All for Glory of Jesus Christ

Cinta atau….

I can’t live without you
I’ll be lost without you
I’ll do anything for you
You’re all that I need

Bila ada yang membutuhkan terjemahannya, silakan dibaca di bawah ini.

Saya tidak dapat hidup tanpamu
Saya akan terhilang tanpamu
Saya akan lakukan segala hal untukmu
Kamu saja yang aku butuhkan

Bagaimana kesan Anda setelah membacanya? Apa kesan yang Anda dapatkan setelah membacanya? Kata-kata demikian sering kita jumpai dalam lagu-lagu, puisi-puisi, novel-novel, film-film yang bertemakan cinta.

Kesannya romantis bukan? Menyiratkan cinta yang dalam bukan? Membaca atau mendengarkan kata-kata tersebut, apalagi dari pasangan kita. Hanya saja kalau mau kita gali lebih dalam, sebenarnya kita perlu jeli.

Kalimat pertama sesungguhnya bukan cinta, tetapi bentuk posesif dari diri. Lagipula itu mengandung kebohongan besar. Sebelum bertemu dengan pasangan, lalu selama ini bagaimana hidupnya?

Kalimat kedua juga mengandung kebohongan. Seseorang terhilang bukan karena kehilangan pasangan, tetapi karena pilihan hidupnya untuk menjadi terhilang. Seseorang terhilang karena ia memilih untuk menjauh dan menolak Sang Sumber Hidup, yaitu Tuhan Yesus.

Kalimat ketiga.. hmm.. saya sedikit kuatir dengan kalimat ketiga. Kalau kalimat itu tertulis, “I’ll do many things for you (saya akan melakukan banyak hal untukmu)” itu baik sekali. Hanya saja kalau kalimat ketiga ini yang tertulis, saya sedikit kuatir.

Segala hal berarti termasuk hal-hal yang tidak benar sekalipun. Berarti hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebenaran sekalipun. Kalau pasangan Anda meminta Anda untuk mati demi dia, apakah akan Anda lakukan juga? Kalau ya, berarti ini sungguh bukan cinta.

Kalimat keempat, benarkah demikian? Kalau begitu Anda tidak membutuhkan udara, air, makanan, minuman, pakaian, dan lain-lain? Bahkan kalimat keempat ini sarat dengan unsur pemujaan kepada pasangan.

Mencintai bisa saja di dalamnya terkandung nilai kekaguman. Hanya saja kalau sudah ada unsur memuja, sebenarnya Anda sedang terjerumus dalam perangkap. Jika Anda memuja seseorang saat seseorang itu melakukan sedikit saja kesalahan, maka Anda akan sangat kecewa.

Mari kita tinjau dalam Galatia mengenai perbuatan daging. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.

Kalau mau dipikir-pikir, kelihatannya empat kalimat di awal artikel ini lebih mengandung unsur perbuatan daging daripada cinta. Cinta bukan melulu berisi perasaan yang menggebu-gebu. Perasaan mudah sekali berubah. Jika hari ini Anda mengatakan cinta kepada seseorang, dan beberapa hari kemudian Anda tiba-tiba berubah pikiran karena merasa tidak cinta lagi, itu bukanlah cinta.

Cinta merupakan tindakan, keputusan, pilihan untuk mengasihi dan menjaga pasangan Anda. Cinta merupakan proses bertumbuh bersama, dalam kondisi Anda dan pasangan untuk bersama-sama menjadi individu yang lebih baik.

Cinta bukan hanya berada di sisi pasangan ketika ia berada dalam kondisi terbaik, dalam situasi paling menyenangkan, dalam posisi yang paling menguntungkan. Cinta tetap berada di sisi pasangan, bahkan terutama ketika pasangan Anda berada dalam kondisi terburuk, kondisi paling menyedihkan, dalam posisi yang paling merugikan sekalipun.

Cinta bukan hanya berisi gegap gempita, gejolak emosi yang memuncak, atau sensasi demi sensasi. Cinta bukan hanya berisi bunga-bunga, coklat, dan boneka-boneka lucu. Cinta bukan hanya berisi puisi-puisi, lagu-lagu romantis. Cinta bukan hanya berisi kata-kata dan janji-janji manis.

Cinta juga berisi keseharian. Ketika sedang dalam kesibukan sehari-hari, ketika sedang dalam hiruk-pikuk melakukan ini dan itu, ketika dalam keheningan, ketika dalam kebosanan, semua kondisi yang juga merupakan bagian dari cinta.

Cinta adalah ketika Anda sabar melihat kelemahan pasangan Anda. Cinta adalah ketika Anda mempercayainya dan tidak cemburu (posesif) kepadanya. Cinta adalah melakukan sesuatu bukan karena Anda ingin menyombongkan diri.

Cinta adalah ketika Anda memperlakukan pasangan Anda dengan sopan. Cinta adalah ketika Anda tidak mencari keuntungan untuk diri Anda sendiri dengan mencintainya. Cinta adalah tidak cepat marah dan tidak menyimpan kesalahannya.

Cinta adalah senang ketika pasangan Anda melakukan hal yang benar, sebaliknya mengingatkan, mendoakan, dan menegur ketika ia melakukan yang tidak benar. Cinta adalah ketika Anda dapat menjaga rahasianya.

Cinta adalah dapat mempercayai pasangan Anda dalam porsi yang tepat. Cinta adalah Anda menempatkan iman kepada Tuhan sebagai dasar dari hubungan Anda berdua. Akhirnya cinta adalah kekuatan saat menghadapi badai kehidupan.

Kita semua memiliki cinta sejati dari Tuhan. Sejumlah besar dari kita mendapat cinta sejati dari orang tua, keluarga, dan teman-teman kita. Semoga kita juga mendapat dan memberikan cinta sejati kepada pasangan kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: