All for Glory of Jesus Christ

Sore

Apa yang biasa Anda kerjakan di sore hari? Apakah berjuang untuk sampai ke tempat masing-masing? Di tengah kelelahan dan beban setelah seharian belajar, bekerja, dan berusaha; di sore hari Anda siap untuk pulang ke tempat tinggal Anda.

Matahari sudah tidak seterik pada siang hari, tetapi kepenatan mulai terasa melingkupi. Selain kepenatan, mungkin perut yang lapar juga mulai menjerit-jerit minta diisi. Bayangan rumah terasa begitu indah.

Sayangnya untuk mencapai rumah ternyata perlu dihadang oleh kemacetan terlebih dahulu. Badan yang letih terasa semakin lelah. Mata terasa siap untuk dipejamkan. Sore adalah waktunya untuk bergeser dari aktivitas kesibukan sehari-hari ke fase istirahat.

Manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Aktivitas sehari-hari berdampak pada ketiga aspek dalam manusia. Ada kalanya beban dapat hanya mengenai tubuh saja. Jadi sekedar lelah, sekedar capek. Ada kalanya beban dapat mengenai tubuh dan jiwa. Misalnya: karena pikiran yang terkuras sehingga pikiran menjadi lelah.

Seperti sudah dijelaskan dalam “Jiwa”, pikiran terdapat dalam aspek jiwa. Terdapat hubungan yang erat antara tubuh dan jiwa. Jika jiwa lelah, tubuh juga merasakannya. Sementara jika tubuh lelah, jiwa belum tentu merasakannya.

Tidak percaya? Pada pertandingan olahraga, setelah melewati tahapan semi final akhirnya suatu tim sepakbola maju ke tahap final. Walaupun melewati perjuangan panjang, mereka akhirnya berhasil menang dalam kejuaraan itu.

Apa yang dirasakan? Tubuh pasti lelah karena harus beraktivitas terus selama pertandingan, tetapi jiwa tidak akan lelah karena gembira menang kejuaraan. Itulah sebabnya dikatakan hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Roh dan jiwa berkorelasi secara kuat. Roh yang kosong dan kering itu berefek pada jiwa. Jiwa berkorelasi dengan tubuh. Inilah beban yang paling berat yang dialami manusia: jika mengalami kekosongan dalam jiwa.

Letih dalam roh ini hanya dapat disegarkan oleh pemilik dari roh itu: Tuhan sendiri. Segala cara untuk mengisi kekosongan dengan aspek fisik (natural), tidak akan dapat memenuhinya. Mengapa demikian? Karena memang kekosongannya itu dalam aspek roh (supranatural), jelas untuk memenuhinya harus aspek supranatural lagi, yaitu dalam Tuhan.

Itu sebabnya bagi orang percaya, diberikan Penolong, yaitu Roh Kudus sendiri untuk bertahta dalam rohnya. Roh Kudus akan aktif dan memenuhi kita saat kita memang taat dan hidup dalam tuntunan-Nya. Roh Kudus dapat menjadi non-aktif dalam diri kita, jika kita mengabaikan-Nya.

Sore memang sangat kita perlukan. Tidak bisa kita terus-menerus dalam siang. Kita butuh sore untuk beralih dari fase kesibukan ke fase istirahat. Pada sore hari mungkin kita tidak akan beristirahat secara total seperti pada malam hari. Pada sore hari mungkin kita habiskan juga untuk aktivitas-aktivitas yang menghibur.

Aktivitas-aktivitas tersebut pada dasarnya merupakan bentuk peralihan dari fase kesibukan ke fase istirahat. Kegiatan-kegiatan di kelompok sel umumnya berlangsung pada sore hari. Kegiatan-kegiatan sosialisasi juga umumnya berlangsung mulai sore hari.

Ya walaupun pada saat pagi hari dan siang hari mungkin saja dilakukan kegiatan-kegiatan yang menghibur dan sosialisasi, pada umumnya mulai sore kegiatan-kegiatan itu dilakukan. Sore adalah masa saat kita menaruh beban yang ada.

Esok hari kita harus menjalani hari dan sore menjadi penting dalam keseharian kita. Jika tiada sore, maka hidup akan terasa kering, bosan, kosong. Jika tidak ada sore, maka hidup akan terasa begitu lelah.

Apakah Anda sedang berada dalam sore? Merasa lelah, letih, kering, bosan, dan kosong? Inilah waktu bagi Anda untuk beristirahat. Dalam renungan saya tadi pagi diceritakan mengenai seorang anak kecil yang terus membawa botol minumannya, padahal itu merupakan beban yang tak perlu. Mengapa? Karena ayahnya juga membawa botol minum.

Ketika sang anak lelah, ayahnya menggendongnya dan ketika sampai sang anak berkata dengan bangga kepada ayahnya bahwa ia berhasil membawa botol minumannya. Padahal kita semua tahu bahwa seharusnya anak itu tidak perlu membawa botol minumannya dan yang membuat anak itu berhasil karena ayahnya yang menggendongnya.

Sore adalah tangan Allah yang terulur untuk menopang Anda yang kelelahan. Jika Anda berjalan dan lelah, jangan lupa Anda tidak pernah sendiri. Jika Anda merasa kering dan kosong, kasih-Nya siap untuk mengaliri dan mengisi Anda. Siapkah Anda menyambut sore?

Selamat sore!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: