All for Glory of Jesus Christ

Tawa

Apakah Anda sudah tertawa hari ini? Tertawa dan menangis sama-sama memiliki efek yang baik bagi jiwa, yaitu dapat meredakan gejolak emosi yang melanda. Hanya saja, jika tertawa sendirian dengan suara keras dan dalam frekuensi yang tinggi tentu saja saya sangat tidak menyarankannya.

Mengapa begitu? Saya kuatir nanti Anda akan diciduk dan dibawa ke…. ya, rumah sakit jiwa. Hahhahahaha. Ya, tertawa baik sekali, namun jika sudah menunjukkan gejala sakit kejiwaan memang membuat terenyuh juga.

Tertawa itu baik sekali bagi jiwa. Seperti pernah saya bagikan, ketika saya sedang dalam kondisi jiwa yang sendu, melankolis, dan begitu lelah; saya mendengar dalam pikiran saya terdengar kata-kata:

“Sukacita itu menular. Sukacita itu pilihan.”

Saya ingat di artikel tertentu saya sudah menuliskannya. Letak tepatnya tetapi sayangnya saya sudah lupa. Waktu itu saya sedang berada dalam perjalanan pulang dari suatu mall dan sedang menunggu angkutan umum. Tiba-tiba saja terdengar suara demikian.

Waktu saya sampai di rumah, saya mencoba untuk menggerakkan bibir membentuk senyum tanpa suara. Anehnya, perasaan saya sedikit terasa membaik. Seorang teman saya juga telah membuat eksprimen yang dia beri judul “No Gloomy Face”. Hal yang menarik ternyata memang hasil yang saya dapatkan dan yang teman saya dapatkan sama. Menarik sekali!

Pada kesempatan yang lain ketika saya sedang dalam kondisi melankolis, saya mencurahkannya dengan bercerita panjang lebar kepada seorang teman. Tapi saya malah mendapatkan suatu hasil eksperimen bahwa ternyata semakin bercerita, malah rasanya semakin melankolis. Ketika saya hentikan dan beralih ke topik yang lain, saya menemukan bahwa awan melankolis yang hinggap itu perlahan menjauh.

Saya akan membuat satu kesaksian kecil. Kejadian ini baru saja terjadi tadi siang. Hal ini membuat saya kembali akan menuliskan kata-kata ini yang tampaknya akan menjadi kata-kata favorit saya:

“There’re no coincidences in God.”

Ya, saya sudah tidak tahu harus berkata-kata atau menuliskan sepatah kata apapun lagi untuk mengungkapkan betapa luar biasanya Tuhan Yesus dalam hidup saya. Hari ini topik artikel hari ini adalah tentang tawa dan hari ini ada suatu kejadian yang bagi saya sangat menyenangkan.

Kejadian itu tidak membuat saya terbahak-bahak, tidak juga membuat saya tersenyum sebenarnya. Apakah Anda heran? Ah, saya tidak mau membuat Anda bingung berlama-lama. Walaupun tidak membuat saya terbahak-bahak, tidak juga membuat saya tersenyum; tetapi saya sungguh tersenyum dan tertawa dalam hati.

Mengapa demikian? Hari ini terjadi sesuatu yang membuat saya mengalami: perasaan senang, gembira, hangat: tawa dalam hati, emosi yang hangat, menyenangkan, dan menyentuh. Penasaran apa yang terjadi?

Begini kejadiannya. Siang ini saya seperti biasa akan mengajar. Ketika sedang berjalan menuju ruang kelas, tiba-tiba saya berjumpa dengan seseorang koordinator suatu mata kuliah di fakultas lain. Saya pernah mengajar di kelas paralel yang sama dengan beliau. Hubungan kami sangat baik dan beliau merupakan seseorang yang menyenangkan.

Saya tidak tahu dengan persis tapi dugaan saya beliau memang sengaja mencari saya. Mengapa demikian? Karena memang gedung fakultas tempat ibu ini mengajar memang berbeda dengan gedung tempat saya mengajar. Ketika ibu ini melihat saya, beliau tampaknya memang sedang mencari saya.

Terbukti beliau begitu melihat saya, langsung menghampiri saya dan langsung bercerita mengenai sesuatu hal. Di akhir ceritanya beliau mengajak saya untuk mengajar pada mata kuliah yang dikoordinatorinya kelak. Hmm… seketika itu juga, saya merasakan letupan perasaan yang sangat hangat dalam hati saya: perasaan yang ditimbulkan oleh tawa: gembira, senang, tersentuh, merasa dihargai dan diingat.

Kerja sama kami yang terakhir sekitar 2 tahun lalu sebelum saya bekerja di salah satu universitas di kota lain saat itu. Sebelumnya bahkan beliau sempat mempercayakan saya juga menjadi koordinator mata kuliah itu ketika beliau berhalangan pada suatu semester. Padahal saya adalah dosen tidak tetap di sana, menurut aturan seharusnya hanya dosen tetap yang boleh menjadi koordinator mata kuliah.

Pertemuan saya dengan ibu itu berlangsung mungkin hanya sekitar 5 menit karena saya memang harus mengajar, tetapi efeknya terasa sampai sekarang. Ini bukan masalah uang, karena di fakultas manapun saya mengajar jumlah uangnya sama saja. Tetapi perasaan merasa dihargai, diingat, dicari; ah.. senang sekali.

Tawa selain bentuk kegembiraan, juga bisa merupakan bentuk mengejek dan tidak percaya. Tokoh dalam Alkitab yang sangat terkenal karena tertawa adalah Sara. Ketika malaikat Tuhan mengabarkan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki, Sara tertawa. Tawa sebagai bentuk mengejek dan tidak percaya dalam hati.

Mungkin jika ingin diinterpretasikan Sara tertawa karena ia berpikir Tuhan mungkin sudah lupa umurnya dan umur Abraham saat itu. Ditambah lagi Sara saat itu sudah menopause (mati haid). Bagaimana bisa hamil bila sudah menopause?

Akan tetapi, ternyata tawa Sara dijawab Tuhan dengan kenyataan. Sara dan Abraham dapat sungguh-sungguh tertawa ketika mereka benar-benar menerima penggenapan janji Allah: seorang anak laki-laki yang lahir dari rahim Sara, yaitu Iskak.

Walaupun tidak dicatat dalam Alkitab, tapi saya yakin Sara dan Abraham sungguh tertawa: dalam arti mengalami emosi yang menyenangkan, membahagiakan, menyentuh; ketika akhirnya menerima penggenapan janji Allah yang sudah mereka tunggu-tunggu begitu lama.

Apakah Anda sedang tertawa? Saya berharap tawa Anda adalah tawa karena gembira dan bahagia, bukan karena mengejek atau tidak percaya. Berjalan bersama Tuhan kita bisa menghidupkan tawa itu dalam hati kita, dalam pikiran kita; sekalipun perasaan kita tidak sedang ingin tertawa.

Bagaimana bisa? Karena dituliskan oleh Rasul Paulus untuk bersukacita, terlepas dari kondisi apapun yang kita hadapi. Sukacita bukanlah perasaan, bukanlah situasi; tetapi keputusan yang lahir dari hati yang mau percaya dan mengandalkan Tuhan. Saat kita sungguh bisa sukacita, tawa itu akan lahir dalam hati kita: emosi yang hangat, menyenangkan, dan menyentuh.

Selamat tertawa!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: