All for Glory of Jesus Christ

Orang Tua Tidak Setuju

Bayangkan Anda sudah memiliki seorang kekasih hati. Bersamanya Anda menjalani hari-hari yang indah. Yah, tidak selalu seperti dalam dongeng, ada juga keributan kecil-kecil, tetapi secara umum indah.

Lalu sampailah Anda memperkenalkan sang kekasih kepada orang tua. Ternyata orang tua tidak setuju. Nah bagaimana reaksi Anda? Kesal, marah, kecewa pada orang tua, atau tidak peduli dengan pendapat orang tua dan maju terus?

Dalam Kitab Ulangan dituliskan: hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Dalam Efesus juga ditegaskan hal yang sama: hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Perjanjian Lama dan Baru keduanya menuliskan hal yang sama bagi setiap kita untuk menghormati orang tua kita. Masalahnya apakah menghormati sama dengan menuruti kehendak orang tua?

Untuk menjawab masalah ini memang tidak sederhana. Jawabannya bisa ya atau tidak. Kalaupun tidak ada perintah Tuhan untuk menghormati orang tua, jelas kita perlu menghormati mereka.

Orang tua adalah orang yang melahirkan kita (yaitu melalui ibu kita), membesarkan, mendidik, mengajar kita (yaitu bersama-sama antara ayah dan ibu kita). Tidak berhenti sampai di sana, mereka juga begitu mengasihi kita.

Saya yakin orang tua pada umumnya hanya menginginkan kebahagiaan bagi anaknya. Orang tua pada umumnya menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Saya menuliskan kata pada umumnya karena ada juga orang tua yang di luar umumnya, yang memang egois dan memikirkan kepentingan dirinya sendiri.

Hanya saja, pada umumnya orang tua memiliki kasih yang besar, sehingga rata-rata mereka berharap anaknya bisa mengecap kehidupan yang lebih baik daripada mereka. Mereka pada umumnya berharap anaknya dapat lebih sukses dibandingkan mereka.

Ketika dihadapkan kepada pilihan calon pasangan hidup anaknya, orang tua umumnya berpandangan realistis. Mereka akan melihat calon pasangan hidup anaknya itu memiliki kemampuan untuk menjaga anaknya atau tidak. Selain itu, mereka juga akan melihat calon pasangan hidup anaknya itu memiliki karakter yang baik atau tidak.

Pada umumnya orang tua akan melihat dua hal itu. Baik itu orang tua dari seorang pria atau seorang wanita, pada umumnya akan melihat dua hal itu. Memang selain dua hal itu, ada juga pertimbangan mengenai masalah asal usul, pendidikan, latar belakang keluarga, dan lain-lain. Hanya saja biasanya pertimbangan mereka didasarkan atas kasih mereka yang besar kepada anaknya.

Jika orang tua ternyata tidak menyetujui pilihan Anda apa yang harus dilakukan? Tentu saja Anda perlu berpikir secara obyektif pendapat orang tua memang tepat ataukah tidak. Kalau memang pendapat orang tua itu tepat, tidak ada salahnya mengikuti kehendak orang tua.

Contoh: pasangan Anda memiliki permasalahan dalam hal karakter. Kalaupun pasangan Anda kaya raya, ganteng/cantik, pintar, tetapi memiliki permasalahan dalam hal karakter; ini bisa menjadi masalah di kemudian hari.

Contoh lain: pasangan Anda memiliki perbedaan dalam hal keimanan yang sudah pasti akan mempengaruhi masalah cara pandang dan cara menyelesaikan masalah dalam kehidupan. Hal ini juga akan berdampak besar di kemudian hari.

Jika kedua hal ini yang menjadi alasan orang tua tidak menyetujui pilihan Anda, ada baiknya Anda menuruti kehendak orang tua. Karakter dan iman adalah dua hal yang memang sangat mendasar.

Karakter dan iman dapat membawa Anda ke puncak atau ke dasar. Itu sebabnya dua faktor ini perlu dicermati sekali dalam proses berpacaran. Jika salah melangkah, maka kelak ketika sudah menikah sudah tidak ada jalan kembali lagi. Fase berpacaran bisa dibilang titik kritis dalam hidup.

Bagaimana jika orang tua mempermasalahkan hal-hal yang sifatnya tidak mendasar? Misalnya masalah kemapanan, masalah kekurangmampuan pasangan Anda menarik hati orang tua, dan lain-lain?

Untuk hal ini, karena memang bukan hal yang mendasar Anda dapat mencoba berkompromi dengan orang tua. Anda dapat menjelaskan kepada orang ua secara baik-baik kelebihan pasangan Anda.

Tentu saja dalam hal ini pasangan Anda juga perlu menunjukkan bahwa dirinya merupakan calon pasangan hidup yang baik bagi Anda. Dengan demikian orang tua dapat mengubah pendapatnya kepada calon pasangan hidup Anda.

Orang tua telah mengalami hidup lebih dahulu daripada kita anak-anaknya. Mereka telah memiliki banyak pengalaman dalam hidup. Itu sebabnya sangat perlu bagi kita untuk mendengar pendapat mereka.

Seorang ibu umumnya memiliki intuisi yang tajam. Mungkin ibu Anda tidak bisa menjelaskan secara logis pendapatnya, hanya saja ternyata di kemudian hari bisa terbukti pendapatnya itu.

Hanya saja, memang keputusan mengenai pasangan hidup ini juga ada di tangan Anda. Kalau memang Anda sudah sangat yakin dengan kekasih Anda, tidak ada salahnya untuk memperjuangkan hubungan Anda, terutama bila alasan orang tua Anda tidak masuk akal dan tidak berdasar sama sekali, apalagi jika Anda lihat bahwa kekasih Anda juga tidak memiliki cacat karakter atau hal-hal yang memang dapat memberatkan hubungan Anda di masa depan.

Menghormati orang tua memang suatu keharusan. Hanya saja menuruti orang tua tidak selalu harus demikian, terutama jika yang diminta orang tua adalah hal yang tidak tepat.

Saya mengenal beberapa orang yang mengalami penolakan oleh orang tua kekasihnya. Hanya saja mereka sudah sangat yakin dengan pasangannya sehingga mereka memperjuangkan hubungan itu dengan sangat gigih dalam waktu yang cukup lama. Pada akhirnya orang tua kekasihnya pun akhirnya luluh juga.

Terbukti setelah mereka menikah, ternyata orang tua pasangannya akhirnya mengakui bahwa pasangan yang dipilih anaknya merupakan pilihan yang terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua juga merupakan manusia biasa yang dipengaruhi oleh nilai rasa, emosi, dan pertimbangan-pertimbangannya sendiri yang bisa saja kurang tepat.

Di lain pihak saya juga mengenal sejumlah orang yang mengalami penolakan oleh orang tua kekasihnya dan ternyata memang setelah sekian lama, terbukti bahwa memang kekasihnya itu bukan orang yang tepat.

Ingatlah hal ini baik-baik: karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak (dari Amsal). Entah si dia orang yang tepat, sehingga dibutuhkan perencanaan yang baik untuk memenangkan hati orang tua, atau memang dia orang yang kurang tepat sehingga nasihat dari orang tua dapat menghindarkan Anda dari kesalahan di masa depan.

Iklan

Comments on: "Orang Tua Tidak Setuju" (3)

  1. Setuju banget, sama persis dengan pengalaman saya. Tapi tetap harus diinget bahwa ga semudah itu memutuskan pilihan kita. Dalam doa dan penyerahan diri, mari kita cari tau jawabnya.

  2. klo misalnya pacaran dengan selisih usia yang jauh?
    misal ceweknya lebih tua 5 tahun gimana?
    setujukah kalian smua?

    • Sebenarnya ini lebih tepat di tempat yang lain, tapi tidak apa-apa, saya beri komentar saja.

      Perbedaan umur itu kalau memang tetap sepadan tidak masalah. Artinya yang pria bisa mengimbangi yang wanita ya ga masalah. Hanya saja kalau perbedaan usia terlalu jauh, biasanya fase yang dialami juga sudah berbeda. Bisa saja yang satu sudah memikirkan pernikahan, sementara yang lain masih memikirkan bergaul dengan teman-teman. Hal ini yang bisa jadi masalah. Ya, silakan dicek saja, apakah memang sepadan atau tidak? Silakan baca di artikel yang berjudul “Cinta, Jatuh Cinta, dan Pasangan Hidup.” (bisa dicari di daftar isi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: