All for Glory of Jesus Christ

Sakit

Kemarin tiba-tiba saya sakit. Beberapa hari sebelumnya memang pernah sakit juga, tetapi sudah sembuh. Benar-benar mengherankan karena memang saya sangat jarang sakit. Saya perhatikan ternyata banyak teman-teman saya yang juga sedang sakit. Banyak yang mengatakan mungkin efek dari perubahan cuaca.

Sakit sebenarnya merupakan suatu kesempatan khusus untuk beristirahat. Saat ini juga saya sambil beristirahat sambil mengetikkan hal ini. Memang sakit tidak menyenangkan sama sekali. Hanya bisa tidur dan tidur. Hanya saja memang sakit merupakan cara tubuh berteriak bahwa kemampuan dirinya untuk bertahan sudah sampai pada titik puncak.

Sayang sekali karena sebenarnya besok saya seharusnya bertemu dengan teman-teman dari forum. Tetapi karena sakit, saya terpaksa harus istirahat saja di rumah. Hanya saja walaupun begitu saya juga patut bersyukur. Minggu depan seharusnya saya mulai mengajar lagi. Untungnya ketika saya lihat, ternyata saya masih bisa meniadakan satu kali kuliah karena memang dari jumlah bahan masih mencukupi waktu yang tersedia. Puji Tuhan.

Zaman dulu bahkan orang yang sakit, yaitu sakit kusta diberikan suatu perlakuan khusus. Di Imamat dicatat bahwa orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!

Sebenarnya kalau dipikirkan hal itu tidak manusiawi. Siapakah yang ingin terkena sakit kusta? Saya yakin jawabannya tidak ada. Hanya saja karena zaman dahulu memang pengobatan belum secanggih sekarang dan memang penyakit kusta bersifat menular, perlakuan yang dikenakan tersebut bertujuan untuk mencegahnya penularan yang lebih lanjut kepada orang-orang lainnya.

Dalam seluruh Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) dicatat banyak sekali perbuatan Tuhan Yesus yang menyembuhkan orang yang sakit. Penyakitnya bukan penyakit ringan seperti flu atau sakit perut, tetapi penyakit-penyakit yang bisa dikategorikan kelas berat.

Banyak dicatat mengenai orang yang kusta, lumpuh, buta, sakit pendarahan, dan lain-lain yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Kalau penyakit flu dan sakit perut di zaman sekarang, setidaknya tidak akan terlalu berefek terlalu dahsyat bagi kehidupan kita. Ya, walaupun memang itu mengganggu aktivitas, tapi efeknya jelas tidak sebesar penyakit-penyakit kusta, lumpuh, buta, pendarahan, dan lain-lain pada zaman dahulu.

Bukan saja karena memang pengobatan belum secanggih sekarang, tetapi juga perlakuan terhadap orang sakit itu sungguh menyedihkan. Seolah-olah mereka menjadi warga negara kelas tiga atau empat. Tersisih dan tersingkirkan, tanpa dapat membela diri. Padahal siapakah yang ingin mendapat sakit yang demikian itu? Siapakah yang memilih ingin menjadi penderita sakit?

Kasih Tuhan begitu nyata karena Ia menyentuh orang-orang sakit ini dan bukan hanya menyembuhkan sakit mereka, Ia juga menyentuh diri mereka sebagai seorang manusia. Ya, orang-orang yang disisihkan dan dipinggirkan ini tidak dibuang oleh Tuhan Yesus, malah seperti yang Ia katakan bahwa Ia datang bagi mereka yang sakit, karena Yesuslah penyembuh.

Sampai sekarang kuasa-Nya masih bekerja menyembuhkan secara ajaib orang-orang dengan penyakit yang bermacam-macam. Selain secara ajaib, Tuhan juga bekerja lewat dunia pengobatan modern saat ini. Jadi kita perlu bersyukur bisa hidup di zaman sekarang, karena inilah zaman yang luar biasa.

Para dokter dan para perawat, apoteker, apotik, dan toko obat kesemuanya itu merupakan partner kerja Allah dalam melaksanakan kuasa penyembuhan-Nya. Pengetahuan yang Tuhan berikan atas diri mereka memungkinkan mereka untuk dipakai dalam menyembuhkan orang-orang yang sakit.

Saya bersyukur memiliki Allah yang luar biasa. Ia bukan hanya peduli akan hal-hal yang bersifat kekekalan, tetapi juga hal-hal yang bersifat kekinian seperti misalnya kesehatan kita. Berjalan bersama Tuhan, mungkin saja kita bisa mendapat sakit-penyakit. Hanya saja saat berjalan bersama-Nya, kita tahu bahwa kita akan mendapatkan kekuatan dan penyembuhan di dalam-Nya.

Selamat sembuh dari sakit!

Iklan

Comments on: "Sakit" (3)

  1. Masih flu, bu? Lekas sembuh! 🙂
    Selamat mengajar ya…

    • Heheheh sekarang ada temennya lagi nih, Bu. Tambah sakit perut, cuma hari ini udah mendingan sih dibanding kemaren. Thanks2. Btw Dikau gimana, Bu? Sudah sembuh juga?

  2. wah wah ternyata emank lg bnyk yg sakit. d kos jg 3 org sakit (termasuk gw).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: