All for Glory of Jesus Christ

Tangan

Saya sudah cukup sering melihat seseorang yang dilahirkan tanpa tangan yang lengkap. Setidaknya di Indonesia terdapat Patricia Saerang yang dilahirkan tanpa tangan. Namun luar biasanya, dengan kondisi tanpa tangan pun ia dapat berkarya: melukis dengan mulut. Luar biasa sekali! Lukisannya indah sekali.

Memang Tuhan itu luar biasa adil. Seseorang yang terlahir dengan keterbatasan fisik ternyata diberikan karunia yang luar biasa. Orang yang terlahir normal belum tentu memiliki karunia yang sama seperti dirinya.

Lalu ada juga Hee Ah Lee, yang hanya memiliki 4 jari saja, yaitu hanya 2 jari di masing-masing tangan. Ah, betapa tragisnya seorang wanita hanya memiliki 2 jari di masing-masing tangannya.

Tetapi ternyata, dengan keterbatasan yang ada, ia mampu menembus itu semua. Ia menjadi seorang pemain piano yang luar biasa. Penampilannya memukau banyak sekali orang yang menyaksikannya.

Saya memiliki beberapa teman yang mendalami piano klasik. Dari mereka saya mengetahui bahwa untuk mendalami piano klasik ini dibutuhkan latihan terus-menerus dan biasanya dimulai dari kecil. Untuk bisa menjadi pemain piano klasik yang baik, terdapat ujian untuk setiap tingkat (grade). Jelas sangat tidak mudah bagi orang yang normal fisiknya untuk menjadi seorang pemain piano klasik yang andal.

Akan tetapi ternyata Hee Ah Lee, seseorang dengan keterbatasan fisik dari lahir, mampu mengatasi itu semua. Pertama kali dilatih oleh ibunya yang terus memberinya semangat untuk maju, setelah itu dilatih oleh guru musik.

Dari sini, saya memperoleh kata-kata motivasi dari sang ibu yang luar biasa, “Kalau kamu berhenti dari sekarang, tidak ada orang yang akan memandang kamu. Kamu pun tidak akan percaya diri. Tenang aja, Tuhan akan membantu dan berada di samping kamu. Karena kekurangan jari, kamu mungkin tidak seperti orang kebanyakan. Tetapi karena kamu punya kekurangan, Tuhan pun pasti akan lebih memberi.”

Saya menonton permainan pianonya lewat televisi, juga wawancara dengan Hee Ah Lee dan ibunya. Sungguh benar-benar tayangan yang menyentuh dan memotivasi.

Satu lagi seseorang yang memiliki keterbatasan fisik yaitu dengan tanpa tangan: Nick Vujicic. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, ia bisa menjadi pembicara kelas dunia yang memotivasi orang untuk berbuat lebih lagi.

Saya pernah menonton videonya dan digambarkan Nic Vujicic begitu mandiri dalam kehidupannya. Tanpa tangan dan kaki, ia tetap dapat hidup mandiri. Bahkan yang luar biasanya, ia sanggup berenang. Bayangkan!

Menonton videonya membuat saya menangis terharu. Seseorang yang dilahirkan dengan keterbatasan, tanpa tangan juga tanpa kaki ternyata bisa menjalani hidup secara luar biasa. Seseorang yang seharusnya menjadi pusat kasihan dan iba dari orang-orang, tetapi justru membalikkan itu semua dan menjadi pusat kekaguman dan membuat orang-orang terinspirasi karenanya.

Ada satu ayat dalam Keluaran yang sesuai untuk menggambarkan mengenai tangan, yaitu tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.

Tangan Tuhan digambarkan sebagai tangan yang penuh kekuasaan dan penuh kekuatan. Memang tanganlah yang membantu kita untuk berkarya. Jangankan tanpa tangan, jika tangan atau jari kita ada yang keseleo saja, aktivitas kita sehari-hari menjadi terganggu.

Menarik sekali melihat ketiga tokoh yang saya angkat tadi, walaupun tangan secara fisiknya lemah bahkan tidak ada, tetapi mereka memiliki tangan yang lain. Tangan secara rohani, yaitu tangan tak kasat mata yang sanggup menyentuh hati setiap orang yang menyaksikan mereka berkarya.

Saya sungguh percaya jika ada suatu hal yang dapat menyentuh hati seseorang, itu karena digerakkan oleh kuasa Roh Kudus. Cara, metode, teknik, mungkin bisa bermacam-macam; akan tetapi hasil akhir tetap sama: menyentuh, menggerakkan, mendorong, dan menghidupkan.

Bagaimana dengan kita sekarang? Kita yang dilahirkan dengan kondisi fisik yang normal. Sering yang terjadi adalah kita mengeluh dengan kondisi fisik kita. Ada yang mengeluh kurang kurus, kurang gemuk, terlalu pendek, terlalu tinggi, tidak cantik, tidak ganteng, pesek, sipit, dan lain-lain.

Padahal di sisi lain, ada orang yang lahir tanpa itu semua. Tanpa tangan, tapi masih bisa berkarya. Sementara kita yang dilahirkan secara normal, dengan tangan, tapi malah mengeluh ini dan itu untuk hal-hal yang bersifat tidak esensial, tidak penting.

Hari ini ada satu pesan yang penting yang perlu kita semua camkan. Pesan ini diambil dari Yesaya, yaitu kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Tangan yang lemah dan lesu, lutut yang goyah, semua bersumber dari hati.

Jika hati kita lemah, maka seluruh tubuh kita termasuk tangan kita menjadi lemah. Kita jadi tidak bersemangat untuk berkarya. Mengapa hati kita bisa lemah? Karena pikiran kita tidak diisi dengan hal-hal yang penting: firman Tuhan.

Saat kita sibuk memikirkan ini dan itu, saat kita jadi sibuk memikirkan diri kita sendiri; itulah saat hati kita menjadi lemah. Kita jadi terlalu sibuk mengasihani diri kita. Padahal kalau mau melihat dengan penuh kesadaran, lebih banyak orang yang tidak beruntung dibandingkan kita.

Jika Tuhan memberikan kita tangan, gunakan tangan itu untuk berkarya. Lakukan yang terbaik untuk kemuliaan nama-Nya. Setiap hal yang Dia berikan bagi kita, itu dapat kita gunakan untuk menyenangkan hati-Nya. Bahkan dengan hanya satu tepukan di bahu seseorang, itu dapat mengangkat kondisi seseorang yang sedang lemah untuk bangkit lagi.

Ayo, mari bangkit! Janganlah manja! Jangan menganggap diri Anda sebagai orang yang paling menderita dan paling tidak beruntung. Hal yang Anda pikirkan tentang diri sendiri, itulah penegasan yang Anda berikan bagi diri Anda. Akibatnya itulah yang Anda rasakan dalam hidup Anda.

Berjalan bersama Tuhan, banyak hal yang bisa kita lakukan bagi-Nya. Berjalan bersama Tuhan, banyak hal yang bisa Dia percayakan bagi kita. Biarlah lewat tangan kita ini, Tuhan mengerjakan banyak hal bagi dunia yang membutuhkan. Biarlah lewat tangan kita ini, kita menyampaikan kasih Allah yang tak terbatas bagi orang-orang di sekitar kita.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: