All for Glory of Jesus Christ

Mundur dari Pelayanan

Ada satu kejadian menarik hari ini yang mendorong saya untuk menuliskan note ini. Seorang kenalan baru menyapa saya di ym dan kemudian menanyakan perihal sesuatu yang berkaitan dengan pelayanan. Ketika saya mengatakan bahwa saya sudah tidak pelayanan di sana, responnya sangat menarik:

“Semoga kamu tetap dalam kasih karunia-Nya ya. Tetap mengasihi Tuhan Yesus ya. Selalu setia dalam jalan-Nya ya.”

Tiga komentar yang terlontar dalam waktu kurang dari 10 menit ini sungguh membuat saya terbengong-bengong. Apakah berhenti pelayanan di satu tempat itu identik tidak lagi dalam kasih karunia Tuhan? Apakah berhenti pelayanan di satu tempat itu berarti tidak mengasihi Tuhan Yesus lagi? Apakah berhenti pelayanan di satu tempat itu berarti tidak setia dalam jalan Tuhan?

Saya hanya berpikir bahwa hal-hal semacam inilah yang bisa disebut sebagai batu sandungan. Ada seorang teman yang bercerita bahwa ketika ia keluar dari pelayanannya di gereja, ternyata teman-teman sepelayanannya kemudian menjauhinya, hanya segelintir saja yang masih mau menyapanya.

Apakah itu sikap seorang Kristiani yang baik? Apakah keluar dari pelayanan di gereja berarti orang itu sebagai seorang pendosa, kafir, atau sejenisnya? Bagaimana kalau setelah tidak melayani di gereja ternyata orang tersebut melakukan pelayanan yang dahsyat di luar gereja? Saya berharap kita semua dapat berhati-hati dengan perkataan dan perbuatan kita. Jangan sampai kata-kata dan perbuatan kita menjadi batu sandungan bagi orang lain, terutama bagi saudara seiman.

Hal yang menarik adalah ketika saya berpikir untuk mundur dari satu pelayanan dan saya berdoa untuk itu, ternyata proses yang terjadi lebih cepat daripada yang saya duga. Saya sempat merenung, apakah ini suatu keputusan yang benar?

Mengapa demikian? Karena:

Matius 25:29: Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Saya berpikir jika keputusan saya keliru maka saya yakin pelayanan saya yang lain pun akan diambil. Akan tetapi, ketika saya pikirkan lagi, suatu pelayanan hanya bisa berjalan jika semua orang yang terlibat di dalamnya memiliki visi dan misi yang sama. Pelayanan ibaratnya sebagai satu perahu yang akan dikemudikan. Visi dan misi adalah arah yang akan membawa perahu tersebut. Jika arah yang akan membawa perahu tersebut sudah berbeda, bagaimana perahu dapat sampai ke tujuan? Jika visi dan misi yang dimiliki sudah berbeda, bagaimana bisa pelayanan tersebut mencapai sasaran?

Tetapi puji Tuhan, ternyata dalam waktu yang tidak terlalu lama yang benar-benar di luar dugaan saya, saya telah menemukan satu ladang lain sebagai ganti pelayanan yang lama. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena ternyata keputusan untuk mundur dari satu pelayanan ini ternyata bukan keputusan yang keliru. Begitu saya mendapatkan pelayanan yang baru, saya mendapatkan satu ayat:

Matius 9:17: Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.

Ternyata seorang teman juga mendapatkan ayat yang sama berkaitan dengan pelayanannya. Saya bersyukur sekali karena ternyata Tuhan telah memberikan kantung (pelayanan) yang baru bagi saya.

Saya juga pernah mengalami sebelumnya mundur dari pelayanan saya di gereja karena orang tua saya keberatan saya sibuk dengan pelayanan di gereja. Itu suatu keputusan yang sangat sulit untuk diambil, mengingat saya sangat bersukacita dan bertumbuh dalam pelayanan itu. Tetapi saya juga berpikir, bagaimana saya dapat melayani di gereja dengan tenang dan sukacita sementara orangtua saya tidak setuju saya melayani di sana? Bagaimana saya bisa melayani orang lain, sementara orangtua saya ribut karena saya melayani di gereja?

Ternyata keputusan sulit itu berbuah manis, ibu saya sebagai satu-satunya orang yang belum percaya Tuhan Yesus saat itu di keluarga saya, pada akhirnya mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Bahkan ibu saya dengan berani bersaksi kepada keluarga besar kami, bahwa ia telah menjadi seorang Kristen. Ia juga bercerita kepada temannya untuk ke gereja. Sesuatu yang saya tidak pernah bayangkan sama sekali. Semuanya hanya demi kemuliaan Tuhan.

Mundur dari pelayanan, jika itu adalah sesuatu yang memang digumulkan dengan sungguh-sungguh bersama Tuhan, seberapa sulit dan beratnyapun saya yakin pasti ada rencana besar Tuhan di baliknya. Kalau Anda yang saat membaca note ini sedang bergumul untuk mundur dari suatu pelayanan, bertanyalah dulu kepada Tuhan, apakah memang itu yang Tuhan inginkan? Mintalah hikmat-Nya untuk dapat memutuskan yang terbaik.

Amin.

Iklan

Comments on: "Mundur dari Pelayanan" (7)

  1. FB Comment from EHC: aku sangat setuju dengan pendapatmu san inilah sudut pandang yang perlu diubah oleh orang-orang “Kristen” jaman skrg 🙂

  2. FB Comment frrom RL: di-amin-in aja atuh ci.. 33nya kalimatnya bagus kok.. Hehe.. tapi ga tau juga bagaimana cara dia menyampaikan..
    Kalo menurut gw, dia melihat “bola pantai” dari sisi dia dan hanya sekilas, sedangkan cc sendiri yang mengalami “bola pantai” ter…sebut dan tahu akan setiap detail warna, mungkin yang harusnya warna hijau dilihat sekilas oleh dianya jadi warna biru 🙂

    • Diaminin sih diaminin, Rom. Cuma masalahnya dengan kata-katanya itu dia menghakimi gua. Itu dia yang gua ga suka. Lha tau duduk persoalannya aja juga engga, kog tau2 menghakimi?

  3. FB Comment from RL: itu maksud gw, dia melihat kayanya warna biru, padahal yg tau keseluruhan warna-warni di “bola pantai” itu cc yang ngalami sendiri..
    Jangan sampai tersandung aja kitanya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: