All for Glory of Jesus Christ

Kaki

Saya jadi teringat sebuah lagu yang mungkin sudah lama sekali. Ini merupakan lagu yang biasa dinyanyikan oleh anak-anak di Sekolah Minggu:

”Tanganku kerja buat Tuhan.
Mulutku puji nama-Nya.
Kakiku berjalan cari jiwa.
Upahku besar di Surga.”

Sebuah lagu sederhana yang penuh dengan keluguan hati seorang anak. Fungsi kaki kita memang adalah untuk berjalan. Walaupun bagi berbagai atlet, fungsi kaki bukan hanya sekedar untuk berjalan. Kaki adalah bagian tubuh yang penting untuk mencapai prestasi.

Saya banyak membaca sejumlah atlet yang tamat karirnya karena mengalami cidera pada kakinya. Padahal yang bersangkutan merupakan atlet yang luar biasa, sayang sekali.

Berapa banyak yang tidak menyadari arti penting sebuah kaki? Bayangkan saat Anda mengalami keseleo atau mengalami gangguan kolesterol ataupun asam urat sehingga Anda sulit untuk berjalan. Saat itu terasa benar fungsi kaki ternyata sangat penting bagi hidup kita.

Hal yang menarik dalam Amsal dan Lukas dikatakan dua hal yang bertolak belakang. Dalam Amsal dikatakan seperti ini: hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, Sementara di Lukas dikatakan: untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

Pada dasarnya kaki kita akan berjalan ke arah kejahatan atau ke arah damai sejahtera pilihan terletak pada diri kita sendiri. Ke arah yang kita pilih, ke sanalah hidup kita akan berada. Jika kita mengarahkan kaki kita ke arah kejahatan, maka hidup kita akan berada di sana. Begitupula jika kita mengarahkan kaki kita ke arah damai sejahtera, maka hidup kita akan berada di sana.

Hanya saja jelas bila kita telah mengalami hidup yang baru karena telah ditebus oleh Kristus, jelas seharusnya kita memilih jalan yang akan membawa ke arah damai sejahtera. Hal yang menarik kemarin saya baru membaca daily devotional yang ditulis oleh Rick Warren. Di sana dituliskan mengenai godaan.

Seringkali kita tahu bahwa kita harus hidup dalam jalan yang benar, namun godaan ternyata datang menghampiri. Apa yang harus kita lakukan? Jika kita tetap diam, kemungkinan besar kita akan jatuh dan berlari ke jalan yang penuh kejahatan.

Pilihan lain adalah kita bisa berlari dari godaan itu. Jika kita sudah tahu kita memiliki kecenderungan jatuh untuk suatu godaan, jelas kaki kita jangan diarahkan ke arah godaan itu. Itu namanya mencobai diri sendiri.

Dalam Amsal dikatakan sebelumnya adalah “hati yang membuat rencana-rencana yang jahat” sebelum dibahas mengenai “kaki yang segera lari menuju kejahatan”. Di daily devotional yang ditulis oleh Rick Warren juga dibahas mengenai untuk mengalihkan fokus dari hal-hal yang salah, untuk beralih ke hal-hal yang benar.

Jadi supaya kaki kita bisa mengarah dan berjalan pada arah yang benar, yang penuh damai sejahtera, jelas hati kita juga harus benar. Hati kita bisa benar, jika pikiran kita juga benar. Jika pikiran kita terfokus akan godaan, maka pada akhirnya kaki kita akan melangkah ke arah godaan itu. Sebaliknya jika pikiran kita dialihkan dari fokus terhadap godaan, maka pada akhirnya kita akan dapat mengabaikan godaan itu dan berjalan menuju jalan yang benar.

Jika Anda sedang dalam kelelahan, dalam kekalahan, ingatlah ayat dalam Habakuk ini: ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.

Kaki rusa itu tidak besar seperti kaki gajah, akan tetapi kaki rusa itu lincah dan dapat berlari kencang. Tuhanlah kekuatan kita. Mungkin ada di antara Anda yang merasa begitu lelah. Merasa begitu lemah dan tak kuat berjalan lagi. Mungkin merasa kaki Anda tak sanggup untuk melangkah setapak pun.

Jangan lupa pada sumber kekuatan kita. Tuhan selalu ada bagi kita. Ia menunggu kita untuk datang kepada-Nya. Jangankan memberikan kemenangan, kekuatan, dan sukacita bagi kita; bangkit dari maut pun sanggup Tuhan Yesus lakukan. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya.

Jika kita bersandar pada sumber kekuatan yang tak pernah habis, kaki kita akan dikuatkan sehingga kita bisa berjejak di bukit-bukit. Di tengah permasalahan, kita masih tetap bisa berjalan dan melangkah dengan tegap, karena kita tahu Tuhanlah yang memampukan kita mengatasi semuanya.

Berjalan bersama Tuhan, menggunakan kaki kita dengan kekuatannya yang terbatas. Berjalan bersama Tuhan, mungkin kita merasa lelah dan ingin beristirahat. Jangan pernah lupa bahwa Tuhan sumber kekuatan kita. Biarlah kaki kita dapat Ia gunakan untuk kemuliaan-Nya. Biarlah dengan kaki kita, kita akan berjalan menuju rancangan-Nya yang sempurna. Biarlah dengan kaki kita juga, kita akan membawa orang-orang untuk mengenal Tuhan: Sang Terang dan Sumber kekuatan yang sejati.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: