All for Glory of Jesus Christ

Menanti Sang Idaman Hati

Kemarin saya lupa menjelaskan topik bulan ini. Maklum begitu bersemangatnya membahas topik pertama pada Bulan November hehehe. Ya, jadi topik Bulan November adalah mengenai cinta dan permasalahannya.

Mengapa saya mengangkat topik tersebut? Ada tiga alasan. Pertama memang saya sudah lama tidak mengangkat masalah topik cinta. Kedua karena memang saya banyak menemukan masalah mengenai cinta di forum yang saya menjadi salah seorang moderatornya. Ketiga karena memang membahas cinta itu tidak akan pernah ada habisnya. Selalu akan ada tinjauan baru, pendapat-pendapat lain, dan terasa tidak pernah usang.

Ok, cukup mengenai topik bulan ini. Sekarang kita akan beralih pada topik hari ini. Seperti yang saya sudah tuliskan kemarin, saya akan menuliskan mengenai bermain “cantik” dalam menanti sang idaman hati.

Bagian pertama adalah untuk para pria. Saya akan mengambil dua ayat di Efesus berkaitan dengan hal ini:
1. Karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
2. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

Seorang pria yang memiliki pasangan pada akhirnya jika telah menikah akan menjadi seorang suami. Oleh karena itu, tentu saja dalam penantian sang idaman hati, seorang pria perlu memiliki karakter seorang suami seperti yang dituliskan dalam Efesus.

Seorang suami adalah kepala istri, berarti seorang pria harus memiliki kemampuan kepemimpinan. Karena disukai atau tidak, seorang suami kelak akan menjadi kepala dari istri dan keluarganya. Jadi dalam penantian seorang pasangan, seorang pria perlu mengembangkan kemampuan kepemimpinan ini.

Untuk dapat memimpin orang lain, tentu saja seseorang harus dapat memimpin dirinya sendiri dahulu. Bagaimana mungkin seseorang memimpin orang lain sementara ia tidak dapat memimpin dirinya sendiri?

Setidaknya karakter kepemimpinan yang utama adalah menginspirasikan orang lain untuk berubah ke arah yang lebih baik. Selain itu juga pemimpin merupakan orang yang penuh inisiatif. Pemimpin juga dapat menjadi pemersatu dari sejumlah pendapat dan kepentingan yang berbeda.

Nah jika Anda seorang pria lajang yang sedang menantikan pasangan hidup, kelihatannya cukup jelas bahwa Anda perlu mengembangkan aspek-aspek kepemimpinan tadi, setidaknya tiga hal itu. Masih banyak aspek-aspek yang lain, tetapi dimulai dari tiga hal itu kiranya tidak buruk juga.

Selain menjadi pemimpin, seorang suami juga harus mengasihi istrinya. Seorang pria lajang tentunya harus dapat mengasihi, penuh kasih. Hanya saja bukan berarti Anda berlatih mengasihi dengan sembarang wanita. Kasihilah keluarga Anda. Anda bisa mulai dari mengasihi ibu atau saudara perempuan Anda.

Sayangnya saya banyak menemukan kasus di forum yang saya menjadi salah satu moderatornya bahwa sejumlah pria memberikan kasihnya secara sembarangan. Akibatnya malah menyakiti wanita yang diberikan kasih itu.

Kasih seharusnya tidak menyakiti. Kasih seharusnya menjaga, melindungi, menghormati, memelihara, menumbuhkan, dan menghidupkan. Kalau ada yang tersakiti, terluka, dan terlecehkan karena kasih, sebenarnya saya sungguh ragu bahwa itu adalah kasih.

Untuk dapat mengasihi seorang wanita, jelas seorang pria lajang perlu mengasihi dulu dirinya sendiri. Jika mengasihi dirinya sendiri saja tidak mampu, bagaimana mngkin dapat mengasihi wanita idamannya?

Para pria lajang, saya berharap Anda tidak menebarkan harapan ke sana dan kemari dalam upaya memperoleh pasangan hidup. Ingat bahwa berlaku prinsip tabur tuai. Jika Anda menebarkan harapan ke sana dan kemari, dengan hasil akhir banyak wanita yang jadi berharap tentu saja pada akhirnya Anda hanya dapat memilih satu di antaranya, bukan?

Lalu bagaimana dengan sisanya? Saya sudah terlalu sering mendengar kisah sakit hati yang bermula dari pemberian harapan secara sporadis ini. Jika Anda membuat orang sakit hati karena tindakan Anda yang tidak bijaksana dan bisa dibilang cukup egois karena hanya memperhitungkan keuntungan diri Anda: untuk dapat mendapatkan pasangan hidup; Anda bisa menunggu saat datangnya tuaian.

Mendekati seorang wanita itu memang sudah merupakan bagian dari peran Anda, para pria lajang. Dalam mendekati wanita, setidaknya lakukan dengan sopan dan perlakukan sang wanita sebagai makhluk yang setara dengan Anda.

Tidak perlu memandang wanita sebagai makhluk yang fragile, rapuh, lemah; sebegitunya sampai-sampai Anda jadi ekstra hati-hati menghadapi sang wanita. Juga tidak perlu memandang wanita sebagai sosok yang begitu Anda idam-idamkan. Anggaplah wanita ini sebagai sahabat atau bahkan adik perempuan Anda.

Setidaknya Anda tidak akan berlaku tidak sopan kepada adik perempuan Anda bukan? Anda juga pasti menghargai sahabat Anda pada porsi yang pantas bukan? Walaupun saya memiliki sejumlah sudut pandang yang berbeda, bagi para pria lajang tidak ada salahnya Anda untuk membaca artikel yang dikeluarkan oleh satu kelompok pengembangan diri pria di sini.

Setidaknya prinsip-prinsip dasar untuk menjadi seorang pria dikemukakan di sana. Saya tidak selalu setuju dengan setiap hal yang dikemukakan di sana, akan tetapi sejumlah besar yang dikemukakan baik sekali untuk disimak dan diterapkan dalam kehidupan Anda.

Bagian kedua tentu saja untuk para wanita lajang. Ayat pertama saya ambil dari Efesus, sementara yang kedua dari Amsal.
1. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
2. Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.

Seorang wanita jika kelak menikah tentu saja akan menjadi isteri. Seorang isteri dikatakan harus tunduk kepada suaminya. Tunduk sebagai bentuk menghormati suaminya.

Jadi inilah yang perlu kita latih, para wanita lajang: tunduk dan hormat kepada otoritas. Setidaknya jika kita bekerja maka kita memiliki atasan yang kepadanya kita perlu tunduk dan hormat. Jikalah tidak, ada orang tua yang kepadanya kita perlu tunduk dan hormat. Kita bisa berlatih dari sana.

Kedua adalah mengenai masalah kecakapan. Kecakapan di sini berarti keterampilan. Seorang wanita perlu mengembangkan berbagai keterampilan yang tentu saja akan sangat berguna dalam kehidupan berumah tangga. Jadi para wanita lajang, mari kita belajar terus untuk kedua hal ini.

Di atas dua poin untuk masing-masing pria dan wanita lajang, kita perlu mengembangkan sikap taat dan cinta kepada Tuhan. Ini adalah suatu hal yang mendasar yang akan mempengaruhi keseluruhan aspek kehidupan kita.

Saya akan berikan tips praktis bagi para pria dan para wanita untuk menanti sang idaman hati. Bagi para pria, jika mendekati wanita idaman Anda, tidak perlulah dengan merayu-rayu. Simpan saja rayuan itu kelak jika sudah menjadi kekasih atau isteri Anda.

Tunjukkan karakter Anda sebagai pria yang memang dapat diandalkan, dapat memimpin, dan dapat dipercaya. Setidaknya jangan lakukan seperti yang saya tulis di blog saya yang satu lagi (silakan baca di sini dan di sini).

Bagi para wanita, menunggu memang bagian dari peran Anda. Ketika didekati seorang pria, tunjukkan bahwa Anda adalah wanita yang dapat menghargai, penuh kecakapan, dan bersahabat.

Ada satu catatan yang sangat penting yang perlu saya tekankan bagi para wanita: didekati pria bukan berarti pria itu benar-benar jatuh cinta kepada Anda. Jadi Anda perlu berhati-hati sekali untuk memberikan hati Anda. Jangan pernah memberikan hati Anda terlalu cepat, apalagi bila sang pria belum mengungkapkan dan meminta Anda menjadi pasangannya.

Juga saya sangat ingin mengingatkan pada par wanita lajang untuk juga tidak menebarkan harapan kepada setiap pria yang mendekati Anda. Prinsip tabur tuai yang saya jelaskan sebelumnya untuk para pria juga berlaku bagi Anda.

Selamat menanti sang idaman hati dan ingat untuk selalu bermain “cantik”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: