelamaan menjerat dan membuat kita harus kehilangan begitu banyak hal. Karena terus teringat Mesir, membuat Bangsa Israel akhirnya terus bersungut-sungut, bahkan berpaling pada allah lain, fatal akibatnya bagi Bangsa Israel.

Generasi yang keluar dari Mesir tidak ada satupun yang akhirnya dapat masuk ke Kanaan dan tewas di padang gurun karena kedagingan mereka. Menginginkan segalanya ternyata malah kehilangan segalanya.

Tuhan Yesus berkata bahwa siapa yang menyayangkan nyawanya akan kehilangan nyawanya, tetapi siapa yang memberikan nyawanya akan mendapatkan nyawanya kembali. Prinsip kebenaran sejati memang kadang tidak masuk akal, tetapi itulah kebenaran. Tuhan Yesus selalu menantang kita dengan hal-hal yang tidak masuk akal, tetapi saat kita taat kita akan dapati hal-hal yang luar biasa yang disediakan-Nya bagi kita.

Jangan kita tergoda untuk terus larut dalam kedagingan kita, menginginkan semua hal yang berdosa. Jika kita melakukan itu, berarti kita menyalibkan Tuhan Yesus lagi. Setiap kali kita larut dalam kedagingan kita, setiap kali kita menyalibkan Dia.

Apakah Anda mengasihi Kristus? Jangan salibkan Dia berulang kali. Cukup Ia mati satu kali untuk dosa-dosa kita, jangan mau terus-menerus menyalibkan Dia. Darah-Nya sudah tertumpah untuk membasuh semua dosamu. Sudah cukup! Sekali darah-Nya tertumpah, itu mencuci bersih semua dosamu.

Permasalahannya maukah Anda hidup setia kepada-Nya? Atau Anda hanya ingin bermain-main dengan-Nya? Jika pilihan pertama yang Anda ambil, ini saatnya untuk meninggalkan semua dosa dan beban yang merintangi. Ini saatnya untuk melangkah dalam hidup yang baru.

Jika pilihan kedua yang Anda ambil, berarti akan ada banyak orang yang menyaksikan kejatuhbangunan Anda. Itu akan berlangsung terus, sampai Anda menyerah untuk setia kepada Tuhan, atau malah Anda akan mengambil jalan satunya, yaitu lari dan menjauh dari Tuhan.

Hidup ini adalah pilihan. Hari ini Anda dihadapkan kepada pilihan: menikmati kedagingan (dosa) atau meninggalkan itu semua dan hidup setia kepada Tuhan. Manakah pilihan Anda? Pilihan Anda menentukan hidup Anda. Semoga Anda dapat menembus batas kedagingan Anda dan memilih yang terbaik.

Jika mau, pasti bisa. Pertanyaannya: MAU-kah Anda?

Comments on: "Ingin Semuanya?" (2)

  1. nah pertanyaan terakhir ini yg berat. kadang gw terlalu takut untuk “mau”.

    • Ini tantangan buat semua orang. Karena lu yang baru baca, ya tantangan buat lu, Frans. Karena memang tantangan ini diberikan ke semua orang, setiap hari, setiap saat. Seperti yang dulu pernah g bilang, entah ke lu atau entah ke siapa di facebook. Kalau kita mau ikut yang Tuhan mau, memang ga mudah tapi imbalannya pantas🙂.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: