All for Glory of Jesus Christ

Malam

Setelah bicara tentang pagi, siang, dan sore, sekarang kita tiba pada malam. Saat matahari tenggelam, langit bersih, bintang-bintang bermunculan, dan bulan pun bersinar.

Cuaca pun berganti dari terik menjadi teduh. Kegarangan matahari pada siang hari, diganti keteduhan sinar bintang dan bulan. Panas hari berganti dengan cuaca yang dingin.

Malam bicara tentang istirahat total. Saat malam itu waktunya untuk benar-benar menaruh semua beban dan beristirahat. Setiap kita wajib bekerja keras dan cerdas, akan tetapi harus ada waktunya bagi kita untuk kita beristirahat total.

Kalau kerja keras dan kerja cerdas itu dicatat dalam Alkitab, begitu juga mengenai beristirahat. Bahkan Allah pun pada hari ke-7 beristirahat pada waktu Ia sedang menciptakan dunia dan segala isinya.

Saya pernah mendapatkan suatu email mengenai pola hidup sehat. Salah satunya di sana dituliskan bahwa pada waktu tidur (malam hari) tubuh menghasilkan sel-sel baru, mengganti sel-sel yang telah mati, dan melakukan pembersihan.

Itulah sebabnya kebiasaan begadang sebenarnya sangat tidak sehat karena menyebabkan tubuh tidak bisa melakukan penggantian sel-sel baru dan melakukan pembersihan. Malam adalah waktu tidur dan beristirahat.

Selain waktu istirahat, malam juga bicara mengenai waktu untuk merenung. Dalam Matius dikatakan seperti ini: Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Tuhan Yesus yang adalah Allah, juga meluangkan waktu untuk merenung, berdoa. Dikatakan bahwa pada waktu malam, Ia sendirian di situ dan berdoa. Merenung, berdoa, bercakap-cakap dengan Tuhan ini merupakan fase yang sangat penting dalam kehidupan kita.

Pada pagi kita bisa melakukannya akan tetapi fase pada pagi jauh lebih pendek daripada fase pada malam. Pada umumnya pada saat pagi kita cenderung lebih focus pada mempersiapkan hari dengan segala rencana. Pada waktu malam, kita bisa lebih leluasa untuk merenung dan berdoa.

Bapa kita yang di Surga memang sungguh luar biasa. Ia menciptakan setiap waktu dalam tiap-tiap hari dengan maksud-maksud tertentu. Semua sudah dipersiapkannya dengan sangat sempurna.

Jika kita disediakan waktu itu, maka jelas sudah merupakan kewajiban dan hak bagi kita untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Jika waktunya untuk merenung dan berdoa, lakukanlah.

Malam merupakan waktu yang sangat tepat untuk merenung dan berdoa karena kesunyiannya. Saat merenung dan berdoa paling mudah dilakukan saat sunyi. Memang kita bisa saja berdoa dan merenung dalam keadaan ramai sekalipun. Itu bisa saja. Akan tetapi, saat sunyi itu akan lebih mudah bagi kita masuk dalam fase merenung dan berdoa.

Seiring dengan merenung dan berdoa, malam juga identik dengan mimpi. Walaupun saya bukan termasuk orang yang sering bermimpi pada malam hari, saya mengenal sejumlah orang yang biasa bermimpi pada malam hari.

Mimpi kerap diistilahkan sebagai bunga tidur. Jika kita memikirkan sesuatu pada siang harinya, bisa saja kita memimpikan hal itu pada malamnya. Mimpi bisa juga merupakan hal yang dibukakan Tuhan bagi kita, walaupun mimpi juga bisa menjadi celah buat Iblis bekerja (misalnya dalam kasus memimpikan orang dekat yang sudah meninggal).

Saya hanya akan membahas mimpi yang pertama. Pada malam, saat bermimpi berarti sebenarnya secara tidak langsung kita memikirkan hal itu. Mimpi bisa diwujudkan menjadi kenyataan bila memang kita berusaha untuk mewujudkannya.

Dalam Yakobus dikatakan: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Jika kita bermimpi, jika kita menginginkan sesuatu; tetapi kita tidak melakukan apa-apa berkaitan dengannya maka impian itu akan mati, keinginan kita tidak akan dapat terwujud.

Malam hari juga bicara tentang akhir zaman. Tuhan Yesus dalam kitab Lukas mengatakan: Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Itu bicara tentang akhir zaman. Saat ada orang yang mengalami diangkat langsung ke Surga dan akan ada yang tetap di dunia.

Pada akhir zaman memang telah banyak sekali tafsiran yang ada. Hanya saja apapun yang terjadi, jika pada malam itu kita tetap menggantungkan harapan kita kepada Tuhan; saya sungguh yakin dan percaya Ia Allah yang tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Anugerah-Nya cukup bagi kita semua, apapun yang terjadi.

Berjalan dengan Tuhan di pagi, siang, sore, atau malam hari membutuhkan suatu penyerahan diri total. Tuhan tidak akan pernah memaksa kita untuk melakukan sesuatu walaupun hal itu manfaatnya baik bagi kita. Ia adalah Allah yang luar biasa mengerti, bukan Allah yang otoriter.

Tuhan memberikan kepada kita pilihan-pilihan: baik di pagi, siang, sore, maupun pada malam hari. Jika kita mengambil pilihan yang salah pun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Karena jika Ia hanya bersama kita saat kita benar, betapa celaka kita.

Mengapa demikian? Karena kita memang diikat oleh kedagingan kita, cenderung akan masuk dalam dosa: melakukan yang memang salah, yang tidak benar. Namun sungguh Ia adalah kasih, Ia adalah Allah yang luar biasa. Justru karena kasih-Nya, Ia rela mati bagi kita saat kita berdosa, meraih kita ke dalam naungan-Nya, membawa kita dalam hidup baru yang diubahkan.

Diawali dengan pagi dan diakhiri dengan malam, itulah fase yang kita jalani. Mari berjalan dengan Tuhan di setiap fasenya. Supaya sampai akhir nanti, kita bisa berkata seperti Paulus berkata: Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Selamat malam!

Iklan

Comments on: "Malam" (1)

  1. ada waktunya pagi dan ada waktunya malam, saya setuju dengan note yang anda buat, selalu jadi alatNya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: