All for Glory of Jesus Christ

Tubuh

Setiap orang dikarunia tubuh. Ada yang dikaruniai tubuh yang normal, ada juga yang tidak. Ada yang dikaruniai tubuh yang “sempurna”, tapi ada juga yang tidak sempurna. Mengapa saya memberi tanda kutip untuk kata sempurna?

Kesempurnaan sifatnya sangat relatif. Bagi seseorang bisa saja sempurna, bagi orang lain bisa saja tidak. Contoh yang sangat mudah: kulit yang putih itu bagi sebagian orang merupakan contoh kesempurnaah, sementara bagi sebagian orang yang lain bukan merupakan contoh kesempurnaan.

Sayangnya perihal tubuh ini begitu digembar-gemborkannya dalam berbagai media. Media menciptakan berbagai tipe penggambaran tubuh yang “sempurna”, yang “ideal”. Padahal sempurna menurut siapa? Ideal menurut siapa? Parameter pengukurannya sungguh tidak jelas.

Ada suatu budaya yang mengatakan bahwa memiliki daun telinga yang panjang itu merupakan simbol kecantikan. Oleh karena itu setiap bertambah satu tahun usia seseorang wanita, daun telinganya ditambah satu anting emas yang fungsinya untuk memperpanjang daun telinganya.

Akibatnya semakin bertambah usia seseorang pada budaya itu, daun telinganya semakin panjang karena diganduli oleh banyak anting emas. Itulah kecantikan tubuh menurut budaya setempat.

Pengaruh media bahwa seseorang wanita harus kurus kering; apalagi seorang model pakaian, menimbulkan suatu penyakit baru yang populer. Penyakit itu adalah bulimia atau anoreksia. Suatu penyakit yang diidap oleh seseorang yang ingin tetap kurus padahal yang bersangkutan tidak dapat menahan nafsu makannya.

Akibatnya adalah orang tersebut berusaha untuk memuntahkan kembali makanan yang sudah ditelannya. Entah dengan obat-obatan, entah dengan mengorek (merogoh) tenggorokan sehingga menimbulkan rasa mual.

Sungguh menyedihkan sekali. Selain gangguan terhadap aspek fisik, gangguan terhadap aspek jiwa juga sangat kental terjadi di sana. Orang-orang semakin tidak mencintai tubuhnya sendiri, semakin tidak mencintai dirinya sendiri.

Sangat disayangkan bahwa demi meraup keuntungan, harus mengorbankan banyak orang untuk mencapai tujuan. Tapi kalau mau dipikir dari sisi lain, jika orang-orang tidak terprovokasi (tidak terbujuk) untuk menjadi seperti yang digambarkan dalam media, tidak akan ada korban yang jatuh.

Saya pernah dikatakan oleh seseorang bahwa bagian tubuh saya yang paling tidak menarik adalah paha saya yang katanya sangat besar. Untungnya saya tidak ambil pusing kala itu. Mengapa saya bisa santai saja dengan komentar seperti itu? Karena saya membaca di majalah wanita bahwa pada wanita umumnya penumpukan lemak itu ada 2 kelompok besar.

Kelompok pertama adalah tipe apel, berarti penumpukan lemaknya adalah di sekitar perut (bagian tengah tubuh). Kelompok kedua adalah tipe pir, berarti penumpukan lemaknya adalah di sekitar paha dan pantat (bagian bawah tubuh). Hanya saja informasi yang saya dapatkan adalah orang dengan tipe pir cenderung lebih sehat daripada tipe apel. Untuk tipe apel karena penumpukan lemaknya di perut bisa menyebabkan berbagai tipe penyakit.

Baru-baru ini juga saya membaca penelitian terbaru dalam dunia kesehatan. Faktanya diungkap bahwa orang dengan paha yang lebih besar ternyata memiliki kecenderungan sakit jantung yang lebih kecil. Ah, luar biasa kabar yang menyenangkan bukan bagi para pemilik paha yang besar?

Senada dengan itu diungkap ribuan tahun lalu yang sekarang tertulis di Alkitab, yaitu terdapat di Kitab Amsal: Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Hati yang tenang menyegarkan tubuh. Ini memang suatu fakta yang luar biasa. Pada saat kita mengalami ketakutan, kekuatiran, kemarahan; tubuh kita juga merasakan hal yang sama. Itulah sebabnya umumnya kita paling sering sakit saat mengalami ketakutan, kekuatiran, dan kemarahan.

Sakit jantung, asma, maag dan berbagai sakit pada perut, juga gangguan pada kulit; itu umumnya timbul karena gangguan yang terjadi pada emosi. Dalam istilah psikologi lazim dikenal sebagai psikosomatis. Penyakit yang terjadi karena faktor psiko (jiwa) itulah psikosomatis.

Ternyata hal ini sudah diungkap lebih dahulu dalam Alkitab. Luar biasa sekali! Oleh karena itu saat kita tenang, ternyata tubuh juga bereaksi yang serupa. Saat kita tenang, kita dapat bernafas dengan lebih baik. Oksigen yang masuk dapat digunakan untuk mengedarkan sari-sari makanan yang ada ke seluruh tubuh.

Akibatnya regenerasi dan pertumbuhan sel terjadi. Pembersihan pada tubuh terjadi pula. Akibatnya kita merasa lebih sehat. Jika tubuh kita lebih sehat, kita bisa berpikir lebih baik pula. Akibatnya hidup kita jadi lebih baik pula.

Sebaliknya saat kita berpikir ingin memiliki tubuh seperti orang lain, saat kita kuatir, saat kita takut, saat kita marah; efek dari emosi itu juga dirasakan oleh tubuh. Saya pernah mendapatkan informasi bahwa di Alkitab terdapat 365 kalimat “Jangan kuatir”.

Tadi saya mencoba mencarinya dan ternyata belum menemukannya sebanyak itu. Dugaan saya adalah bukan persis “Jangan kuatir”, tetapi yang senada dengan itu, yaitu “jangan takut”, “jangan kuatir”, “jangan cemas”, dan sejenisnya. Karena saya tadi mencoba mencari kata “takut” dan saya menemukan 430 kata “takut” dalam Alkitab.

Hal yang jelas dinyatakan oleh Tuhan Yesus dalam Kitab Lukas: sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. Hidup kita itu sangat penting dan hidup kita juga ditunjang oleh tubuh kita.

Makanan dan pakaian adalah hal yang menunjang tubuh dan hidup kita. Bagaimana kita bisa hidup, jika tubuh kita tidak sehat? Bagaimana tubuh kita bisa sehat jika tidak ditunjang makanan dan pakaian?

Tetapi Tuhan mengatakan bahwa hidup dan tubuh lebih penting dari makanan dan pakaian. Tuhan kita adalah Allah yang luar biasa. Saya yakin karena Ia pernah merasakan mengambil rupa seorang manusia, jelas Ia merasakan hal yang kita rasakan.

Bagaimana mungkin Ia katakan hidup dan tubuh lebih penting dari makanan dan pakaian? Padahal makanan dan pakaian itu yang menunjang tubuh dan hidup. Karena memang kita hidup walaupun ditunjang oleh makanan dan pakaian, tidak hanya itu saja. Tambahan yang lebih penting adalah kita hidup karena Firman-Nya, karena kehendak-Nya.

Saya pernah beberapa kali membaca kesaksian orang-orang yang bunuh diri tapi tidak mati. Juga kesaksian orang-orang yang mengalami bencana besar: entah pesawat jatuh, gempa bumi, banjir, tanah longsor, kebakaran hebat, peledakan bangunan saat mereka ada di dalamnya dll; namun mereka tidak mati.

Inilah rahasia yang Tuhan berikan kepada kita. Hidup dan tubuh kita adalah anugerah terbesar yang Ia berikan. Kalau Ia katakan bahwa hidup dan tubuh kita lebih penting dari makanan dan pakaian; berarti Ia sudah pasti akan menjamin hidup dan tubuh kita.

Selama kita hidup dalam Firman dan kehendak-Nya, kita akan tetap hidup. Beberapa waktu ini saya sering memikirkan masa depan saya. Saya memikirkan suatu rencana yang sedang saya persiapkan untuk masa depan saya.

Dalam proses itu, karena saya begitu sering memikirkannya, saya mendapati diri saya jatuh dalam rasa takut dan rasa kuatir. Memang siapapun tidak tahu akan masa depannya. Siapakah yang dapat mengerti hari esok, lusa, seminggu, sebulan, dan setahun lagi akan terjadi sesuatu?

Ketidakpastian akan masa depan, akan resiko yang harus saya tempuh, membuat saya sangat takut dan kuatir. Walaupun sudah mempertimbangkan semua aspek, hal yang saya pertimbangkan ke depan itu merupakan point of no return (titik tak bisa kembali).

Ya, bisa kembali hanya saja resikonya memang sulit. Untuk maju berarti ada peluang berhasil atau gagal. Untuk tidak maju, sebenarnya lebih aman akan tetapi juga merupakan titik statis. Hal ini tidak mudah bagi saya. Hanya saja hari ini dengan artikel ini Tuhan mengingatkan kepada saya untuk berpegang pada firman dan kehendak-Nya.

Walau tidak mudah, saya tahu kalau ini adalah kehendak-Nya maka Ia akan menuntun saya melewati apapun. Itulah sebabnya saya mencoba untuk terus berjalan walaupun sesungguhnya saya takut dan kuatir akan masa depan.

Berjalan bersama Tuhan, Tuhan telah mengatakan dengan jelas bahwa tubuh dan hidup kita itu lebih penting daripada makanan dan pakaian. Kalaupun ada kekuatiran dan ketakutan dalam hidup kita, tetap pandang Tuhan dan lihat kemana Ia ingin kita berjalan.

Tubuh kita telah ditebus oleh-Nya. Hidup kita adalah milik-Nya. Biarlah oleh tubuh kita, nama Tuhan dipermuliakan. Biarlah dalam perjalanan kita bersama-Nya, kita dapat menyenangkan-Nya lewat hidup kita.

Dengan tubuh yang terbatas ini, Tuhan biarlah kami melakukan yang terbaik bagi-Mu. Dengan tubuh yang telah Kau tebus ini, biarlah jadi alat bagi kemuliaan nama-Mu.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: