All for Glory of Jesus Christ

Pahit

Pahit merupakan salah satu komposisi rasa yang penting. Saya masih ingat satu makanan yang pahit itu adalah sayur pare atau paria. Jenis sayur ini memang luar biasa pahit tapi ternyata kandungan antioksidannya sangat tinggi.

Antioksidan itu penting untuk menangkal elemen radikal bebas (hidroksil) di udara. Elemen radikal bebas di udara itu bisa berefek negatif bagi kesehatan manusia. Kanker adalah salah satu contohnya. Elemen radikal bebas ini juga berefek negatif untuk kecantikan.

Jadi ternyata si pemilik rasa pahit ini berguna sekali bagi tubuh kita. Memang jangan pernah menilai buku dari sampulnya, jangan pernah menilai makanan dari rasanya. Walaupun rasa nikmat itu penting, manfaat gizi makanan itu juga penting.

Hal yang sangat menarik ketika beberapa waktu yang sudah lalu saya menonton acara Oprah Winfrey dan di sana diketengahkan mengenai ibu yang kesulitan memberi makan anaknya sayur-sayuran serta buah-buahah. Hal yang luar biasanya si ibu ini tidak berperang dengan anaknya dengan memaksa anaknya untuk makan.

Jadi seperti lazimnya pemberian sistem reward dan punishment bagi anak, bila anak makan makanan sehat diberi hadiah, sementara bila menolak diberi hukuman. Tapi di acara tersebut ternyata sang ibu sangat kreatif, mengolah sayuran dan buah-buahan menjadi bentuk ekstraknya dan kemudian mengolahnya dalam bentuk makanan yang lebih disukai anak-anak. Menarik sekali tayangan ketika itu.

Bukan hanya paria, saya akan mengetengahkan sumber lain yang memiliki rasa pahit. Apakah Anda mengenal yang namanya bratawali? Si pemilik rasa pahit yang luar biasa? Ya, saya mengenalnya ketika saat ospek dulu. Ketika itu saya diberi makan agar bercampur bratawali.

Rasanya? Nikmat tentu saja hahaha. Untungnya saya memang termasuk yang cukup tahan makan makanan yang pahit. Asal saya telan saja dan tak mencicipi rasanya saya akan baik-baik saja.

Ternyata kandungan bratawali memang luar biasa. Dulu saya hanya diberitahu bahwa bratawali itu berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh. Dari sini, saya memperoleh informasi bahwa diabetes mellitus, hepatitis, rematik, dan gatal-gatal juga dapat disembuhkan dengan bratawali. Luar biasa!

Masih belum cukup puas? Selain bratawali saya masih menemukan dua kategori kelas berat lainnya. Kalau pare itu saya bisa katakan masih kelas ringan, bratawali kelas sedang. Dua hal yang termasuk kelas berat yang pernah saya cicipi untuk waktu lama adalah daun sambiloto dan daun inbau.

Daun sambiloto waktu itu saya konsumsi cukup lama untuk mencuci darah karena memang saya memiliki masalah dengan jerawat. Jadi daunnya direbus dan air rebusannya yang diminum. Rasanya? Jangan tanya. “Nikmat” sekali! Hahahaha.

Walaupun tidak saya cicipi dan langsung saya teguk seketika, itu sudah cukup membuat saya setiap kali meminumnya ingin muntah. Mengapa? Karena rasanya pahit luar biasa. Entah bagaimana memang masalah jerawat ini cukup panjang juga berurusan dengan saya sehingga saya mengonsumsi minuman dewa ini cukup lama sebelum akhirnya saya angkat tangan dan pergi ke konsultan kesehatan kulit dan dokter kulit.

Sambiloto itu memang khasiatnya tinggi sekali, walaupun rasanya memang sangat ajaib pahitnya hahaha. Dari sini, saya memperoleh berbagai khasiat sambiloto. Mulai dari pelindung hati dari zat racun, mengatasi diare, batuk, radang paru-paru, diabetes, sampai penyakit kudis. Luar biasa bukan?

Satu lagi yang menurut saya termasuk kelas berat dari pemilik rasa pahit adalah daun inbau. Daun inbau ini juga pernah saya konsumsi cukup lama karena berkaitan dengan masalah menstruasi yang akut: tidak teratur, sakit, bahkan sempat membuat saya hampir pingsan.

Dari ibu saya yang memiliki teman yang juga memiliki masalah sama, diperoleh informasi tentang daun ini. Memang ternyata terbukti ampuh karena sekarang saya tidak memiliki masalah yang satu itu lagi. Akan tetapi, jangan tanya rasanya! Pahit luar biasa. Saya beri nilai 10 untuk pahitnya.

Kalau dulu waktu meminum rebusan daun sambiloto saya sudah mau muntah, ketika meminum daun inbau itu lebih-lebih lagi. Hanya saja ternyata dari pengalaman saya, ketika saya mencoba meminum lebih dari satu gelas dalam waktu yang berurutan, ternyata pada kesempatan gelas kedua rasa pahitnya itu hilang.

Memang ternyata manusia termasuk alat inderanya (dalam hal ini: indera perasa, yaitu lidah) merupakan makhluk kebiasaan. Jadi kalau berulang-ulang melakukan sesuatu akan terbiasa. Begitu juga setelah minum gelas kedua, rasa pahitnya sudah tidak terlalu terasa lagi.

Bahkan selain empat hal sang empunya rasa pahit yang sudah saya sebutkan, pada umumnya obat memiliki rasa pahit. Kalau mau dipikir-pikir ternyata memang tidak semua hal yang pahit itu merugikan.

Bahkan pengalaman hidup yang pahit, justru bisa menjadi pemacu untuk menjadikan hidup ke arah yang lebih baik. Sudah banyak sekali yang memberikan kesaksian bahwa masa lalu yang pahit, ketika disikapi dengan benar ternyata malah menjadi titik balik menuju ke arah kedewasaan hidup.

Banyak orang yang ketika menghadapi kenyataan yang pahit dan mengecewakan lalu datang pada Tuhan, ternyata menemukan bahwa hal yang mereka alami itu bisa mereka atasi. Tidak ada yang tidak mungkin diatasi oleh Tuhan.

Penyakit yang divonis dokter sudah tidak tersembuhkan, masa lalu yang berantakan, kondisi keuangan yang tidak memungkinkan untuk hidup, menikah bertahun-tahun dan belum dikaruniai anak, peristiwa penipuan dalam bisnis dan kehidupan cinta, dll; semuanya itu bersifat pahit.

Hanya saja segala hal yang pahit kalau memang diizinkan Tuhan terjadi, tentu saja pada akhirnya jika disikapi dengan tepat akan membawa pada ujung yang manis juga. Memang dalam Tuhan tidak pernah ada yang sifatnya kebetulan. Ia terlalu besar dan terlalu berkuasa untuk dikalahkan oleh probabilitas dan kebetulan.

Setiap peristiwa pahit yang diizinkan Tuhan, bahkan dari yang saya alami sendiri ternyata memang sangat bermanfaat. Mengapa demikian? Karena lewat hal-hal itu saya akan dipertemukan dengan orang-orang yang mengalami hal yang sama di masa yang akan datang.

Bukan hanya saya, tapi sejumlah teman-teman saya juga mengalami hal yagn sama. Itulah sebabnya benar sekali yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma: kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kebaikan bukan berarti dalam sudut pandang kita yang terbatas, tapi dalam sudut pandang Allah yang tidak terbatas. Dalam perjalanan Anda bersama Tuhan kalau hari ini Ia izinkan Anda melewati hal-hal yang pahit, tetaplah berjalan dan jangan ikut menjadi pahit.

Hal-hal yang pahit yang terjadi di sekitar Anda dan pada diri Anda itu adalah sesuatu yang di luar kontrol Anda, sementara hal yang Anda pikirkan dan rasakan itu ada dalam kontrol Anda. Untuk menjadi pahit saat menghadapi peristiwa yang pahit itu adalah pilihan. Kalau hari ini Anda merasa pahit, coba pikirkan ulang:
1. Apakah dengan merasa pahit, Anda akan merasa lebih baik?
2. Apakah dengan merasa pahit, Anda menguntungkan diri Anda?
3. Apakah dengan merasa pahit, Anda mengubah kejadian yang telah terjadi?

Selamat mengolah rasa pahit!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: