All for Glory of Jesus Christ

Memutuskan Tidak Menikah

Apakah Anda termasuk orang yang sedang melajang saat ini? Pernahkah Anda memutuskan untuk tidak mau menikah? Apakah bahkan itulah yang sedang menjadi pilihan Anda saat ini?

Kalau jawaban Anda adalah ya, maka bisa jadi Anda termasuk kelompok orang minoritas. Kebanyakan orang malah begitu berhasrat untuk menikah. Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk menikah, karena hal itu memang sesuai dengan yang Tuhan katakan: “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Juga tidak ada yang salah dengan keinginan untuk tidak menikah. Jika memang segala keinginan Anda bersumber pada keinginan untuk memuliakan Tuhan, maka menikah atau tidak menikah keduanya adalah sama baiknya.

Permasalahannya adalah ada sejumlah alasan untuk tidak menikah yang keliru. Sejumlah alasan tersebut adalah:
1. Trauma dan sakit hati karena hubungan yang gagal.
Hubungan yang gagal dan meninggalkan bekas luka yang dalam dapat membuat seseorang trauma. Jangankan untuk menikah, untuk menjalin hubungan kembali saja merupakan suatu ketakutan tersendiri bagi orang tersebut.

Hanya saja hal ini merupakan alasan yang keliru untuk tidak menikah. Jika memang Anda memutuskan untuk tidak menikah, itu tidak masalah. Hanya saja jangan karena Anda merasa trauma dan sakit hati karena kegagalan dalam hubungan cinta Anda.

Ingatlah dalam 1 Yohanes disebutkan bahwa di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. Lebih lanjut lagi dikatakan dalam 2 Timotius bahwa Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Oleh karena itu, jika ada luka akibat hubungan terdahulu ini perlu disembuhkan dalam terang Kristus. Dalam Kristus kita semua adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Dengan demikian, segala luka, sakit hati, dan trauma yang mungkin timbul akibat hubungan yang gagal itu perlu disembuhkan.

Kemudian Anda perlu melangkah lagi dan menjalani hidup Anda dengan sepenuhnya. Jika memang Tuhan menghendaki Anda menikah, menikahlah.

2. Merasa tidak layak untuk menikah.
Tidak layak untuk menikah bisa disebabkan oleh berbagai macam alasan. Ada yang merasa tidak layak karena pernah melakukan kesalahan dalam hubungan sebelumnya. Misalnya saja karena sudah pernah melakukan hubungan seksual pranikah.

Permasalahan ini cukup banyak terjadi pada wanita. Kehilangan keperawanan sebelum nikah membuat banyak wanita merasa tidak layak untuk menikah. Di satu sisi, memang keperawanan itu merupakan hal yang hanya boleh diberikan kepada suami Anda. Di sisi lain, jika hal tersebut sudah terjadi kalaupun Anda meratap sekalipun, tidak akan mengembalikan hal yang sudah hilang.

Alasan lain karena merasa tidak cukup cantik, tampan, kaya, berpendidikan, dll untuk menikah. Jadi alasan yang sesungguhnya adalah tidak cukup percaya diri sehingga merasa tidak layak untuk menikah.

Masalahnya hal-hal tersebut merupakan hal yang tidak bernilai kekal dan sifatnya hanya sementara saja. Jika Anda memusingkan permasalahan yang nilainya temporer, bukankah ini adalah suatu kesia-siaan?

Segala sesuatu tersebut bersifat relatif. Ada hal yang lebih penting untuk Anda pikirkan, yaitu masalah karakter serta hubungan Anda dengan Tuhan, diri sendiri, dan orang lain. Itulah yang perlu Anda kembangkan.

Baik untuk alasan kesalahan yang dilakukan dalam hubungan yang sudah lalu atau karena alasan tidak percaya diri, keduanya dapat diatasi jika Anda mau membuka diri dan melihat ke dalam citra diri Anda yang sesungguhnya.

Biarlah Tuhan dengan kuasa kasih-Nya yang sempurna memulihkan Anda. Jika Anda terus-menerus terintimidasi oleh kesalahan dan kelemahan Anda, berarti Anda belum mengalami pemulihan diri secara utuh. Datang kepada-Nya dan minta Roh Kudus menjamah dan memulihkan diri Anda.

Dalam Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. Bukan hanya sanggup membelah Laut Merah, bukan hanya sanggup membuat Sara yang sudah menopause untuk hamil padahal saat itu Abraham sudah tua, bukan hanya sanggup memberikan mukjizat berupa kemenangan perang kepada raja-raja Israel, bahkan Tuhan sendiri mampu untuk mengambil diri sebagai seorang manusia, menjadi sama dengan manusia kecuali dalam hal dosa.

Ia bahkan memberikan diri-Nya sendiri untuk menderita sengsara, mati di kayu salib, lalu bangkit di hari ketiga. Apakah ada yang mustahil bagi Tuhan? Tidak ada! Masalahnya adalah apakah Anda akan membiarkan Tuhan dan karya-Nya menyentuh, memulihkan, dan membuat hidup Anda menjadi baru?

3. Tidak kunjung menemukan pasangan hidup yang tepat.
Rasa frustasi karena tidak kunjung menemukan pasangan hidup yang tepat bisa membuat seseorang memutuskan untuk tidak menikah. Ini juga bukan merupakan keputusan yang tepat. Ingatlah bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Ada orang yang menemukan pasangan hidupnya dalam usia relatif belia (sekitar 20 tahun). Ada juga yang menemukan pasangan hidupnya dalam usia rata-rata (pertengahan 20). Ada yang menemukan pasangan hidupnya dalam usia matang (30 tahun), bahkan ada yang baru menemukan pasangan hidupnya dalam usia yang relatif sudah sangat matang (pertengahan 30 atau bahkan di atas itu).

Tidak perlu frustasi karenanya. Jalani saja hidup yang sudah Tuhan anugerahi. Tetap percaya dan bersukacita buat segala yang Tuhan beri dalam hidup Anda. Kalau memang Anda memiliki suatu keinginan hati untuk menikah, saya yakin Tuhan sangat mengerti hati Anda.

Mungkinkah seorang bapa memberi batu pada anaknya yang minta roti? Tentu saja tidak. Apalagi Bapa di Surga yang begitu mengasihi Anda, jika Anda rindu menemukan pasangan hidup saya percaya Ia juga akan memberikannya.

Tentu saja Anda juga perlu berusaha, bukan hanya menunggu pasangan hidup jatuh dari langit. Anda perlu mengembangkan karakter dan kemampuan Anda yang terbaik. Anda perlu bergaul dan melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.

Kalaupun memang Anda memutuskan untuk tidak menikah, pastikan hal tersebut karena alasan yang tepat. Alasan yang tepat ada dua alasan. Pertama karena memang Tuhan memberikan Anda anugerah untuk tetap melajang karena memang Anda orang yang telah ditetapkan untuk melayani Dia dalam kondisi melajang. Kedua karena memang Anda memilih untuk tidak menikah karena memang Anda ingin melayani Dia dengan sepenuh hati.

Biarlah apapun kondisi kita, menikah ataupun tidak menikah, semuanya adalah dengan alasan yang tepat, yaitu demi kemuliaan Tuhan.

Iklan

Comments on: "Memutuskan Tidak Menikah" (2)

  1. saya bukan tidak menikah…
    tapi belum menikah…hehehe :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: