All for Glory of Jesus Christ

Berlari

Ah hari ini benar-benar hari yang sibuk. Hari ini hari istimewa karena saya menempuh perjalanan ke Jakarta menggunakan kereta api. Biasanya orang tua saya tidak mengizinkan saya menempuh perjalanan antarkota menggunakan kereta api.

Kali ini saya pulang pergi menggunakan kereta api dan sendiri. Hehehe, yah bagi yang sudah mengenal keluarga saya akan tahu benar bahwa saya seperti putri keraton yang begitu dicintai oleh keluarga saya. Oleh karena mereka tidak ingin terjadi apa-apa dengan saya, sebisa mungkin mereka semua ingin melindungi saya.

Akibatnya saya dulu tidak boleh menggunakan kereta api sewaktu masih di Jakarta ketika akan berakhir pekan di Bandung. Karena saya dulu sudah berjanji sewaktu masih di Jakarta, jelas saya tidak bisa melanggar janji saya.

Berikut ini saya tuliskan selama masih dalam kereta menuju Jakarta. Di dalam kereta penuh sekali penumpang. Sungguh di luar dugaan saya karena saya pikir kereta pagi tidak akan penuh. Saya jadi berpikir bagaimana untuk tiket pulang sore nanti?

Di kereta saya menyelesaikan membaca buku “Eating Right in a Modern Life” yang ditulis oleh Hale Sofia Schatz & Shira Shauman. Di sana saya menemukan suatu kalimant yang menarik:

“Inilah kesenangan yang sejati, karena Anda tidak tergantung pada sumber kesenangan dari luar untuk membuat Anda bahagia.” Saat membaca hal itu saya langsung teringat tema artikel untuk hari ini.

Betapa banyak orang yang berlari dari jalan yang seharusnya ia tempuh, karena ingin mencari kesenangan? Berapa banyak nilai kesenangan itu sampai seseorang lari menjauhi tujuan semestinya?

Hal yang menarik ternyata ketika saya baru saja pulang dan membuka daily devotional Rick Warren, hal yang sama persis dibahas di sana. Ah, luar biasa! Tuhan sungguh luar biasa. Benar-benar saya tak akan pernah bosan untuk mengatakan:

“There’s no coincidences in God.”

Bahkan saya akan menyebutkan satu hal lagi yang menjadi rangkaian itu: bahwa tidak ada kebetulan dalam Tuhan. Hari ini saya sebenernya sedih karena saya tidak menang dalam kompetisi blogger Kristen (CibFest 2009).

Tetapi pada saat saya di perjalanan pulang ketika sedang merenung, saya mendengar kata-kata demikian:

“Berkat bukan hanya materi. Melayani-Ku dengan sepenuh hati, itu kamu sudah mendapat upahmu.”

Wah saat saya mendengar begitu, saya sudah mau menangis. Saya merenung lagi. Benar memang kalau saya menulis untuk melayani Tuhan, seharusnya menang atau kalah tidak masalah.

Oleh karena itu, saya tulis ini tiga kali tidak ada kebetulan dalam Tuhan. Anda tahu ternyata Tuhan luar biasa. Ketika Tuhan mengatakan:

”Berkat bukan hanya materi.”

Saya saat itu mendapat pesan sms dari seorang teman saya. Ternyata ada seorang teman yang begitu peduli pada saya. Berkali-kali dia sms saya untuk tahu posisi saya. Saya sungguh sangat senang.

Lagipula selama di Cibfest saya mendapatkan suatu semangat baru untuk terus berkarya dan memberkati orang-orang. Saya juga bisa bertemu dengan sejumlah teman di sana dan jangan lupa menikmati mie di sana hahahaa. Yah, walaupun standar rasanya memang kurang pas di selera saya.

Lalu mungkin ada dari Anda yang bertanya-tanya. Apa hubungannya cerita itu dengan tema hari ini? Saya percaya setiap fase dalam perjalanan hidup saya bersama Tuhan tidak ada yang kebetulan. Begitu juga dengan fase perjalanan hidup Anda.

Dalam perenungan saya, saya mencoba melihat hal-hal yang sudah saya lewati dan yang sedang saya jalani. Saya tidak tahu di masa depan saya akan mengadapi hal tertentu dan saya yakin begitu pula dengan Anda.

Keputusan untuk berlari penuh disertai dengan konsekuensi yang perlu disadari. Jika Anda berlari pada fase, jalan, kesempatan yang keliru; Anda akan menemukan diri Anda semakin jauh dari tujuan Anda.

Sebaliknya jika seharusnya Anda berlari tetapi Anda tetap diam atau hanya berjalan, ini juga tidak baik. Anda tidak akan mencapai tujuan Anda pada waktu yang seharusnya.

Memang selama kita berjalan bersama Tuhan, jika kita salah mengambil langkah, dengan pertolongan Tuhan kita tetap dapat memperoleh berkat tertentu. Mengapa demikian? Karena Tuhan dapat mengubah kutuk menjadi berkat.

Hanya saja, jangan salah mengerti. Untuk setiap hal yang kita lakukan ada harga yang perlu dibayar. Semakin keliru yang kita lakukan, semakin besar harga yang harus kita bayar.

Untuk berlari dalam perjalanan bersama Tuhan dibutuhkan keberanian, komitmen, kesungguhan, dan hikmat dari Tuhan. Tanpa itu, berlari akan jadi sia-sia saja. Tapi saat memang Anda tahu harus berlari, kerahkan segenap daya dan upaya untuk berlari.

Rasul Paulus berkata: Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Siapkah Anda untuk berlari?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: