All for Glory of Jesus Christ

Kelalaian Orang Tua

Hari ini seperti akhir pekan umumnya saya menggunakan waktu luang saya untuk menonton film di bioskop. Film yang saya tonton berjudul “Solomon Kane”. Sebenarnya saya bukan hendak menceritakan mengenai film ini, tapi justru suatu kejadian yang teramati oleh saya saat saya menonton film ini.

Walaupun demikian, saya akan ceritakan sedikit film ini karena film inilah yang menjadi latar belakang alasan note ini dibuat. Film ini memiliki rating untuk dewasa karena sarat dengan kekerasan. Unsur sadismenya luar biasa tinggi dan nyaris sepertiga film saya menutup mata saya hahaha. Nilai moral tentu ada, tapi ya banyak hal yang cukup menyesatkan juga.

Lalu apa kaitannya film ini dengan note ini? Ada satu kejadian yang menarik pada saat saya menonton film ini. Ada sepasang suami istri yang menonton film tersebut dengan membawa dua orang anaknya. Anaknya yang pertama laki-laki, mengenakan pakaian siswa SMP. Mungkin sekitar 13-14 tahun. Anaknya yang kedua perempuan, kelihatannya masih kecil. Yah saya perkirakan sekitar 8 tahun atau di bawah itu.

Hal yang saya bingungkan adalah kog bisa-bisanya sepasang suami istri ini menonton film yang jelas-jelas ber-genre dewasa membawa 2 orang anak yang belum cukup umur untuk menontonnya. Saya benar-benar tidak habis pikir. Ketika melihat itu, rasanya gemas bercampur ingin geleng-geleng kepala.

Mengapa reaksi saya sedemikiannya? Karena menjadi orang tua adalah suatu kehormatan. Tidak semua orang diberikan berkat oleh Tuhan untuk menjadi orang tua. Bahkan banyak pasangan suami istri yang begitu merindukan dan berharap memiliki seorang anak, belum juga memperoleh anak yang diharapkan itu.

Hanya saja menjadi orang tua itu bukan saja suatu kehormatan, tetapi juga suatu tanggung jawab yang besar. Tanggung jawabnya bukan hanya untuk memberi anak itu makanan, pakaian, tempat bernaung yang layak, kesempatan bersekolah di sekolah yang memadai, dan lain-lain; tetapi juga untuk melindungi anak dari hal-hal yang bisa merusak sang anak.

Membiarkan anak menonton tayangan atau film yang tidak sesuai dengan usianya, apalagi membawa anak itu menonton film tersebut, menurut saya merupakan sesuatu kelalaian yang sangat serius. Saya masih teringat berita tahun lalu ketika ada sejumlah anak yang masih duduk di sekolah dasar diberitakan menyakiti, bahkan sampai menyebabkan temannya meninggal karena anak tersebut menonton adegan kekerasan di televisi dan menirunya.

Doa saya hari ini: Tuhan, berikanlah semua orang tua hikmat untuk dapat menimbang perkara dan kebijaksanaan untuk memilih yang terbaik untuk mendidik anak-anak mereka. Bila suatu hari nanti Engkau memberikanku kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar untuk menjadi orang tua, bantulah aku untuk menjadi orang tua yang dapat menjadi pelindung bagi anak-anakku kelak. Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah memberikan kami teladan yang sempurna mengenai peran seorang Bapa bagi kami. Biarlah kami semua bisa belajar senantiasa untuk menjadi seperti-Mu. Amin.

Iklan

Comments on: "Kelalaian Orang Tua" (5)

  1. FB Comment from LMB: Hmm ..

    Beberapa kemungkinan bisa terjadi :

    1. Anak2 terlalu riskan untuk diitinggal sendirian di luar bioskop.
    2. Menonton Solomon Kane adalah keinginan si anak. Oleh sebab itu, justru orang tuanya tidak ingin anak mereka menonton itu sendirian.

    Dari luar gampang terlihatnya seperti itu sih mbak. 🙂

    • Kalau anak2 terlalu riskan untuk ditinggal sendiri, ya kalau sudah jadi orang tua kan memang harus banyak berkorban ya. Hobi dan keinginan kita kalau sudah jadi orang tua sudah bukan lagi diri kita sendiri, tapi kebutuhan anak harus …jadi yang lebih utama dibanding keinginan kita sendiri.

      Permasalahannya kalau memang nomor 2, kenyataannya ortunya ga ada jelaskan ke si anak bahwa adegan ini tuh begini, adegan itu tuh begitu. Kalau iya kan kedengeran banget itu ortunya jelasin , “Ini begini lho, Nak. Itu begitu lho, Nak.” Nah sama sekali ga ada itu.

  2. FB Comment from LMB: Hmmm bisa diterima u_u

    ^^ hehehe

    *lagi gaje mbak*

    • Hehehe, gpp kog. Seneng bisa diskusi di sini :). Gaje kenapa? Kayanya yang kamu bilang Je aja kog hahahaha, masuk akal kog, cuma dalam kasus yang terjadi waktu aku nonton itu memang yang kamu bilang ga terjadi, Lin :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: