All for Glory of Jesus Christ

Penanganan Konflik

Dalam suatu hubungan, pasti akan ditemui yang namanya konflik. Konflik tidak selalu berarti bertengkar. Konflik biasanya dimulai dari perbedaan cara pandang atau pendapat mengenai sesuatu hal.

Karena tidak ada dua orang yang tepat sama, pasti akan terdapat banyak perbedaan cara pandang atau pendapat. Bahkan orang yang dilahirkan sebagai kembar identik pun, tidak memiliki kesamaan cara pandang atau pendapat.

Mengapa demikian? Karena Tuhan menciptakan manusia unik adanya, tidak ada duanya. Jadi walaupun kembar sekalipun, tetap saja masing-masing merupakan individu dengan karakter, pendapat, kemauan, dan pemikiran yang berbeda-beda.

Apalagi dalam suatu hubungan pacaran, seorang laki-laki dan perempuan jelas memiliki banyak perbedaan. Gender sudah pasti. Berkaitan dengan gender saja, di dalamnya terpengaruh berbagai hal yang akan membedakan laki-laki dan perempuan.

Belum lagi mengenai latar belakang masing-masing. Latar belakang keluarga, pendidikan, pengalaman, dan pergaulan itu semua berperan untuk membentuk diri seseorang. Hal itu semua terutama terkait erat dengan nilai-nilai dan cara pikir seseorang.

Bagaimana jika dua orang ini, laki-laki dan perempuan menjalin hubungan kasih? Jelas akan banyak benturan yang terjadi. Benturan yang pertama biasanya terjadi karena belum cukup mengenal karakter dan kemauan pasangannya. Benturan-benturan selanjutnya biasanya terkait erat dengan masalah karakter dan cara pandang masing-masing.

Karakter dan cara pandang seseorang sangat mempengaruhi caranya dalam menangani konflik. Ada sejumlah cara orang menangani konflik. Di antaranya:
1. Lari.
Jadi saat konflik tercipta, orang dengan kecenderungan ini akan melarikan diri dari konflik tersebut. Jika Anda sedang berpacaran dengan pasangan yang memiliki tipe penanganan konflik jenis ini, Anda akan kerap merasa ditinggalkan sendiri saat terjadinya konflik.

Jadi hubungan yang Anda bina besar kemungkinan akan memiliki banyak konflik yang tidak terselesaikan. Jika Anda hendak membicarakan untuk dapat mengatasi konflik tersebut, pasangan Anda akan pergi dan membiarkan masalah tersebut mereda dengan sendirinya.

Permasalahannya adalah tidak semua konflik bisa ditangani dengan cara demikian. Bahkan ada konflik yang semakin dibiarkan akan semakin besar masalahnya. Penanganan dengan tipe ini tidak menyelesaikan masalah, bahkan cenderung menimbulkan bibit-bibit konflik baru.

Orang dengan tipe penanganan konflik yang pertama perlu belajar untuk mengatasi masalah yang ada, bukan hanya lari. Ia perlu menyadari bahwa konflik akan dapat dibereskan dan terdapat nilai positif dari penanganan konflik secara tepat.

2. Menghindari.
Tipe ini agak mirip dengan tipe pertama. Perbedaannya kalau tipe pertama berusaha lari ketika ada konflik, tipe kedua ini sebisa mungkin menghindari timbulnya konflik. Jadi sebelum terdapat konflik, sebisa mungkin dihilangkan.

Dalam tingkatan tertentu, hal ini baik. Jika memang Anda tahu bahwa ada hal-hal yang memang berpotensi menimbulkan konflik dan memang dapat dicegah, tentu saja ini perlu dilakukan.

Contohnya: pasangan Anda tidak suka jika Anda belum siap saat ia menjemput Anda. Tentu saja jika Anda bersiap-siap sebelum ia datang menjemput, hal ini sangat baik. Bukan saja menghindarkan permasalahan yang tidak perlu, hal ini juga membuat Anda bisa belajar untuk semakin mengerti dan mempedulikan pasangan.

Sisi negatif dari tipe penanganan konflik yang kedua ini adalah terkadang bahkan untuk sesuatu hal yang perlu dibicarakan sekalipun, karena tidak mau ribut, tidak mau akhirnya bertengkar, tidak mau timbul konflik, akhirnya dengan segala cara berusaha menghindarinya.

Akibat dari sisi negatif ini hubungan jadi sulit berkembang ke tingkat yang mendalam. Karena sesungguhnya konflik itu juga penting untuk membuat pasangan lebih mengerti diri pasangannya, konflik ini tidak seharusnya dihilangkan sama sekali.

Orang dengan tipe penanganan konflik yang kedua ini perlu belajar untuk menerima resiko timbulnya konflik jika memang diperlukan. Orang tersebut perlu mengerti bahwa konflik bisa berdampak positif juga.

– Menyerang.
Adanya konflik membuat tipe penanganan konflik yang ketiga ini merasa tidak nyaman. Berbeda dengan tipe pertama dan kedua yang cenderung lari dan menghindar, tipe ketiga lebih pada menyerang.

Jadi konflik yang ada merupakan pemicu bagi yang bersangkutan untuk menyerang orang yang mengetengahkan konflik tersebut. Padahal bisa saja penyebab konflik tersebut bukanlah orang yang menjelaskan mengenai konflik tersebut.

Pasangan tipe orang dengan penanganan konflik ketiga ini perlu membantu pasangannya untuk dapat mengendalikan diri. Orang yang bersangkutan juga perlu untuk belajar membedakan sumber konflik dan bukan, juga bahwa menyerang bukanlah merupakan solusi yang tepat dalam penanganan konflik.

– Mengatasi konflik.
Adanya konflik akan dihadapi oleh orang dengan tipe penanganan konflik keempat ini. Ia tidak akan lari atau menghindar, juga tidak menyerang, tetapi akan berusaha menangani dan mengatasi konflik yang muncul,

Tentu saja orang dengan tipe ini juga perlu belajar sisi positif dari mengurangi sejumlah konflik yang tidak perlu. Jadi tidak semua hal perlu dijadikan konflik. Dengan demikian jumlah konflik yang perlu diatasi tidak berlebihan.

Dalam penanganan konflik perlu diingat mengenai kasih. Menangani konflik bersama dengan pasangan berarti bentuk praktek kasih. Ingatlah elemen-elemen kasih saat menangani konflik:

“Sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

Dalam kehidupan pernikahan, akan terdapat lebih banyak konflik lagi. Jadi dari fase berpacaran penting sekali bagi pasangan untuk mempelajari mengenai mekanisme penanganan konflik yang tepat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: