All for Glory of Jesus Christ

Memberi Tanda Mengasihi?

Memiliki suatu hubungan berpacaran berarti diperlukan rasa saling mengerti akan karakter, cara pandang, termasuk kebutuhan pasangan. Jika pasangan Anda membutuhkan kehadiran Anda, maka bentuk kasih Anda adalah meluangkan waktu untuk berada di sampingnya.

Bagaimana jika pasangan Anda membutuhkan suatu barang tertentu? Salah satu dari lima bahasa kasih yang diungkapkan oleh Garry Chapman adalah hadiah. Jika memang barang tersebut memang diperlukan oleh pasangan Anda dan Anda memang mampu membelinya, tidak masalah jika Anda memberikannya.

Hadiah tidak selalu berupa barang mahal. Hadiah bahkan tidak selalu berupa barang. Kata-kata yang menguatkan juga bisa merupakan hadiah yang indah bagi pasangan Anda. Dukungan baginya saat ia sedang mengalami permasalahan itu merupakan hadiah yang indah baginya.

Bagaimana jika pasangan Anda kerap kali meminta diberikan hadiah dan Anda memang tidak sanggup untuk memberikannya? Kasih memang memberi, tetapi memberi belum tentu bentuk dari kasih.

Jika pasangan Anda terus-menerus meminta diberikan hadiah, Anda dapat mengajaknya bicara dan menjelaskan kondisi Anda. Teguran yang penuh kasih merupakan bentuk kasih. Ada kalanya jika Anda terus-menerus memberikan hal yang diminta oleh pasangan Anda, itu sebenarnya Anda bukan mengasihi dirinya.

Seseorang yang sungguh mengasihi pasangannya tidak akan mencari kepentingan sendiri, tidak akan mencari keuntungan sendiri. Jika pasangan Anda seperti itu, sebenarnya ia tidak mencintai Anda, tetapi lebih ke memanfaatkan Anda untuk memperoleh yang diinginkannya.

Seperti seorang anak yang menginginkan suatu hadiah, maka orang tua yang baik akan memberikan hadiah itu jika memang dibutuhkan si anak dan menolaknya jika memang dapat merusak anak tersebut. Memberi bisa menjadi bumerang bagi diri Anda jika memang tidak dilakukan dengan benar.

Jika Anda selalu mengiyakan setiap permintaan dari pasangan Anda, suatu kali Anda berkata “tidak”, maka bisa saja pasangan Anda berpikir bahwa Anda tidak mengasihinya. Berbeda jika Anda terkadang mengiyakan, tetapi terkadang juga menolak permintaannya.

Hubungan berpacaran ini juga perlu memiliki fase terbiasa dengan diri pasangan. Jika memang kedua orang yang terlibat telah mencapai kata sepakat untuk melanjutkan ke pernikahan, pola yang dianut selama pacaran juga biasanya dilanjutkan ke dalam pernikahan.

Bayangkan bila saat pacaran Anda selalu mengiyakan permintaan sang kekasih, jika sudah menikah kelak Anda lalu tiba-tiba menolak permintaannya, bisa-bisa terjadi suatu kekagetan dalam diri pasangan Anda. Manusia adalah makhluk kebiasaan. Jadi ada baiknya dari pacaran, kebiasaan-kebiasaan yang baik sudah ditanamkan terlebih dahulu.

Hal yang menarik adalah ada pasangan kekasih yang memberi namun bukan sebagai bentuk kasih. Jadi sang pasangan memberi kekasihnya hadiah jika dirinya melakukan kesalahan. Hadiah bukan lagi merupakan bentuk kasih, tapi merupakan suatu bentuk meminta (baca: membeli) maaf.

Jika hal ini dilakukan terus-menerus, maka bukan saja hadiah itu menjadi kehilangan maknanya tetapi juga akan membuat hubungan itu turun ke titik terendah. Jika seseorang selalu memberi Anda hadiah saat ia salah, apakah kesan yang Anda terima?

Secara tidak langsung berarti ia hendak mengatakan bahwa ia membeli maaf Anda dengan hadiah. Berarti nilai Anda di mata pasangan Anda hanya sebatas hadiah itu. Ingat manusia adalah makhluk kebiasaan. Jika Anda terbiasa memberi pasangan Anda hadiah ketika Anda melakukan kesalahan, maka saat Anda memberikan hadiah bukan karena Anda melakukan kesalahan pasangan Anda akan curiga bahwa Anda telah melakukan kesalahan.

Hal yang menarik lagi ada kalanya pasangan kekasih memberi karena memang takut ditinggalkan. Hal ini juga merupakan bentuk untuk menggapai (baca: membeli) cinta. Jika Anda sampai-sampai harus membeli cinta, berarti betapa menyedihkan diri Anda.

Cinta tidak dapat diperoleh dengan dibeli. Cinta diperoleh hanya bila orang yang Anda kasihi juga mengasihi Anda dan mau memberikan cintanya. Jika Anda sampai harus membeli cinta, secara tidak langsung Anda akan memupuk rasa bersalah dan kasihan dalam diri pasangan Anda.

Bahkan memberi diri dalam arti membagikan hidup Anda untuk membangun pasangan Anda dan saling bertumbuh dalam hubungan Anda itu merupakan bentuk memberi yang paling besar. Keberadaan diri Anda dan pasangan Anda itulah yang terpenting.

Seperti Kristus yang memberikan diri-Nya untuk penebusan dosa umat manusia, itulah bentuk cinta yang terbesar. Hadiah itu memang merupakan sesuatu yang menyenangkan, tapi diri Anda jauh lebih penting daripada hadiah-hadiah tersebut.

Memberilah dengan tulus. Memberilah untuk membangun pasangan Anda. Memberilah karena Anda mengasihi pasangan Anda.

Iklan

Comments on: "Memberi Tanda Mengasihi?" (2)

  1. ehm… saya setuju banget dengan postingan anda ini…
    tapi memang sulit membedakan mana pemberian kita yang asli kasih, atau pemberian yg “membeli” 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: