All for Glory of Jesus Christ

Kesalahan dalam Hubungan

Bayangkan Anda baru saja memiliki seorang kekasih yang begitu Anda cintai. Begitu cintanya Anda padanya, membuat Anda yakin bahwa ia orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidup Anda seumur hidup.

Hanya saja setelah waktu berlalu ternyata Anda mulai ragu. Anda mulai berpikir-pikir, benarkah dia pasangan yang tepat bagi Anda. Coba cek di bawah ini apakah Anda melakukan kesalahan dalam hubungan Anda?

Empat kesalahan dalam hubungan:
1. Menyalahartikan asmara sebagai cinta.

Cinta dalam hubungan merupakan suatu aspek yang cukup penting. Cinta mampu membuat Anda melakukan hal-hal yang besar dalam hubungan Anda. Saat Anda berhadapan dengan kelemahan dan keterbatasan pasangan Anda, cinta yang besar membuat Anda dapat menerima pasangan Anda apa adanya.

Hanya saja masalahnya banyak orang mengartikan asmara sebagai cinta. Banyak orang mengartikan perasaan yang bergejolak sebagai cinta. Padahal cinta bukan berbentuk perasaan yang bergejolak. Perasaan yang bergejolak setelah beberapa waktu (biasanya sekitar 3 bulan) akan mereda dengan sendirinya.

Seperti yang sudah dibahas dalam artikel-artikel sebelumnya, cinta itu berupa keputusan dan komitmen. Cinta yang sesungguhnya akan terus berjalan dan menguat seiring dengan tindakan dan pilihan untuk memupuk cinta.

Ketika orang menyalahartikan asmara sebagai cinta, orang akan jadi kecewa. Ketika cinta memandang kepentingan pasangan sebagai lebih penting, asmara melihat kepentingan diri sendiri yang paling penting.

2. Meletakkan kebahagiaan pada diri pasangan.

Banyak orang mencari dan mengejar kebahagiaan. Banyak orang bahkan rela membeli kebahagiaan dengan harga tertinggi. Banyak orang berpikir dan berharap bahwa setelah memiliki kekasih, ia akan bahagia. Sayangnya ternyata tidak.

Meletakkan kebahagiaan pada diri pasangan hanya akan membuat suatu hubungan menjadi tidak sehat. Tidak ada yang dapat membuat Anda bahagia, kalau memang Anda sendiri tidak bahagia. Tuntutan supaya pasangan membuat Anda bahagia hanya akan membuat Anda semakin tidak bahagia.

Mengapa demikian? Karena semakin Anda menaruh harapan yang tidak proporsional, semakin besar hal tersebut tidak terjadi. Ketika hal tersebut tidak terjadi, Anda akan menjadi kecewa. Saat Anda menjadi kecewa, Anda semakin tidak bahagia.

Kebahagiaan dimulai dari menerima dan mencintai diri sendiri apa adanya. Untuk itu diperlukan hubungan yang erat dengan Tuhan, karena Tuhanlah sang sumber kasih. Bahkan Tuhan itulah kasih, jadi sudah wajar jika untuk dapat mencintai diri sendiri apa adanya kita mulai dari Tuhan dan diri kita. Barulah setelah itu, kita bisa bahagia.

Jika saat ini Anda tidak bahagia lalu mencari kekasih untuk membuat Anda bahagia, Anda tidak akan menemukan kebahagiaan itu. Sebaliknya carilah Tuhan dan terimalah serta cintailah diri Anda terlebih dahulu, barulah Anda akan bahagia.

3. Pasangan sebagai orang terpenting dalam hidup.

Memiliki kekasih memang berarti kita akan menempatkan dirinya sebagai seseorang yang penting dalam hidup kita. Hanya saja tidak berarti bahwa Anda perlu menempatkan dirinya sebagai orang terpenting dalam hidup Anda.

Saat Anda menempatkan dirinya sebagai orang yang terpenting dalam hidup Anda, saat itu kekacauan akan dimulai. Jangan sampai mengacaukan prioritas hidup Anda dengan menempatkan pasangan sebagai orang yang terpenting dalam hidup Anda.

Tempatkan kekasih Anda pada porsi yang tepat. Dengan demikian hal tersebut akan membentuk hubungan Anda menjadi sehat. Saat Anda menempatkan kekasih Anda pada porsi yang tepat, berarti Anda membangun diri Anda dan kekasih Anda.

Dengan menempatkannya pada prioritas yang tepat, Anda akan dapat menghargainya dengan semestinya. Begitu pula kekasih Anda akan dapat mengerti bahwa Anda mengasihinya dan ia penting bagi Anda. Pada saat yang sama, ia juga akan dapat mengerti bahwa selain dirinya, Anda juga memiliki keluarga dan teman-teman yang juga sama pentingnya.

Dengan demikian dapat diperoleh saling mengerti dan saling menghargai. Menempatkan kekasih Anda pada prioritas yang tepat akan mengurangi sejumlah konflik dan pertengkaran yang tidak perlu.

4. Mengorbankan segala-galanya demi pasangan.

Hubungan yang indah memang bisa membuat orang mengawang-awang. Hanya saja jika hal itu membuat Anda mengorbankan segala-galanya demi kekasih Anda, inilah awal dari kekacauan hubungan tersebut.

Hubungan yang sehat bersifat take and give (memberi dan menerima). Jika salah satu pihak sampai mengorbankan segala-galanya demi pasangan, maka akan timbul ketidakseimbangan dalam hubungan tersebut.

Bukan berarti dalam hubungan perlu timbang-menimbang. Jadi kalau pasangan Anda memberi satu hal, Anda harus memberinya satu hal juga. Bukan demikian tentu saja. Hanya saja, jika salah satu pihak sampai mengorbankan segala-galanya demi pasangan Anda, hubungan itu akan bersifat rapuh.

Besar kemungkinan pihak yang sudah banyak berkorban akan merasa ia sudah memberi banyak. Pada umumnya orang yang sudah memberi banyak akan juga berharap banyak. Jika pasangannya tidak memenuhi harapannya, maka yang terjadi adalah kekecewaan.

Apalagi jika Anda sampai mengorbankan visi dan misi yang Tuhan beri di hidup Anda demi pasangan Anda, itu adalah kekeliruan. Pasangan yang tepat tidak akan membuat Anda mengorbankan visi dan misi Anda; justru ia akan mendukung dan membantu Anda mencapai visi dan misi Anda.

Lebih-lebih lagi jika Anda sampai melakukan hal yang tidak benar demi pasangan Anda, ini merupakan tanda hubungan yang tidak sehat. Jika Anda sampai harus berutang demi membelikan pasangan Anda suatu hal yang dia inginkan, ini bukan sesuatu yang benar.

Semoga kita akan dapat belajar lebih berhikmat dalam hubungan kita. Semoga kita juga dapat belajar dari empat kesalahan ini dan tidak melakukannya dalam hubungan kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: