All for Glory of Jesus Christ

Memperjelas Hubungan

Apakah Anda saat ini sedang melajang? Apakah Anda merindukan pasangan hidup? Untuk mendapatkan pasangan hidup biasanya prosesnya dimulai dari persahabatan, lalu dilanjutkan dengan tahap pengenalan lebih jauh (biasa disebut sebagai pendekatan), lalu pacaran. Dari pacaran, kemudian tunangan, akhirnya menikah.

Artikel hari ini akan membahas masa peralihan dari pendekatan ke pacaran. Dalam masa pendekatan berarti posisi Anda sebagai teman dari orang yang Anda dekati. Untuk beralih ke status pacar, maka diperlukan suatu persetujuan antara kedua belah pihak.

Dalam Kitab Amos dikatakan: berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Persetujuan untuk kedua belah pihak untuk memulai hubungan pacaran biasanya diistilahkan sebagai ‘nembak’. Saya sudah agak bosan dengan istilah yang satu ini.

Jadi saya mengusulkan untuk mengajukan istilah baru sebagai pengganti istilah ‘nembak’. Istilah itu adalah memperjelas posisi. Tanpa memperjelas posisi, kedua orang yang dalam pendekatan ini akan terus dalam masa pendekatan dan dapat menyebabkan kebingungan bagi salah satu atau keduanya.

Pria yang dianugerahi Tuhan peran sebagai pemimpin jelas memiliki otoritas dalam memperjelas posisi ini. Memperjelas posisi dalam hubungan yang ada itu bukan berarti pria sebagai pihak yang lebih lemah. Bukan juga berarti bahwa pria menyerahkan arah dan alur hubungan kepada pihak wanita.

Justru jika pria melakukan tindakan memperjelas posisi, sebenarnya itu merupakan tanda bahwa pria melakukan tindakan kepemimpinannya. Jika seorang pria menyukai seorang wanita namun tidak melakukan tindakan untuk memperjelas hubungan itu dan membiarkan hubungan berjalan tanpa kepastian, sesungguhnya pria ini sedang mengatakan secara tidak langsung bahwa dirinya tidak sungguh-sungguh menyayangi sang wanita.

Mengapa demikian? Jika mau kita telaah, tindakan memperjelas hubungan ini biasanya cukup mendebarkan bagi para pria. Bukan hanya terdapatnya resiko gagal (ditolak) oleh pihak wanita, tapi ada sejumlah pria yang merasa harga dirinya jatuh jika ditolak.

Tentu saja untuk itu, sang pria juga harus berhikmat. Bentuk berhikmat adalah tidak terburu-buru untuk mengambil tindakan memperjelas hubungan sebelum memang sang wanita memperlihatkan tanda-tanda menyukai sang pria.

Oleh karena itu, para wanita sebagai penolong, Anda juga perlu memberikan tanda-tanda bahwa Anda menyukai sang pria, jika memang Anda menyukainya. Tanpa Anda memberikan tanda-tanda itu, sang pria akan lebih enggan dan ragu untuk mengambil tindakan untuk memperjelas posisi dalam hubungan.

Tindakan membiarkan hubungan berjalan tanpa kepastian, sesungguhnya merupakan bentuk mencari aman. Tanpa melakukan tindakan untuk memperjelas posisi masing-masing, jelas tidak ada resiko yang terlibat. Hanya saja membiarkan seseorang yang Anda kasihi berada dalam posisi terombang-ambing dan bingung, itu juga bukan suatu tindakan yang menyenangkan.

Tentu saja jika memang para pria sudah menangkap bahwa sang wanita yang Anda sukai ternyata memang tidak menyukai Anda, alangkah lebih baik jika Anda bersikap ksatria dan mundur teratur. Kembalilah ke fase pertemanan seperti biasa. Tentu saja Anda tidak perlu untuk memperjelas posisi dalam hubungan dengan menyatakan cinta Anda kepada wanita tersebut.

Bagaimana jika yang terjadi adalah sang pria dan sang wanita sama-sama saling menyukai, hanya saja sang pria tidak kunjung mengambil tindakan untuk memperjelas hubungan tersebut? Apakah sang wanita boleh mengambil inisiatif untuk memperjelas posisi tersebut?

Tindakan tersebut sebenarnya adalah porsi sang pria. Jadi hal yang paling baik yang para wanita dapat lakukan adalah memberikan tanda-tanda bahwa memang sang wanita juga menyukai sang pria. Hanya saja biarkanlah porsi memperjelas hubungan itu berada pada tangan sang pria.

Kalau kita mau melihat mengenai tokoh-tokoh di Alkitab, dalam mencari pasangan memang peran untuk memperjelas posisi dalam hubungan tampak jelas di tangan sang pria. Mengapa demikian? Hal ini adalah selain karena memang masalah tradisi (kebudayaan) saat itu, tetapi juga memang karena peran pria itu sebagai pemimpin dalam suatu hubungan.

Jadi zaman bisa berubah. Hanya saja prinsip-prinsip dasar yang ada yang telah Tuhan tetapkan, tetap perlu kita pegang erat. Jadi bagi para pria yang sedang mendekati sang wanita pujaan hati, jika memang Anda sudah yakin bahwa si dia orang yang tepat dan memang dia sudah memberikan tanda-tanda, tidak perlu ragu untuk mengambil tindakan dalam memperjelas hubungan Anda.

Sebaliknya bagi para wanita yang sedang didekati, jika memang Anda sudah yakin bahwa si dia orang yang tepat, jangan lupa untuk memberikan tanda-tanda bahwa Anda memang menyukainya. Tentu saja Anda perlu berhikmat untuk memberikan tanda-tanda yang memang dapat dimengerti oleh si dia, tetapi pada saat yang sama juga perlu diperhatikan supaya tidak berlebihan.

Jadi, bagi yang memang sudah menemukan orang yang tepat, selamat memperjelas hubungan Anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: