All for Glory of Jesus Christ

Mencintai atau Membenci

Kata orang mencintai dan membenci itu bedanya tipis. Kata orang sisi lain dari mencintai adalah membenci. Betulkah?

Ada seorang pria ganteng berusia 33 tahun. Baik hati, suka menolong, ramah, rajin sabar, penuh kasih, pintar, bijaksana, cerdas, berjiwa pemimpin, berjiwa sosial, tidak materialistis, jujur, tidak munafik; ah pokoknya pria sempurna.

Rasa-rasanya deskripsi pria baik-baik benar-benar melekat padanya, bahkan lebih kalau melihat padanan karakter di atas. Bahkan serasa belum cukup dengan semua karakter di atas, pria ini juga sangat beriman dan penuh tanggung jawab.

Ia memiliki sejumlah teman terdekat. Teman-temannya sangat beruntung bisa berteman dengannya. Mereka banyak belajar dari sosok pria ini. Sebagai seseorang yang karismatik, selain dekat dengan teman-temannya; pria ini juga dekat dengan orang-orang lainnya.

Suatu ketika teman-teman terdekatnya mengecewakan dia, bahkan tidak segan-segan mengkhianatinya. Hal yang menyedihkan adalah hal itu dilakukan demi uang. Persahabatan yang baik yang terjalin sebelumnya tampaknya tidak memberikan dampak apapun.

Cukup familiar dengan cerita di atas? Cerita ini terjadi sekian ribu tahun yang lalu. Sosok pria ganteng yang saya sebutkan, itulah Tuhan Yesus. Bayangkan jika Anda di posisi-Nya. Anda memiliki teman-teman terdekat, setiap hari bersama (atau setidaknya seminggu selalu bersama, hangout sama-sama, melewati masa senang dan sulit bersama).

Anda merasa mereka bukan orang lain lagi; mereka adalah orang-orang terdekat Anda atau yang teman saya sebut sebagai inner circle (lingkaran dalam = orang-orang terdekat yang memberikan dampak bagi Anda, yang menjadi pendukung, pendorong Anda). Tiba-tiba salah seorang dari inner circle Anda mengkhianati Anda.

Atas nama uang (atau atas nama yang lainnya: wanita/pria yang dikasihi, kekuasaan, kedudukan, kesempatan), persahabatan Anda dijual. Persahabatan Anda dianggap sampah. Hari-hari yang sudah dilewati bersama tidak dianggap berarti.

Apa yang Anda rasakan? Anda tidak sendirian. Tuhan Yesus sudah mengalaminya terlebih dahulu. Tidak cukup hanya satu orang yang mengkhianatinya dan mengecewakannya. Selama ini mungkin yang paling kental di benak kita adalah tokoh Yudas yang menjual Tuhan Yesus demi 30 keping perak. Mungkin juga kita ingat Petrus yang mengingkari Tuhan Yesus.

Kalau kita ingat di Taman Getsemani, sebelum ditangkap Yesus membawa serta tiga orang murid terdekat-Nya, yaitu Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Ternyata hanya untuk bersama Tuhan Yesus dan tidak tidur, itupun tidak mampu dilakukan ketiganya.

Harga yang harus dibayar Tuhan Yesus, bukan hanya sakit hati dan kecewa; tetapi nyawa-Nya. Darah-Nya tercurah untuk kita, untuk Anda dan saya. Tetapi tidak sedikitpun Ia membenci.

Karena Ia adalah Tuhan, Ia sudah tahu semua hal yang akan terjadi pada-Nya. Bahkan tetap, Ia memilih untuk mengasihi, untuk mencintai; bukan untuk membenci.

Mencintai atau membenci adalah pilihan. Kita bebas untuk memilih keduanya. Karena kita sudah bukan anak kecil lagi yang selalu erat dengan kata “harus”, kita memiliki kesempatan untuk memilih setiap kali; berbeda dengan anak kecil.

Menghadapi hal yang mengecewakan dan menyakitkan; itu di luar kemampuan kita untuk mengaturnya; akan tetapi untuk memilih mencintai atau membenci itu berada dalam kendali kita, berada dalam pilihan kita, berada dalam keputusan kita.

Mencintai berarti mengampuni. Mengampuni berarti tidak membenci. Tidak berarti kalau sudah mengampuni Anda jadi tidak ingat kejadian itu. Kecuali Anda mengalami amnesia, saya ragu Anda dapat sekejap lupa suatu kejadian yang membuat Anda kecewa dan sakit. Mengampuni adalah pilihan.

Tidak mudah untuk memilih tidak membenci orang yang sudah mengecewakan dan menyakitkan kita; namun saat itu yang kita pilih itulah saatnya kita disebut murid-murid Kristus. Tanda murid Kristus adalah saling mengasihi, walaupun mengalami hal-hal yang buruk dan tidak mengenakkan.

Pilihan tidak selalu mudah, tetapi saat kita taat; itulah saat kita melihat hal yang luar biasa terjadi dalam hidup kita. Inilah saatnya untuk tantangan: ketika Anda dihadapkan pada pilihan untuk mencintai atau membenci terutama pada orang-orang yang mengecewakan dan menyakiti Anda; siapkah Anda menembus batas dan memilih tetap mencintai?

Iklan

Comments on: "Mencintai atau Membenci" (2)

  1. terus berkarya bagiNya san ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: