All for Glory of Jesus Christ

Lover Remember All

Judul hari ini saya ambil dari sebuah bab dalam novel yang berjudul “Divortiare” yang ditulis oleh Ika Natassa. Judul bab tersebut adalah “Meminerunt Omnia Amantes” yang artinya lover remember all.

Ketika saya sedang menyusun topik untuk bulan ini dan juga menyusun topik setiap harinya tiba-tiba saya teringat dengan buku novel ini dan ternyata setiap babnya memiliki judul dengan kata-kata Latin. Menarik. Karena itulah, saya jadi terdorong untuk mencari sejumlah kata-kata lainnya.

Namun ya itulah, karena tak kenal maka tak sayang; saya tidak jadi menggunakan kata-kata dalam Bahasa Latin tersebut sebagai judul. Yah, tidak kenal maka tidak sayang; atau dengan kata lain tidak provokatif untuk judul :D.

Kekasih akan mengingat segalanya. Hmmm menarik. Karena pernyataan tadi itu akan menimbulkan pro dan kontra. Pro karena:
1. Orang yang mengasihi akan melakukan tindakan kasih.
2. Tindakan kasih salah satunya adalah mengingat tanggal-tanggal penting.
3. Bukan sekedar mengingat, tapi juga akan membuat sang kekasih menjadi orang yang sangat spesial pada tanggal itu.

Pernyataan tersebut akan menemukan perlawanan dengan sejumlah alasan:
1. Mengingat semuanya berarti mengingat hal-hal yang buruk juga. Kalau begitu, di manakah letak kasih yang sesungguhnya?
2. Apakah kalau lupa tanggal-tanggal penting berarti jadi tidak mengasihi?
3. Bukankah kasih seharusnya dilakukan setiap hari dan bukan sekedar pada tanggal-tanggal penting?
4. Kalau hanya sekedar mudah, tinggal pasang reminder di telepon genggam. Masalahnya ingat atau benar-benar mengartikan tanggal penting sebagai hari yang istimewa?

Yah memang akan banyak pro dan kontra mengenai hal itu. Kedua hal itu boleh kita pegang, baik pro dan kontra. Pada umumnya wanita cenderung lebih mudah menghafal tanggal-tanggal penting, sehingga ketika sang pria lupa dengan tanggal-tanggal penting itu jadilah bencana terbesar setelah perang dunia kedua.

Saya masih ingat sebuah forward email yang dikirimkan ke saya beberapa waktu yang lalu. Dikatakan bahwa seorang pria kesulitan mengingat adanya sesuatu yang penting ketika sang wanita mengatakan hari itu adalah tanggal penting. Lebih menarik lagi ketika sang wanita menyebutkan “doggie” untuk nama binatang peliharaannya. Ternyata hewan peliharaannya adalah kucing dan sang pria tidak mengingat hal itu sama sekali.

Kalau mau dipikirkan, sebenarnya seorang yang sungguh mencintai Anda akan menaruh perhatian besar kepada Anda; termasuk kepada segala hal yang berada di dekat Anda. Tapi kalau mau dipikirkan pada sisi ekstrim lainnya, apakah mencintai berarti harus mengingat sampai detail terkecil?

Di satu sisi seseorang yang memang menganggap sesuatu itu penting akan mengingatnya. Jika kekasih Anda menganggap Anda sebagai hal yang penting baginya, dia akan mengingat janji bersama Anda. Akan tetapi di sisi lain, jelas seperti yang kemarin sudah kita bahas, pikiran sebagai bagian dari jiwa manusia walaupun sangat luar biasa jelas memiliki keterbatasannya juga.

Jadi bagaimana jalan keluarnya? Di satu sisi, kita harus berusaha untuk menjadi kekasih yang terbaik: mengingat hal-hal yang dianggap penting oleh kekasih kita dan mengasihinya. Di sisi lain, kita juga harus berusaha untuk mengerti bahwa di luar kita terdapat hal lain yang juga penting bagi kekasih kita. Jadi kalaupun si dia lupa tanggal-tanggal penting, yah bukan berarti dia tidak mengasihi kita.

Kasih menutupi banyak pelanggaran. Apakah lebih penting seseorang yang mengingat semua tanggal penting Anda berdua tapi tidak sungguh-sungguh mengasihi Anda daripada seseorang yang tidak selalu ingat semua tanggal penting Anda berdua tapi 100% mengasihi Anda?

Mari menembus batas untuk mengerti dahulu sebelum dimengerti dan kuncinya hanyalah satu, yaitu: kasih.

Iklan

Comments on: "Lover Remember All" (4)

  1. “1. Mengingat semuanya berarti mengingat hal-hal yang buruk juga. Kalau begitu, di manakah letak kasih yang sesungguhnya?”
    hmm bukan ny kasih tidak “melupakan” hal buruk, tapi “memaafkan” ato “merelakan”??

    hmm… kata tmn gw : “ngga semua event besar itu penting, dan ga semua detail kecil itu ga penting.” jd?? gw jg bingung… hahahaha ^^v

    • Memaafkan dan merelakan itu bagian dari tidak menyimpan kesalahan. Kalau orang ingatan kuat, itu kecenderungannya mengingat yang buruk juga. Jadi celah buat tidak mengasihi. Ingat itu wajar lah orang punya memori, tapi mengingat2 itu yang bahaya :).

  2. kalo dia uda memaafkan, pasti dia inget knp dia memaafkan… dan selamanya dia memaafkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: