All for Glory of Jesus Christ

Ada banyak hal yang memang tidak bisa diulangi. Salah satunya adalah waktu yang sudah berlalu. Waktu-waktu yang sudah berlalu dalam hidup Anda tidak mungkin diulang kembali.

Begitu berharganya waktu yang sudah berlalu membuat banyak orang berharap jika saja mereka bisa memutar kembali roda sang waktu. Hanya saja memang tidak mungkin. Waktu yang sudah berlalu sudah tidak akan kembali.

Bagaimana jika ternyata pada suatu hari Anda menyadari bahwa usia Anda semakin bertambah dan pada saat itu ternyata Anda masih sendiri? Pada saat itu juga, Anda semakin menyadari bahwa teman-teman Anda seluruhnya sudah menikah, memiliki anak-anak, dan memiliki keluarganya sendiri.

Ingat bahwa waktu yang telah berlalu memang tidak bisa kembali. Hanya saja jika memang usia Anda sudah matang dan memang Anda masih sendiri, itu bukan sesuatu yang memalukan.

Memang dalam masyarakat terdapat suatu pandangan yang menyiratkan bahwa kalau seseorang dengan usia yang matang belum menikah, hal tersebut merupakan hal yang dipandang kurang baik. Bahkan ada panggilan-panggilan tertentu untuk menyebutkan pria atau wanita yang belum menikah pada usia matang tersebut.

Hal itu memang bisa membuat tertekan jika dipikirkan terus-menerus. Apalagi jika orang-orang terdekat Anda (entah orang tua, keluarga, atau teman-teman Anda) juga mengingatkan kepada Anda mengenai hal tersebut, seakan-akan Anda tidak cukup menyadari hal itu.

Hanya saja yang perlu Anda ingat adalah Andalah yang menjalani hidup tersebut. Bukan orang tua, keluarga, atau teman-teman Anda, apalagi masyarakat umum, ini hidup Anda. Jadi jangan biarkan pandangan orang lain membuat Anda tertekan.

Jika Anda membiarkan semua pandangan orang mempengaruhi kita dan membuat Anda tertekan, maka hidup yang Anda jalani akan sungguh-sungguh memusingkan. Setiap orang memiliki pandangannya masing-masing. Kalau semua itu Anda pikirkan, Anda akan menjadi tidak berdaya untuk melangkah.

Lebih baik Anda berfokus pada yang Tuhan pikirkan. Dalam kitab yang ditulis oleh Nabi Yeremia disebutkan bahwa Tuhan mengetahui rancangan-rancangan yang ada pada-Nya mengenai Anda, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada Anda hari depan yang penuh harapan.

Itulah yang perlu Anda pikirkan dan senantiasa tanamkan dalam pikiran Anda. Hal yang Anda tanamkan dalam pikiran Anda itu juga yang akan mempengaruhi perasaan Anda. Jadi alih-alih merasa tertekan karena usia yang semakin bertambah namun tetap sendiri, Anda tetap dapat optimis dan bersukacita menjalani hidup Anda.

Rancangan Tuhan itu sempurna dan indah dalam kehidupan Anda. Ia tidak pernah memberikan batu pada anak-Nya yang minta roti. Tetap jaga iman percaya Anda kepada Tuhan. Tahun-tahun yang berlalu dalam kesendirian itu merupakan suatu berkat tersendiri yang Tuhan berikan kepada Anda.

Bayangkan jika Anda sudah menikah, Anda tidak akan memiliki keleluasaan waktu untuk diri Anda sendiri. Anda akan disibukkan dengan mengurus keluarga Anda. Jadi, kalaupun usia Anda semakin bertambah namun tetap sendiri, asalkan Anda dapat melihatnya dalam perspektif Tuhan, maka Anda dapat tetap bersyukur.

Saat Anda dapat bersyukur dan senantiasa bersuka cita, maka hari-hari serta tahun-tahun yang Anda lewati merupakan hari-hari yang penuh berkat. Hari-hari itulah hari-hari yang dapat Anda gunakan secara produktif: untuk melakukan segala sesuatu yang dapat memuliakan Tuhan.

Jangan kecil hati melihat teman-teman sebaya Anda yang sudah memiliki keluarga masing-masing. Ingatlah bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Tetap lakukan bagian Anda dengan setia: bergaul, bekerja, memperbaiki dan meningkatkan karakter dan kemampuan diri, dan melakukan segala sesuatu yang perlu Anda lakukan untuk dapat memuliakan Tuhan.

Ingatlah bahwa dengan melajang pun Anda dapat memenuhi kehendak Tuhan. Jadi jangan sampai terintimidasi apalagi sampai ‘mengejar setoran’ demi cepat menikah dengan melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri Anda sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: