All for Glory of Jesus Christ

Practice Makes Perfect

Seringkah Anda mendengar perkataan ini?

“Practice makes perfect.”

Bacaan renungan saya pagi hari ini adalah mengenai seorang tentara yang dilatih dan juga mengenai seorang atlit yang dilatih. Benar-benar luar biasa. Selalu saya katakan berulang-ulang:

“Dalam Tuhan tidak ada yang namanya kebetulan.”

Saya menyusun topik ini sudah dari akhir bulan lalu. Sangat luar biasa bisa cocok dengan renungan saya pada hari ini. Apakah kesamaan antara tentara dan atlit? Mereka tentu memiliki suatu disiplin tinggi.

Itu adalah hasil yang diraih. Bagaimana mereka bisa mencapai hal itu? Melalui latihan yang sangat giat dan dilakukan secara konsisten. Untuk mencapai hal itu jelas tidak mudah, perlu usaha yang keras, perlu ketekunan, dan mau membayar harga.

Saya jadi teringat ketika pertama kali saya menuliskan notes di facebook yang kemudian saya sekarang sudah pindahkan ke blog. Saya teringat waktu itu ketika pertama menulis saya membutuhkan waktu yang begitu lama, kurang lebih sekitar tiga jam.

Seiring dengan waktu berjalan, durasi yang saya butuhkan untuk menulis menyusut. Ketika ada yang mengomentari untuk menambahkan format dalam tulisan supaya tulisan lebih mudah dibaca, saya belajar untuk menggunakan format HTML ke dalam tulisan.

Ketika pertama kali mencoba, saya membutuhkan waktu cukup lama untuk menjadi terbiasa dengan penggunaan format-format tersebut. Sayang saya tidak menghitung lama waktu untuk saya menggunakan format HTML tersebut. Akan tetapi semakin saya gunakan; akhirnya saya sampai pada satu titik terbiasa.

Manusia adalah makhluk kebiasaan. Bila ia terbiasa dengan sesuatu, maka entah itu baik atau buruk akan membuatnya lebih mudah melakukan itu. Saya perhatikan untuk orang-orang tua pada umumnya mereka memiliki kebiasaan bangun pagi. Bahkan pada waktu libur pun, mereka tetap bangun pagi.

Mengapa demikian? Karena memang sudah terbiasa. Sudah terbiasa membuat hal tersebut menjadi mudah. Istilah yang umum digunakan adalah jam biologis. Sebenarnya bukan jam biologis, tapi masalah kebiasaan.

Kadang-kadang memang bisa saja kuasa Roh Kudus memampukan seseorang untuk menghasilkan hal yang luar biasa yang belum pernah bisa ia lakukan sebelumnya. Contohnya saya pernah pada suatu kesempatan mengalaminya. Dulu saya membiasakan diri menulis notes facebook pada pagi hari.

Saya ingat benar saat itu saya harus mengajar. Jadi, sebelum mengajar saya sempatkan diri untuk menulis. Sayangnya waktu itu lalu lintas begitu ramai, sampai akhirnya saya sampai di kampus pukul 07.30. Saya mengajar pukul 08.00.

Jadi saya hanya punya waktu 30 menit. Membuka komputer di laboratorium, mencari ayat, mengetik, menuangkan ide, sekaligus memakai format HTML dalam tulisan. Saya sudah berpikir, kalau memang tidak sempat ya sudah. Tapi Roh Kudus memampukan saya untuk menulis. Waktu itu kalau saya tidak salah ingat, dalam waktu 15 menit saya berhasil menyelesaikan semuanya.

Benar bahwa Tuhan bisa dan pasti menolong kita dalam melakukan segala sesuatunya, hanya saja kita jangan menjadi manja dan malas. Tuhan ingin kita juga melakukan bagian kita: berusaha keras, berlatih: itulah bagian kita.

Saya pernah membaca di buku “Inner Healing” yang ditulis oleh Pendeta Daniel Alexander dikatakan demikian: Roh Kudus bekerja dengan cara yang tidak selalu sama, bisa berbeda-beda. Dari situ dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kita jangan selalu memaksakan Tuhan harus bekerja sesuai ekspektasi kita, cara kita.

Kerjakan bagian kita dengan setia, berlatihlah, berusahalah dengan gigih; sehingga kita bisa melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Siap menembus batas untuk berlatih dengan tekun dalam segala bidang sehingga dapat memberikan yang terbaik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: