All for Glory of Jesus Christ

Pedas

Hari ini kita sampai pada rasa yang terakhir, yaitu pedas. Saya pribadi paling suka dengan makanan yang pedas. Sampai-sampai ada sejumlah makanan yang kalau tidak pedas rasanya tidak nikmat, walaupun ada juga sejumlah makanan yang bisa saya makan tanpa menggunakan sambal.

Pedas itu biasa identik dengan si kecil cabe rawit. Cabe rawit dulu saya pernah baca selain kandungan pedasnya itu ternyata mengandung vitamin C dalam kadar yang cukup tinggi.

Efek dari rasa pedas ini adalah menyebabkan hilangnya rasa mengantuk. Rasa pedas ini juga meningkatkan selera makan. Bahkan seingat saya dulu dikatakan bahwa rasa pedas ini dapat dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan.

Wah, bagaimana caranya? Katanya demikian, karena ketahanan setiap orang dalam mengonsumsi makanan yang pedas, dengan makan sambal dalam jumlah yang melebihi ketahanan akan menyebabkan perut tidak mampu menahannya akibatnya diare.

Kalau diare, maka kemungkinan berat badan akan menurun. Yah, tapi ide itu tidak terlalu baik juga. Karena memang resikonya juga tinggi. Jika diare terus-menerus, malah bisa menyebabkan badan tidak dalam kondisi sehat. Ini malah tidak baik.

Di Amsal ada dibahas mengenai hal pedas ini, yaitu: jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. Perkataan yang pedas memang tidak enak didengar dan seringkali membuat marah bagi yang mendengarnya.

Hanya saja, kita juga perlu melihat isi dari perkataan pedas tersebut. Apakah isi perkataan tersebut adalah suatu hal yang baik? Apakah memang isi perkataan tersebut adalah hal yang berguna? Terlebih lagi apakah isi perkataan itu adalah sesuatu yang membangun?

Dalam komunikasi, apalagi dalam komunikasi tertulis mungkin, bahkan besar sekali kemungkinannya terjadi salah paham dalam komunikasi. Pihak pemberi pesan bisa saja merasa dirinya tidak memberikan pesan yang pedas. Di lain pihak pihak penerima pesan bisa saja merasa pesan yang diberikan itu adalah pesan yang pedas.

Sebaliknya bisa saja pesan yang diberikan itu memang pedas, hanya saja sang penerima pesan ternyata tidak menganggap pesan yang diberikan itu bersifat pedas. Memang untuk hal kedua ini sifatnya positif.

Dalam komunikasi tertulis memang perlu pemahaman terlebih dahulu akan karakter pihak yang diajak berkomunikasi sehingga akan dapat mengurangi kesalahan dalam komunikasi. Memang walaupun sudah memahami karakter pihak yang diajak berkomunikasi, kesalahpahaman dalam berkomunikasi tetap mungkin terjadi. Hanya saja sifatnya relatif lebih rendah daripada tanpa memahami sama sekali pihak yang diajak berkomunikasi.

Peristiwa yang tidak mengenakkan dan menyakitkan bisa saja bersifat pedas dan menyengat. Hanya saja peristiwa tersebut hanya akan terasa pedas dan menyengat jika memang kita izinkan demikian.

Kejadian demi kejadian bisa saja terjadi kepada kita, hanya saja efek dari kejadian itu lebih tergantung dari cara pandang dan sikap hati kita dalam menghadapinya. Ada yang menghadapi kejadian yang pedas dan menyengat dengan cara yang sama pedas dan menyengatnya sehingga akibatnya bertambah pedas dan menyengatlah yang terasa.

Ada juga yang menghadapi kejadian yang serupa dengan cara yang tidak pedas. Memang ini semua ditentukan dari cara pandang dan sikap hati kita terhadap masalah. Dalam perjalanan hidup kita berjalan bersama Tuhan, tidak semua peristiwa akan terasa manis, bisa saja terasa pedas dan menyengat sekalipun.

Di sanalah kuncinya terletak dari pertimbangan dan pilihan kita untuk mengatasinya. Kejadian yang pedas sekalipun jika bisa kita olah dapat menjadi sesuatu yang nikmat pada akhirnya.

Selamat mengolah rasa pedas!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: