All for Glory of Jesus Christ

Mendung

Setelah melewati hari yang cerah, kita masuk ke hari yang mendung. Mendung tidak selalu hujan bukan? Mendung bisa saja karena matahari sedang mengintip malu-malu di balik awan.

Saat mendung itu paling nikmat karena cuaca tidak lagi terlalu panas, tapi juga tidak hujan sehingga tidak repot untuk mencari tempat berteduh. Walaupun begitu bisa saja menjadi saat yang was-was, seandainya tiba-tiba saja hujan turun.

Umumnya saya pribadi senang-senang saja dengan cuaca mendung. Karena umumnya saya selalu membawa payung dalam tas saya, jadi tidak masalah entah cerah, mendung, atau hujan sekalipun.

Bagi saya sendiri, cuaca mendung merupakan waktu yang pas untuk berpikir dan merenung, walaupun saya suka berpikir dan merenung di setiap waktu hahaha. Yah, sudah suatu kebiasaan. Apalagi sekarang ditemani sebuah combro nikmat, musik dari iTunes, dan laptop kesayangan saya; lengkaplah sudah.

Sebenarnya mendung menggambarkan situasi yang di persimpangan. Mendung itu cerah tidak, hujanpun tidak. Jadi kalau Anda sedang dalam persimpangan, yah inilah cuaca yang sedang Anda hadapi: mendung.

Setiap orang pasti pernah mengalami masa persimpangan dalam hidupnya. Apalagi ketika berkenaan dengan peristiwa-peristiwa yang penting dalam hidupnya, itu merupakan momen yang sangat krusial dalam hidup.

Mengapa masa persimpangan ini sangat penting? Karena biasanya masa persimpangan merupakan masa point of no return, ya suatu masa tanpa ada titik/tempat untuk kembali lagi. Jika Anda salah mengambil keputusan, Anda tidak bisa kembali ke titik awal sebelum Anda mengambil keputusan.

Salah satunya adalah pernikahan. Seorang teman saya baru saja melepas masa lajangnya dan bahkan sebelum ia memasuki masa berpacaran, saya sudah mengetahui sejumlah pergumulannya. Ya, karena ia termasuk satu dari sedikit teman dekat saya.

Jadi saya tahu mulai dari dia berpacaran, seluk-beluk konflik-konflik, persiapan pernikahan, sampai hari pernikahannya. Namun luar biasa, menghadapi masa mendung ia tetap tegar.

Ketika berpikir mengenai pernikahan dengan segala konsekuensinya, ia berpikir dengan matang dan mempertimbangkan segala hal yang harus ia rencanakan. Saya termasuk orang yang ikut berbahagia dengan hasil akhir yang akhirnya diterimanya.

Hal yang saya maksud bukan pernikahannya, walaupun saya juga bahagia untuk pernikahannya, tetapi saya juga bahagia untuk aspek lain yang akhirnya ditempuhnya bersama pasangannya.

Jadi bila Anda sedang mempertimbangkan pernikahan, inilah masa mendung Anda. Pikirkan dengan sangat cermat segala sesuatunya, karena inilah point of no return Anda. Sekali Anda memilih untuk menikah dengan pasangan Anda, Anda harus melangkah dan menerima dirinya apapun resikonya, apapun keburukannya.

Sebaliknya, jika Anda memilih untuk tidak menikah dengan pasangan Anda, jika ia adalah pasangan yang baik maka Anda akan kehilangan dirinya untuk selamanya. Ini memang keputusan yang tidak mudah, tapi setidaknya Anda sudah akan mengetahui pasangan Anda pada saat berpacaran bukan? Setidaknya itu akan membantu Anda untuk mengambil keputusan.

Orang besar yang juga mengalami masa mendung adalah Bill Gates. Sebagai seseorang yang terkenal jenius dan kemudian memang terbukti dengan masuknya ia ke Harvard, ternyata lalu dalam masa mendung ia memilih untuk meninggalkan Harvard yang prestisius untuk mengejar impian menjadi produsen komputer yang bermutu.

Kalau sepintas lalu, jika kita melihat pada satu titik saja; keputusan Bill Gates saat itu merupakan keputusan yang sangat beresiko. Bill Gates yang mengambil jurusan Hukum dan terkenal jenius, jelas jika lulus sebagai lulusan terbaik tidak perlu disangsikan lagi akan menangguk gaji yang sangat besar.

Dari yang saya tahu, gaji pengacara di konsultan hukum di Amerika Serikat itu dihitung dalam jam dan jika seseorang merupakan lulusan dari universitas ternama apalagi merupakan lulusan terbaik, jelas gaji per jamnya akan sangat tinggi.

Akan tetapi, di titik itu Bill Gates melepas peluangnya untuk menjadi seorang ahli hukum di masa depan dan malah merintis usaha di bidang pembuatan perangkat lunak dan komputer. Sekarang kita tahu bahwa dalam masa mendungnya itu Bill Gates telah mengambil keputusan yang luar biasa tepat.

Dalam Alkitab juga penuh dengan tokoh-tokoh yang mengalami masa mendung. Tuhan Yesus, yang adalah 100% Tuhan namun juga 100% manusia juga mengalami hal itu. Ketika di Taman Getsemani, Ia mengalami rasa takut yang amat sangat.

Jika pada masa mendung itu, Tuhan Yesus memutuskan untuk lari dari tugas perutusan-Nya untuk menanggung dan menebus dosa manusia yang berdosa, ah tak terbayangkan akibatnya. Akan tetapi, Tuhan Yesus mampu mengambil keputusan yang luar biasa: menerima semua konsekuensi yang ada sampai akhir.

Karena Ia adalah Allah, Ia tahu dengan persis apapun yang akan dihadapi-Nya. Karena Ia juga adalah manusia, Ia juga mengalami emosi yang dialami oleh manusia. Akan tetapi, ternyata masa mendung tetap tidak mengalahkan Tuhan Yesus. Ia menuntaskan seluruhnya, mencurahkan darah-Nya untuk menghapus dosa umat manusia, di atas kayu salib.

Apakah Anda sedang berada di masa mendung? Berjalan bersama Tuhan tidak berarti Anda akan mengalami cerah terus-menerus, Anda juga akan mengalami masa mendung. Pastikan dalam saat mendung ini, Anda akan dapat mengambil keputusan yang terbaik.

Keputusan yang terbaik hanya dapat ditempuh dengan adanya dua hal, yaitu informasi dan hikmat dari Tuhan. Informasi yang cukup ini penting karena dalam mengambil keputusan tanpa berdasar atas pengetahuan dan informasi yang cukup akan sangat fatal.

Selain itu hikmat dari Tuhan ini memungkinkan Anda mengambil keputusan yang paling baik. Informasi hanya berguna jika Anda bisa memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang ada. Hanya saja dengan kondisi yang semakin tidak menentu, selain informasi, diperlukan hikmat dari Tuhan untuk mengatasi segala hal.

Pastikan Anda memiliki keduanya dan andalkan Tuhan senantiasa dalam perjalanan Anda bersama dengan-Nya. Selamat mengatasi masa mendung!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: