All for Glory of Jesus Christ

Dalam suatu hubungan pasti saja akan menemukan masalah keterbatasan dan kelemahan pada pasangan. Mulai dari masalah karakter, masalah kemampuan, dan juga benturan-benturan yang ada. Pertanyaannya adalah seberapa jauh perlu menerima pasangan apa adanya?

Jika memang dari awal Anda melihat pasangan Anda tidak sepadan dengan Anda dan memang ia tidak berusaha untuk membuat dirinya menjadi sepadan, hal ini akan membuat hubungan ini berhenti berjalan. Sulit untuk berjalan dengan seseorang yang tidak sepadan.

Suatu hubungan adalah merupakan sarana yang Tuhan adakan untuk mencapai tujuan yang telah Ia tetapkan bagi kita. Jika dalam hubungan itu, Anda sulit mencapai tujuan yang telah Ia tetapkan atau malah terhalangi oleh keberadaan sang kekasih, maka sesungguhnya keberadaan sang kekasih malah bukan sesuai yang Tuhan maksud bagi kita.

Dalam hubungan yang sehat, seharusnya keduanya akan semakin mudah untuk mencapai tujuan hidup, keduanya semakin dekat dengan Tuhan; di luar dari itu maka sebenarnya hubungan tersebut bukanlah hubungan yang Tuhan maksudkan.

Menerima pasangan apa adanya adalah jika memang bersama-Nya kita dapat mencapai tujuan hidup kita, menjadi semakin dekat dengan Tuhan; tetapi sebagai manusia ia memiliki kelemahan-kelemahan dan keterbatasan-keterbatasan tertentu juga.

Kelemahan-kelemahan dan keterbatasan-keterbatasan ini hendaklah tidak merupakan hal-hal yang memang sangat mendasar. Contohnya: suka melakukan kekerasan, suka mabuk, suka menggunakan obat-obat terlarang, dll.

Jika memang hal itu yang terjadi, jelas Anda perlu menolong pasangan Anda untuk lepas dari kebiasaan buruknya itu. Jika memang pasangan Anda tidak mau untuk lepas dari hal itu, lebih baik Anda tidak bersamanya.

Seseorang yang sungguh-sungguh mengasihi pasangannya akan berusaha menjadi lebih baik, baik untuk dirinya maupun untuk orang yang dikasihinya. Jika untuk mengasihi diri sendiri saja dirinya tidak bisa, bagaimana ia dapat mengasihi Anda?

Sering kali yang terjadi adalah kelemahan-kelemahan pasangan dapat diatasi dengan bantuan kita. Jadi kita dapat menolongnya dalam kelemahan-kelemahannya itu. Begitu juga sebaliknya.

Dalam hal ini, terjadi hubungan yang positif karena kita bersama dengan pasangan dan sebaliknya ternyata dapat meningkatkan diri menjadi lebih baik. Itulah salah satu tujuan memiliki hubungan seperti yang Tuhan inginkan.

Bagaimana jika pasangan Anda memiliki kelemahan dan keterbatasan yang sebenarnya walaupun tidak mendasar, namun membuat kita merasa jengkel dan kesal? Contoh: sering datang tidak tepat waktu, lupa pada tanggal-tanggal penting, tidak romantis, cerewet, dan lain-lain.

Jika memang hal itu mengganggu Anda, coba hal ini dibicarakan dengan pasangan. Anda juga dapat membantu pasangan Anda untuk mengatasi hal tersebut. Terlebih jika hal ini juga dapat membantu pasangan menjadi lebih baik, Anda dapat memotivasi pasangan Anda untuk mengatasi kelemahannya itu.

Jika memang pasangan tetap tidak dapat berubah, perlu Anda pikirkan baik-baik. Dapatkah Anda menerima pasangan Anda walaupun ia tidak berubah? Dibandingkan sifat baiknya, apakah sifat buruknya itu sebanding? Karena sesungguhnya Anda pun tidak sempurna, jadi pasangan Anda juga pasti mengalami permasalahan yang sama juga dengan Anda dalam hal kelemahan dan keterbatasan Anda.

Banyak orang mengharapkan pasangannya berubah, sementara dirinya tidak pernah berubah. Sementara sesungguhnya pada saat dirinya mau menerima pasangannya apa adanya dan mau mengubah dirinya menjadi lebih baik; justru di saat itulah terjadi perubahan.

Bahkan saat pasangan tidak berubah, karena Anda telah dapat menerima pasangan apa adanya dan lebih baik lagi bila Anda dapat mengubah diri menjadi lebih baik; Anda akan melihat pasangan Anda dalam perspektif yang berbeda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: