All for Glory of Jesus Christ

Asam

Asam, ah mengingat kata itu saya jadi kembali ke masa-masa SMU di tengah salah satu mata pelajaran yang saya sukai, yaitu Kimia. Di sana dijelaskan bahwa asam memiliki PH kurang dari 7 dengan cara mendeteksinya dijelaskan secara terperinci.

Mengingat mungkin tidak semua orang menyukai pelajaran yang satu itu, saya tidak akan membuat Anda berjerih lelah untuk membaca perincian hal itu. Hanya saja karena hari ini artikel saya bicara tentang asam, saya jadi teringat sejumlah teman yang sedang mengandung.

Ya, sejumlah teman saya sedang mengandung. Ada yang mengatakan sedang dalam kondisi mual-mual, ada juga yang mengatakan tidak mual. Menarik sekali. Pada umumnya katanya mual akibat mengandung itu dapat diatasi dengan makan mangga muda yang rasanya asam.

Saya sendiri karena belum pernah mengandung jadi tidak pernah tahu kebenaran hal itu. Harus saya buktikan dulu kelak baru saya bisa memberikan pernyataan tersendiri. Akan tetapi memang makan asinan (atau harusnya asaman, karena rasanya asam) menyebabkan sensasi rasa segar setelah memakannya.

Berkaitan dengan asam, yang biasanya populer dengan rasa asam adalah jeruk nipis, lemon, dan cuka. Ketiga serangkai ini umum ditemui dalam acar. Hanya saja untuk alasan kesehatan, dua yang pertama relatif lebih aman daripada cuka.

Terutama bagi yang mengidap sakit lambung (maag) yang cukup serius, saya sangat tidak menganjurkan untuk mengonsumsi cuka. Karena efeknya biasanya langsung terlihat keesokan harinya paling lambat, jika cepat setidaknya sore atau malamnya (dengan catatan mengonsumsi cuka pada pagi atau siang hari).

Hal yang menarik saya amati adalah orang-orang yang memiliki sakit lambung pada umumnya akan kumat penyakitnya bila mengalami stress. Asam lambung yang tinggi meningkat saat stress dan menyebabkan sakit kepala, perut mual, kembung, perih, bahkan sakit.

Memang rasa asam ini sedikit banyak lebih beresiko. Namun selain efek negatifnya, asam juga memiliki efek positif. Contohnya sebagai pengawet makanan. Agar makanan tidak mudah rusak, pemberian cuka dapat membuat makanan relatif lebih tahan lama.

Berkaitan dengan asam ini, dalam Yesaya diceritakan mengenai sesuatu kisah, yaitu sebagai berikut: Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.

“Ia” di sini adalah Allah. Sementara “pokok anggur pilihan” adalah umat pilihan-Nya. Menarik sekali bahwa di Yesaya ini berpadanan dengan cerita lain pada Yohanes mengenai Allah Bapa sebagai pemilik kebun anggur, Yesus sebagai pokok anggur, dan kita umat-Nya sebagai ranting-rantingnya.

Satu bagian dari Perjanjian Lama, sementara satu bagian dari Perjanjian Baru. Keduanya menggambarkan hal yang sama. Tuhan menginginkan kita menjadi anggur yang baik, menjadi orang-orang yang berbuah banyak.

Karena kasih-Nya yang besar, Tuhan mendidik, membentuk, mengajar, menuntun kita. Akan tetapi sayang sekali ternyata ketika ditunggu hasil yang diperoleh adalah anggur yang asam. Sementara di Yohanes dikatakan bahwa tanpa tetap tinggal melekat pada pokok anggur, ranting tidak dapat berbuat apa-apa.

Kedua hal ini mengacu pada hal yang sama. Pada saat kita hanya mengandalkan diri kita sendiri dan lupa untuk melekat kepada Tuhan Yesus, sang pokok anggur yang sejati, itulah saatnya segala hal yang kita usahakan jadi sia-sia. Bahkan kalaupun berbuah, hasilnya adalah anggur yang asam.

Kedua hal ini penting sekali untuk saling bekerja sama. Kita harus melekat pada Tuhan Yesus, pada saat yang sama kita juga perlu giat melakukan setiap kehendak-Nya. Karena pada dasarnya untuk berbuah juga perlu upaya aktif dari diri kita, bukan hanya sekedar menunggu Tuhan yang bekerja.

Anggur yang masam (dari sini) terjadi karena:
1. Ditanam pada kondisi tanah yang terlalu basah.
2. Buah memang belum masak.

Nah, lingkungan tempat Anda berada itu sangat penting. Apakah Anda mengondisikan diri Anda berada dalam lingkungan yang tepat? Anggur yang ditanam di kondisi tanah yang terlalu basah dapat dikurangi keasamannya dengan cara memberikan pupuk dengan unsur N dan K yang dalam jumlah berimbang atau dengan teknologi pengelolaan air.

Jadi bagi Anda yang tidak berada dalam lingkungan yang tepat, tidak perlu kecil hati. Saat ada kemauan pasti ada jalan. Pupuk merupakan sesuatu yang menyuburkan. Hal ini bisa berarti Anda rajin membaca firman Tuhan, memuji dan menyembah Tuhan, dan mengucap syukur setiap hari baik dalam doa maupun dalam keseharian Anda.

Pengelolaan air berarti kedisiplinan dan kemauan untuk bekerja keras. Untuk mencapai sesuatu harus ada harga yang dibayar. Misalnya: walaupun lelah, walaupun malas, walaupun kondisi sedang sulit, tetapi tetap bersukacita dan tidak mengeluh.

Mengenai kondisi buah yang memang belum masak, saya yakin Tuhan tidak akan pernah memetik jika kondisi kita belum masak. Dalam ayat di Yesaya saya yakin dalam kondisi sudah masakpun ternyata Tuhan menemukan buah anggur yang asam.

Jika kita belum matang saat ini, jelas kita harus menjadi matang dulu. Persoalan hidup akan membuat kita lebih matang. Jadi jangan kuatir, masalah yang datang justru akan membuat kita menjadi buah anggur yang matang dengan catatan kita menyikapi masalah tersebut dengan sikap yang benar.

Bagaimana jika kita sudah menjadi matang tapi tetap asam? Apakah ada dalam diri kita bagian yang perlu dibuang? Dalam ayat di Yohanes dikatakan ranting anggur perlu dipangkas. Apakah ada hal-hal yang akan membuat kita sulit menjadi manis dan sebagai kecenderungannya akan terus asam?

Selamat mengatasi rasa asam!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: