All for Glory of Jesus Christ

Pasca Putus

Hubungan yang terjalin selama ini ternyata harus berakhir. Apa yang Anda lakukan pasca putus? Jika Anda masih mengasihi mantan kekasih Anda, jelas akan ada perasaan yang tertinggal.

Seorang yang begitu berhikmat saja seperti Raja Salomo dapat mengatakan bahwa cinta itu kuat seperti maut. Jadi hubungan yang berakhir tidak serta-merta perasaan yang menyertainya juga menghilang.

Hanya saja perasaan itu dipengaruhi oleh pikiran kita. Oleh karena itu di Amsal dikatakan untuk menjaga hati dengan segenap kewaspadaan. Pasca putus, inilah yang perlu dilakukan.

Jika Anda terus-menerus memikirkan si dia, jelas perasaan yang masih ada dalam diri Anda akan terus ada, bahkan menguat. Masih tertinggalnya perasaan cinta setelah hubungan berakhir itu merupakan suatu hal yang normal. Hanya saja jika setelah hubungan berakhir dan Anda terus-menerus memupuk perasaan tersebut, itu tandanya Anda sedang menipu diri, bahkan sedang menyiksa diri sendiri.

Semakin Anda dapat berpikir jernih dan menyakinkan diri Anda bahwa hubungan tersebut telah usai, semakin cepat Anda akan pulih. Hal yang menyebabkan seseorang berlarut-larut dalam perasaan kehilangan setelah putus dari kekasihnya adalah ketidakmampuan untuk berpikir jernih dan terus-menerus berharap untuk dapat memperbaiki hubungan yang sudah usai tersebut.

Jika Anda dan pasangan Anda bisa sampai pada keputusan putus, tentunya ada suatu permasalahan yang memang sudah tidak dapat ditemukan lagi pemecahannya dalam hubungan Anda berdua. Entah masalah karakter, entah masalah kebiasaan yang tidak dapat diterima, atau faktor-faktor lainnya yang memang tidak bisa diselesaikan lagi.

Jika Anda tetap berharap untuk memperbaiki hubungan yang sudah usai tersebut, maka tanpa permasalahan yang sebenarnya diselesaikan itu sebenarnya Anda sedang mengulang fase yang sudah berlalu. Jadi sia-sia belaka sebenarnya.

Kalaupun permasalahannya adalah di karakter dan kebiasaan, seberapa besar komitmen Anda atau pasangan Anda untuk berubah? Ingat manusia merupakan makhluk kebiasaan. Kebiasaan membentuk karakter.

Bagaimana jika ternyata perubahan yang dijanjikan tidak bersifat permanen? Lebih buruk lagi, bagaimana jika perkataan untuk berubah itu hanya janji semata yang tidak pernah diwujudkan? Bukankah permasalahan akan tetap ada dan tidak berubah?

Saya tidak bermaksud pesimis. Hanya saja persentase orang yang mau berubah secara drastis itu kecil jumlahnya. Pada umumnya perubahan itu terjadi secara bertahap. Tidak sekaligus dalam satu hari terjadi. Setelah sekian lama berselang, barulah perubahan itu benar-benar terwujud. Setelah sekian waktu berlalu, barulah kebiasaan dan karakter berubah.

Jika pasca putus, timbul rasa kehilangan dan kesepian itu juga hal yang sangat wajar. Ingat bahwa manusia merupakan makhluk kebiasaan. Hal-hal yang sudah terbiasa jika hilang maka efeknya akan sangat terasa.

Kehilangan dan kesepian yang muncul karena tidak lagi atau berkurangnya komunikasi dengan sang kekasih itu sangat normal sekali. Hanya saja, tidak berarti lalu Anda mencoba menghilangkan hal tersebut dengan tetap berkomunikasi intensif dengan mantan kekasih Anda.

Jika itu Anda lakukan, maka akibatnya Anda akan sulit untuk beranjak dari hubungan yang telah usai tersebut. Meluangkan waktu bersama keluarga dan sahabat itu bisa menjadi salah satu alternatif yang baik untuk mengatasi rasa kehilangan dan kesepian yang muncul.

Bila pasca putus, terdapat luka dan sakit hati yang tertinggal tentu saja ini perlu dibereskan terlebih dahulu. Anda perlu membawa hal ini ke dalam doa secara jujur kepada Tuhan. Ia dekat kepada orang yang patah hati dan Ia menyembuhkan luka-luka mereka.

Bahkan kalaupun tidak ada luka dan sakit hati yang tertinggal, rasa kehilangan dan kesepian yang dirasakan akan lebih cepat hilang jika memang Anda membawanya ke dalam doa. Tentu saja berdoa juga harus diimbangi dengan tindakan.

Jika Anda kerap kali berdoa, hanya saja Anda masih terus memikirkan mantan kekasih Anda tentu saja hasilnya juga akan saling bertolak belakang. Jadi doa dan tindakan Anda perlu bekerja sama untuk mencapai tujuan: pulih dari hubungan yang sudah usai itu.

Lalu perlukah mengembalikan barang-barang pemberian mantan kekasih Anda? Ini saya serahkan kepada Anda masing-masing. Sebenarnya kalau dipikir-pikir seseorang memberikan barang tertentu, itu merupakan bentuk perhatian dan kasihnya kepada Anda. Jika dikembalikan, sebenarnya juga kurang baik.

Hanya saja jika memang barang-barang tersebut merupakan sesuatu yang berharga sebagai tanda pengikat, seperti misalnya cincin tunangan, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengembalikannya. Hal ini bukan melihat harga barangnya, tetapi melihat arti dari barang tersebut.

Jika Anda menyimpan tanda pengikat hubungan Anda, bisa jadi hal itu akan terus mengingatkan Anda pada mantan kekasih Anda. Selain itu, dari nilai kepatutan umum, rasanya kurang pantas jika Anda sudah bukan lagi kekasihnya tapi masih menyimpan barang yang mengikat hubungan Anda dengan dirinya.

Pasca putus berarti Anda perlu mulai hidup Anda tanpa dirinya. Anda perlu menyesuaikan diri dengan laju kehidupan Anda sendiri. Jika Anda dapat menyikapinya secara positif, pasca putus bisa jadi malah Anda menemukan dan memperoleh hal-hal yang positif dalam hidup Anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: