All for Glory of Jesus Christ

Jatuh

Saya jadi teringat satu pengalaman saya ketika kecil. Waktu itu usia saya sekitar 5 tahun. Di suatu sore yang cerah, dengan menggunakan sepeda berwarna merah yang sebelumnya menggunakan roda tiga.

Itulah awal saat saya belajar menaiki sepeda. Ketika melihat kakak laki-laki saya sudah menggunakan sepeda dengan roda dua, mengayuh dengan kencang bersama teman-teman sepermainan tiba-tiba saya juga ingin untuk menaiki sepeda beroda dua.

Jadi penyangga roda tiga itu dilepas dan sepeda saya saat itupun akhirnya beroda dua. Mulai dari siang hari yang terik, ayah saya mendorong saya di belakang. Saya merasa bisa bersepeda.

Sorenya kembali saya menaiki sepeda saya dengan ayah saya mendorong dan memegangi bagian belakang sepeda saya. Ketika saya sedang asyik mengayuh, saya ingat benar waktu itu saya menengok ke belakang. Ternyata ayah saya tidak ada di belakang.

Ayah saya melepaskan pegangannya pada bagian belakang sepeda saya. Sepeda yang saat itu sudah meluncur mulus, tiba-tiba karena saya panik akhirnya kehilangan kendali. Sayapun mendarat di selokan yang ada.

Saya ketika itu bertanya kepada ayah saya waktu itu, mengapa beliau melepaskan pegangannya pada bagian belakang sepeda saya sehingga saya jatuh dan masuk selokan? Ayah saya menjawab supaya saya cepat bisa naik sepeda. Terbukti bahwa saya sudah bisa naik sepeda, hanya ketika saya menoleh ke belakang dan panik bahwa ayah saya tidak memegangi bagian belakang sepeda saya itulah awal mula saya jatuh.

Peristiwa ini sebenarnya sudah lama sekali dan saya sudah lupa. Tiba-tiba ketika berhadapan dengan tema hari ini saya jadi ingat. Ah, sungguh-sungguh dalam Tuhan tidak ada kebetulan. Setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup saya, semua sudah dalam kendali Tuhan. Begitu pula dengan hidup Anda.

Pernahkah Anda berpikir mengapa Tuhan membiarkan Anda jatuh? Apakah saat ini Anda dalam keadaan jatuh? Apakah saat ini Anda merasa berada di selokan sama ketika saya dulu masuk ke dalam selokan? Apakah saat ini Anda terluka karena jatuh?

Ada dua jenis orang yang jatuh. Hal ini dituliskan dalam Mazmur. Pertama memang orang yang tidak bermaksud jahat, memang hidup sesuai ketetapan Tuhan, namun jatuh juga.

Kedua adalah orang yang memang melakukan kejahatan. Ketika orang melakukan kejahatan, merencanakan berbuat jahat terhadap orang lain, ingin melakukan hal-hal yang merugikan orang lain.

Kedua jenis orang ini dapat jatuh. Hanya saja perbedaannya dituliskan bahwa bagi orang yang benar apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Sementara itu bagi orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh; mereka dibanting dan tidak dapat bangun lagi.

Dalam Amsal juga ditekankan kejatuhan bagi dua jenis orang ini berbeda akibatnya. Dikatakan bahwa berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.

Orang benar juga bisa jatuh. Mengapa demikian? Mengapa Tuhan membiarkan orang benar juga jatuh? Banyak alasan. Di antaranya:
1. Membuat orang itu bisa mengerti kondisi jatuh yang dihadapi orang lain.
Tanpa seseorang jatuh, ia tidak akan pernah merasakan kondisi orang lain yang jatuh. Dengan ia jatuh, ia bisa lebih mengerti kondisi orang lain. Tanpa jatuh, seseorang lebih mudah untuk menghakimi orang lain yang jatuh. Saat jatuh, barulah seseorang dapat lebih mengerti situasi orang lain.

2. Membuat orang itu bisa lebih bijaksana dan dewasa.
Kebijaksanaan merupakan hasil berproses. Hasil dari mengalami sesuatu, jatuh, bangun; itulah yang memberikan kebijaksanaan bagi seseorang. Peristiwa jatuh juga membentuk kedewasaan seseorang. Saya sudah banyak melihat banyak orang yang jatuh dan kemudian berubah menjadi dewasa begitu cepatnya, karena memang mengerti realita hidup yang keras dan perlu terus bangkit dan bertahan.

3. Membuat orang lebih tahan banting.
Tanpa kejatuhan, orang akan cenderung lebih lunak dan lembek. Dengan peristiwa jatuh, seseorang akan lebih sadar bahwa ia jatuh untuk belajar kuat. Dengan jatuh berarti dasar-dasar yang lemah dan rapuh dihancurkan, untuk digantikan dengan dasar-dasar baru yang benar dan kuat.

4. Membuat orang kembali kepada Tuhan.
Terkadang tanpa peristiwa jatuh, seseorang lupa bahwa ia bukan orang yang terhebat, bukan orang yang selalu di puncak dunia, bukan orang yang paling luar biasa. Peristiwa jatuh memang sangat tidak mengenakkan, tetapi peristiwa jatuh itu juga menyadarkan orang untuk tahu bahwa ia butuh Tuhan, bahwa tanpa Tuhan ia tidak dapat berbuat apa-apa.

Bagi orang yang memang merencanakan kejahatan, asalkan ia mau bertobat dan kembali kepada Tuhan, selalu akan ada jalan kembali. Tuhan maha baik, bahkan begitu baiknya sampai-sampai Ia bersedia mengambil rupa seorang manusia, menderita sengsara di kayu salib demi menebus dosa manusia.

Tidak cukup demikian, Ia juga mati di kayu salib untuk menuntaskan penebusan dosa manusia, ya dosa Anda dan saya. Karena Ia adalah Allah, Ia bangkit kembali pada hari ketiga; mengalahkan maut, untuk kemudian kembali ke Surga dan pada saat akhir nanti kembali ke Bumi untuk memerintah di Bumi.

Bagi setiap orang yang jatuh, sangat penting untuk menyadari bahwa mereka tidak pernah sendiri. Anda yang saat ini jatuh dan memiliki keluarga dan sahabat yang menopang Anda itu sangatlah beruntung. Mengapa demikian? Pengkotbah menyatakan hal ini dengan jelas: Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!

Jika keluarga Anda tinggal jauh dari Anda, juga teman-teman Anda jauh terpisah dari Anda, Anda sangat perlu bergabung dalam komunitas yang dapat menguatkan Anda. Kelompok sel yang memang tepat bagi Anda (sesuai visi, misi, dan memiliki pergumulan yang sama) perlu Anda ikuti.

Bagaimana bila Anda memang sendiri sama sekali? Ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun yang sendiri. Kalaupun tidak ada seorang pun yang menemani Anda, Anda tetap tidak pernah sendirian. Mengapa?

Karena Tuhan selalu beserta dengan Anda. Dalam situasi apapun Ia beserta Anda. Dalam kondisi jatuh, Ia menemani Anda, tidak pernah tinggalkan Anda. Sebegitu cintanya Ia kepada Anda, sampai-sampai Ia yang adalah Allah sendiri rela mengambil rupa seorang manusia yang lemah, untuk menderita sengsara di kayu salib, bahkan sampai mati guna menebus dosa manusia: demi menghapus segala kesalahan, kejahatan, dosa yang Anda dan saya lakukan.

Karena Ia adalah Allah, Ia bangkit pada hari ketiga dan mengalahkan maut. Bahkan tidak cukup hanya itu, sebelum Ia kembali ke Surga; Ia juga berjanji untuk memberikan Roh-Nya sendiri, Roh Allah bagi kita. Setiap kita yang mengakui Yesus adalah Tuhan, kita memperoleh Roh Allah itu dalam diri kita.

Saat kita jatuh, Ia tetap bersama kita. Betapa besar kasih-Nya bagi kita, orang-orang yang sesungguhnya layak untuk dibinasakan. Bahkan saat saya mengetikan hal ini, lagu di iTunes saya berlirik demikian “biar hadirat-Mu slalu bersamaku, ku tahu Engkau tlah menyembuhkanku”.

Dalam Tuhan tidak pernah ada kebetulan, segala sesuatu yang terjadi kalau Ia izinkan terjadi dalam hidup kita, termasuk peristiwa jatuh; itu akan membuat kita belajar sesuatu. Berjalan bersama Tuhan dalam setiap situasi, termasuk dalam kondisi jatuh.

Saat jatuh, itulah saat belajar. Selamat belajar dari jatuh!

Comments on: "Jatuh" (3)

  1. kalau soal belajar sepeda sewaktu kecil,yang ada juga saya dimarahin ama ayah,karena sewaktu disuruh belajar naik sepeda yang ada saya malah mendorong / menuntun sepedanya.Namun kini ayah saya sudah tua,jika mengingat masa kita kecil saya jadi sedih,tak terasa umur kita sudah bertambah dan menjadi dewasa,dan tak terasa pula ortu kita mulai menjadi kakek dan nenek.bersyukurlah kita yang masih dapat melihat ortu saat ini.dan bagi yang sudah tidak dapat melihat ortu lagi…jangan kuatir ! disurga ,dirumah Bapa kita akan berjumpa mereka lagi dan untuk selama-lamanya.

  2. Renungan yang indah. Ketika kita sedang asyik mengayuh kehidupan,kita harus tetap memelihara iman untuk setia dan percaya bahwa Tuhan Yesus setia menuntun dan menjaga kita dari jalan yang berbatu dan berlobang.

    Thanks atas kunjungannya, teruslah berkarya. Damai sejahtera bagimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: