All for Glory of Jesus Christ

Pasangan Posesif

Memiliki pasangan yang tepat berarti Anda menemukan seseorang yang bersamanya Anda akan lebih mudah untuk mencapai visi dan misi Anda. Pasangan yang tepat berarti akan memiliki visi dan misi yang saling mendukung, bahkan tak jarang visi dan misi yang sama.

Bukan berarti setelah Anda menemukan orang yang tepat, segala permasalahan Anda selesai begitu saja. Anda bisa saja masih akan berselisih paham, juga mengalami konflik-konflik dengan pasangan Anda. Hanya saja, perbedaan pendapat dan konflik yang ada itu karena memang dalam lingkup Anda dan pasangan Anda saling beradaptasi dalam hubungan.

Ingat bahwa tidak ada dua orang yang tepat sama. Demikian juga tidak ada dua orang yang cocok 100%. Hubungan hanya dapat diusahakan dan dipupuk. Keberhasilan suatu hubungan tidak begitu saja jatuh dari langit. Bahkan jangan lupa unsur terutama dalam hubungan Anda dan pasangan Anda, yaitu kehendak Tuhan bagi Anda berdua.

Bagaimana jika setelah menjalani hubungan ternyata Anda mendapati bahwa pasangan Anda merupakan seseorang yang sangat posesif? Seseorang yang posesif berarti menganggap Anda merupakan harta miliknya.

Dalam kehidupan pernikahan saja, suami dan istri itu bukan saling menjadi harta milik masing-masing. Suami dan istri yang sudah terikat dalam janji sehidup semati di hadapan Tuhan, tetap merupakan dua individu yang memiliki kehendak, kebutuhan, dan keinginan masing-masing.

Jika dalam hubungan berpacaran Anda mendapati pasangan Anda menunjukkan ciri-ciri posesif, maka hal ini perlu diwaspadai. Setidaknya ciri-ciri posesif itu adalah:
– Membatasi pergaulan Anda, bahkan dengan keluarga dan sahabat-sahabat Anda.
Keluarga dan sahabat-sahabat Anda telah ada jauh sebelum pasangan Anda ada. Berpacaran berarti memang Anda perlu membagi waktu Anda untuk keluarga dan sahabat-sahabat Anda, juga dengan pasangan Anda.

Jika pasangan Anda membuat Anda sampai tidak bisa meluangkan waktu bersama dengan keluarga dan sahabat-sahabat Anda, ini merupakan sesuatu yang salah. Apalagi jika pasangan Anda menghalangi kebersamaan Anda bersama dengan keluarga dan sahabat-sahabat Anda.

– Menginginkan waktu dan perhatian Anda hanya untuk dirinya.
Jika Anda sedang dengan pasangan Anda, wajar jika masing-masing ingin mengisi waktu dan meminta perhatian pasangan bagi dirinya. Hanya saja, jika dalam mayoritas waktu Anda, ia menuntut begitu banyak waktu Anda ini sesuatu yang salah. Apalagi jika pasangan Anda malah membatasi atau bahkan membuat Anda tidak bisa memenuhi visi dan misi Anda, ini sesuatu yang sangat keliru.

Anda tetap perlu bekerja, tetap perlu berkarya, tetap perlu meluangkan waktu untuk bersama keluarga dan sahabat-sahabat Anda, juga perlu waktu untuk menikmati hobi Anda. Jika pasangan Anda menuntut waktu dan perhatian Anda hanya untuk dirinya dalam mayoritas waktu Anda, berarti inilah tanda-tanda yang perlu diwaspadai.

– Memiliki rasa cemburu yang besar sampai-sampai tidak beralasan.
Ingatlah dalam 1 Korintus bahwa kasih itu tidak cemburu. Kecemburuan yang tidak beralasan ini merupakan ciri-ciri dari sifat posesif yang bersemayam dalam diri. Sumber dari kecemburuan adalah rasa tersaingi. Rasa tersaingi muncul karena kurangnya rasa aman dalam diri.

Hanya di dalam Tuhan kita dapat sungguh-sungguh merasa aman. Lepas atau jauh dari Tuhan, kita akan kekurangan bahkan kehilangan rasa aman tersebut. Jika kita berpijak pada dasar yang tak tergoncangkan, tentu saja kita merasa aman bukan? Sebaliknya jika kita tidak memiliki dasar untuk berpijak atau bahkan jauh dari sumber kekuatan kita, bagaimana kita bisa merasa aman?

Baru saja saya tadi siang menonton acara Oprah Winfrey yang mewawancarai seorang supermodel terkenal. Supermodel tersebut sangat cantik dan terkenal. Hanya saja ternyata kecantikan dan keterkenalan dirinya tidak membuat dirinya merasa aman.

Ketika pasangannya menyiksanya secara emosional, ia merasa begitu tidak aman tapi dalam waktu yang sama juga tidak mampu untuk keluar dari situasi tersebut. Padahal ia berada di puncak karirnya saat itu, tapi ternyata tetap saja hal itu tidak membuatnya merasa aman.

– Orang yang posesif pada tingkatan tertentu akan merasa begitu takut kehilangan sampai akan melakukan hal-hal yang tidak terbayangkan untuk mempertahankan pasangannya. Hal-hal itu termasuk dengan membuat pasangannya merasa tidak mampu untuk hidup tanpa dirinya.

Bahkan ada sejumlah orang yang sanggup memanipulasi pasangannya untuk mendapatkan hal-hal yang diinginkannya karena memang pasangannya begitu takut kehilangan dirinya. Jadi apapun yang dimintanya, diberikan oleh pasangannya.

Ingatlah bahwa dalam kasih yang sempurna tidak ada ketakutan. Jika Anda takut kehilangan pasangan Anda, Anda tidak sempurna dalam kasih. Cinta seharusnya tidak membuat Anda ketakutan. Cinta seharusnya membuat Anda bertumbuh. Cinta seharusnya membuat Anda bisa melakukan yang terbaik. Cinta seharusnya membuat Anda berjalan makin dekat ke tujuan yang Tuhan sudah tetapkan bagi setiap kita.

Bagaimana jika Anda memang memiliki pasangan yang posesif? Bagaimana jika Anda seorang yang posesif? Jika pasangan Anda posesif, tentu saja Anda bisa berbicara dahulu dengan dirinya. Ungkapkan keberatan-keberatan Anda pada waktu, situasi, dan kondisi yang tepat.

Jika pasangan Anda menerima dan mau berubah, maka ini merupakan hal yang baik sekali. Jika pasangan Anda tidak mau menerima hal tersebut, doakan hal tersebut. Berikan kasih dan pengertian kepada pasangan Anda. Jika setelah didoakan, setelah Anda memberikan kasih dan pengertian kepada pasangan Anda, kalau ia tetap tidak mau berubah kelihatannya Anda perlu melangkah tanpa dirinya.

Hubungan berpacaran dirancang untuk memastikan pasangan Anda merupakan orang yang tepat atau tidak untuk menemani Anda seumur hidup dalam ikatan pernikahan. Ikatan pernikahan pada hakikatnya dirancang untuk secara bersama-sama suami istri ini memenuhi rancangan Tuhan dalam hidupnya (memenuhi dan mencapai visi dan misi yang Tuhan berikan).

Jika karena pasangan begitu posesif sampai-sampai menghalangi Anda untuk mencapai visi dan misi Anda, berarti hubungan berpacaran itu bukan sesuatu yang baik lagi. Malahan hubungan tersebut malah akan membebani diri Anda.

Bagaimana jika ternyata diri Anda yang memiliki sifat posesif? Pertama-tama jelas Anda perlu menyadari bahwa Anda memiliki sifat posesif dan hal itu bisa membawa masalah bagi hubungan Anda. Setelah sadar, ingatlah hal tersebut dan bawa dalam doa untuk meminta kekuatan dari Tuhan untuk mengatasinya dan juga sebagai bentuk komitmen untuk mengatasi hal tersebut.

Hal ketiga yang dapat Anda lakukan adalah bertindak untuk mengatasi hal tersebut. Anda bisa meminta bantuan dari pasangan Anda untuk mengingatkan jika Anda sudah mulai menunjukkan tanda-tanda posesivitas.

Tidak ada yang tidak bisa jika Anda memang mau untuk berubah. Tidak ada yang tidak mungkin jika memang Allah menghendakinya. Semoga dalam cinta Anda akan bertumbuh semakin indah dan semakin serupa dengan Kristus dari hari ke hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: