All for Glory of Jesus Christ

Kualitas atau Kuantitas?

Apakah Anda seseorang yang sangat sibuk? Apakah 24 jam terasa begitu singkat? Apakah pasangan Anda sering mengeluh mengenai kesibukan Anda? Apakah kesibukan Anda sering menjadi sumber konflik dalam hubungan Anda?

Dalam dunia kerja kesibukan yang tinggi sudah menjadi suatu hal yang umum ditemui. Begitu sibuknya, sampai-sampai timbul istilah TGIF (Thanks God It’s Friday – terima kasih Tuhan ini hari Jumat) karena begitu gembira menyambut akhir pekan.

Begitu tingginya beban kerja, sampai-sampai lembur berhari-hari itu sudah menjadi hal yang biasa hari-hari ini. Hal yang sebenarnya tidak sehat, baik secara fisik maupun mental setiap pekerja. Hal ini juga sebenarnya tidak sehat untuk perusahaan.

Mengapa demikian? Karena jika pekerja lembur berhari-hari, kondisi fisiknya akan terpengaruh. Seseorang yang merasakan tuntutan pekerjaan yang tinggi dan kurangnya istirahat, bisa berefek kepada kondisi mentalnya juga. Jika pekerja di suatu perusahaan kelelahan secara fisik dan mental, berarti akan berpengaruh juga kepada perusahaan secara keseluruhan.

Bagaimana efek kesibukan dalam hubungan Anda? Di satu sisi kesibukan memiliki efek yang baik. Kesibukan adalah ujian bagi suatu hubungan. Dengan tingginya kesibukan Anda dan atau pasangan Anda, maka itu adalah suatu ujian untuk menguji kemampuan komunikasi dan saling mengerti di antara Anda dan pasangan Anda.

Hanya saja, seperti yang dibahas oleh Garry Chapman dalam bukunya Bahasa Kasih, terdapat lima bahasa kasih yang pada umumnya dikenal. Jika Anda atau pasangan Anda memiliki bahasa kasih yang berupa kehadiran, berarti itu artinya Anda atau pasangan Anda memiliki kebutuhan akan kehadiran pasangannya.

Dengan kata lain, Anda atau pasangan Anda jika memiliki bahasa kasih kehadiran, Anda akan merasa dikasihi jika pasangan Anda dapat meluangkan waktu untuk bersama Anda. Begitu pula dengan pasangan Anda akan merasa dikasihi jika Anda dapat meluangkan waktu untuk bersamanya.

Terdapat suatu perkataan bahwa kualitas suatu hubungan itu lebih penting daripada kuantitas waktu yang dihabiskan dalam suatu hubungan. Jadi jika Anda berbicara dengan pasangan Anda selama 15 menit tapi berkualitas, itu lebih berarti dibandingkan Anda beraktivitas santai dengan pasangan Anda selama 1 jam.

Hal ini tidak selalu benar. Di satu sisi, terkadang hal ini benar, tapi di sisi lain tidak selalu demikian. Kalaupun pasangan Anda tidak memiliki kebutuhan akan kehadiran sebesar Anda memilikinya, tetap saja ia akan menginginkan komunikasi yang baik dalam frekuensi yang cukup dengan Anda.

Jadi tetap penting untuk meluangkan waktu untuk bisa bersama pasangan Anda. Apalagi dalam berpacaran, Anda bertujuan untuk mengenal pasangan Anda dengan lebih baik. Bagaimana Anda bisa menikahi seseorang yang Anda tidak kenali dengan baik?

Memang tidak selalu berarti Anda berpacaran lama dengan seseorang itu membuktikan bahwa Anda sudah mengenal dirinya dengan baik. Pengenalan akan seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan lama waktu yang dihabiskannya untuk mengenal diri Anda.

Hanya saja jika Anda baru mengenal pasangan Anda satu minggu atau satu bulan kemudian memutuskan untuk menikah, saya agak ragu bahwa Anda sudah sungguh-sungguh mengenal pasangan Anda. Jadi di sini jelas walaupun kualitas itu penting, kuantitas juga penting. Keduanya sama pentingnya.

Jika Anda tanyakan, manakah yang lebih baik: berkomunikasi dalam frekuensi yang cukup tinggi dalam waktu yang singkat setiap kali komunikasi per hari atau berkomunikasi dalam frekuensi yang rendah dalam waktu yang lama setiap kali komunikasi per hari?

Jawabannya adalah tergantung kebutuhan dari Anda dan pasangan Anda. Selain itu juga tergantung dari kesepakatan Anda dan pasangan Anda. Jadi di sini yang penting adalah Anda dan pasangan Anda menemukan titik temu yang paling tepat dalam hubungan Anda berdua.

Bahkan bagi yang sudah menikah pun, kualitas dan kuantitas ini sama pentingnya. Walaupun telah menikah, setiap hari tinggal dalam rumah dan kamar yang sama, tetap saja kualitas dan kuantitas dalam hubungan ini perlu dijaga.

Bukan berarti saat Anda telah menikah Anda telah mengerti pasangan Anda. Kadang-kadang bahkan setelah menikah lama pun, Anda selalu dapat menemukan hal yang baru mengenai diri pasangan Anda.

Jadi perlu sekali untuk menjaga kualitas dan kuantitas hubungan ini. Ingatlah karena kasih itu tidak mencari kepentingan dan keuntungan diri sendiri, berarti Anda perlu mencari cara untuk memenuhi kebutuhan pasangan Anda. Begitu juga pasangan Anda perlu mencari cara untuk memenuhi kebutuhan Anda. Hal ini berlaku, baik secara kualitas maupun secara kuantitas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: