All for Glory of Jesus Christ

Bayangkanlah bahwa Anda telah menjalani hubungan berpacaran sekian lama. Setelah sekian lama bersama dengan kekasih Anda, Anda merasa dialah orang yang dapat mendukung Anda mencapai tujuan hidup Anda. Bersamanya Anda merasakan damai sejahtera dan Anda semakin maju dalam pekerjaan, pelayanan, dan pergaulan Anda.

Hanya saja ternyata ketika Anda sedang mempertimbangkan mengenai pernikahan, kekasih Anda memberikan suatu informasi yang mengejutkan bagi Anda. Contohnya:
1. Ia merupakan anak angkat dan dibuang ketika lahir di panti asuhan.
2. Ia memiliki masa lalu yang kelam.
3. Ia memiliki penyakit yang sudah bertahun-tahun diidapnya dan penyakit ini bersifat mematikan. Kalaupun tidak mematikan, mengharuskan kekasih Anda untuk terus memakan sejumlah obat-obatan untuk menyokong hidupnya.
4. Khusus bagi yang wanita:
a. Karena sakit kanker kandungan kandungannya harus diangkat.
b. Ternyata ia pernah mengidap sakit kanker payudara sehingga salah satu payudaranya harus diangkat.
c. Karena kesalahan di masa lalu, ia sudah tidak perawan lagi.

Bagaimana jika ternyata hal itu terjadi pada diri Anda? Apakah Anda tetap akan menikahi kekasih Anda atau memutuskan hubungan Anda dengannya? Sebelum kita bahas satu per satu, mari kita lihat dari sisi kekasih Anda.

Dengan kekasih Anda bisa berterus-terang kepada Anda menunjukkan bahwa kekasih Anda tidak mau merugikan Anda. Secara tidak langsung sesungguhnya kekasih Anda memberikan kesempatan kepada Anda untuk mundur. Ini merupakan bentuk tindakan penuh kejujuran dan tidak mementingkan diri sendiri.

Kalau mau dipikir-pikir, kekasih Anda dapat saja berdiam diri. Hanya saja jika Anda tahu belakangan (sesudah pernikahan), bisa jadi membuat Anda kecewa bukan? Lalu apa yang akan Anda lakukan?

Untuk poin 1 (kekasih Anda merupakan anak angkat dan dibuang ketika lahir di panti asuhan) dan 2 (kekasih Anda memiliki masa lalu yang kelam.) sebenarnya ini merupakan hal yang terjadi di masa lalu. Kalau memang poin 1 dan 2 itu tidak berpengaruh pada hal di masa sekarang, sebenarnya tidak menjadi masalah bagi Anda untuk meneruskan rencana pernikahan Anda.

Masalah asal-usul dan masa lalu seseorang memang berpengaruh dalam membentuk diri seseorang. Hanya saja, itu bukan yang terutama jika memang yang bersangkutan bisa bertumbuh ke arah yang memang positif dan hidup dalam tuntunan Tuhan.

Apakah ada orang yang sempurna? Jelas tidak ada. Jadi khusus untuk poin 1 dan 2 jelas asalkan memang hal tersebut tidak berpengaruh lagi pada masa sekarang tidak akan menjadi penghalang bagi Anda untuk melanjutkan pernikahan.

Bagaimana dengan poin 3 (kekasih Anda memiliki penyakit yang sudah bertahun-tahun diidapnya dan penyakit ini bersifat mematikan. Kalaupun tidak mematikan, mengharuskan kekasih Anda untuk terus memakan sejumlah obat-obatan untuk menyokong hidupnya.)? Poin 3 merupakan hal yang perlu Anda doakan dengan sungguh-sungguh. Hikmat dari Tuhan sangat diperlukan dalam hal ini. Jika memang kekasih Anda adalah orang yang tepat untuk menjadi pasangan hidup Anda, maka bukan tidak mungkin mukjizat kesembuhan dapat terjadi.

Kalaupun misalnya tidak terjadi mukjizat kesembuhan, Anda perlu bersiap dari awal untuk menerima kenyataan. Salah satu elemen kasih adalah sabar menanggung segala sesuatu. Jika memang ia adalah pasangan hidup yang tepat bagi Anda, saya yakin Tuhan akan memberikan kepada Anda kasih yang besar baginya.

Bagaimana jika ia bukan pasangan hidup yang tepat bagi Anda? Jika kekasih Anda bukan orang yang tepat, berarti pengakuannya merupakan sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi untuk memberikan informasi tersebut kepada Anda.

Hal yang terpenting di sini adalah hikmat. Karena tidak kasus memang tidak sama, tidak bisa dipukul rata dan digeneralisasi. Jika Anda mengalami hal ini, berdoalah untuk meminta hikmat kepada Tuhan. Dengan demikian Anda dapat mengambil keputusan yang paling tepat.

Lalu bagaimana dengan poin 4? Poin 4a (karena sakit kanker kandungan, kandungan kekasih Anda harus diangkat) mengenai masalah ketidakmampuan untuk memberikan keturunan itu dapat Anda pikirkan. Tujuan utama pernikahan adalah memenuhi tujuan hidup yang Tuhan berikan. Anak-anak adalah tujuan sampingan dari pernikahan. Kalaupun kekasih Anda tidak dapat memberikan anak-anak, Anda masih dapat mengadopsi anak bukan?

Sayangnya dalam pernikahan ada yang dapat memperoleh anak-anak, hanya saja tidak dapat mendidik dan memelihara anak-anak itu dengan sebaik-baiknya. Lebih parah lagi, pernikahan itu bukan menjadi sarana bertumbuh dan mencapai tujuan hidup yang Tuhan berikan, tetapi menjadi ajang perang setiap hari.

Poin 4b (kekasih Anda pernah mengidap sakit kanker payudara sehingga salah satu payudaranya harus diangkat) mengenai kesempurnaan tubuh, tidak ada seseorang pun yang sempurna. Sekarang ini dunia kedokteran sudah maju. Kekasih Anda dapat saja menjalani operasi untuk memulihkan kondisi tubuhnya jika memang hal tersebut sangat penting bagi Anda.

Poin 4c (karena kesalahan di masa lalu, ia sudah tidak perawan lagi) mengenai keperawanan, sebenarnya kalau memang yang bersangkutan sudah bertobat sungguh-sungguh, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak meneruskan pernikahan. Permasalahannya di sini adalah apakah Anda dapat menerima pasangan Anda apa adanya?

Kecuali kalau memang kekasih Anda belum bertobat dan masih terikat hubungan seks dengan orang lain. Ini jelas menjadi alasan kuat bagi Anda untuk tidak meneruskan hubungan Anda ke jenjang pernikahan.

Tujuan utama pernikahan adalah yang tertulis dalam Kejadian, yaitu untuk menjadi penolong bagi pasangan Anda. Jadi jika Anda mengalami permasalahan di atas, kiranya artikel ini akan membantu Anda mempertimbangkan langkah Anda selanjutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: