All for Glory of Jesus Christ

Penggenapan Nubuatan

Sekitar 10 tahun lalu kalau saya tidak salah, di suatu pagi ketika saya sedang membaca renungan pagi tentang penuaian jiwa, tiba-tiba saya mendengar mengenai suatu nubuatan yang Tuhan berikan, “Engkau akan menjadi penuai jutaan jiwa”. Ketika mendengar itu saya hanya menjawab dalam hati, “Tapi saya baru menuai satu jiwa saja, bagaimana caranya saya bisa menuai jutaan jiwa?”

Saya ingat bahwa tak lama dari mendapatkan nubuatan itu, saya menceritakan hal ini kepada seorang teman. Teman saya mengatakan kepada saya, “Diaminkan. Diaminkan saja”. Saya kemudian mengaminkan hal itu. Hal ini terlupakan begitu saja sampai ketika tahun lalu saya ketika menuliskan mengenai sesuatu, tiba-tiba saja nubuatan ini teringat. Hari ini juga tiba-tiba nubuatan ini kembali teringat karena sesuatu hal.

Hal yang membuat saya teringat adalah ketika seorang teman mengirimkan sms kepada saya. Isi smsnya adalah ia telah membuatkan facebook dan twitter berisikan sms harian yang saya kirimkan kepadanya. Hal yang benar-benar di luar dugaan saya karena saya tidak meminta juga tidak memikirkan hal ini sama sekali. Ini murni merupakan inisiatif dari teman saya. Teman saya berkata kalau sempat coba lihat facebook dan twitter tersebut.

Ketika melihatnya, saya melihat di facebook sudah ada sejumlah orang yang menyatakan “like” akan hal tersebut dan sekejap saya tiba-tiba teringat akan nubuatan penuaian jutaan jiwa itu. Aneh sekali, padahal saya tidak sedang memikirkan hal tersebut, bahkan saya sudah melupakannya sejak tahun lalu. Walaupun saat ini baru menjangkau relatif sedikit orang, saya percaya kalau memang ini diprakarsai oleh Tuhan, maka Ia juga yang akan memperluas jangkauan itu.

Pengiriman sms itu dimulai sekian tahun lalu dan sempat terhenti juga. Awalnya dimulai karena dulu saya menggunakan satu jenis kartu prabayar tertentu yang memungkinkan saya untuk mengirimkan 100 sms gratis ke sesama pengguna kartu prabayar tersebut. Kemudian waktu itu saya berpikir, 100 sms gratis ini tidak pernah habis terpakai. Sayang sekali kalau tidak digunakan. Akhirnya saya dengan keisengan saya mengirimkan sms ke sejumlah teman yang menggunakan kartu jenis yang sama untuk menghabiskan jatah 100 sms itu setiap harinya.

Dari sana kemudian sempat saya menggunakan kartu jenis lain juga, sempat berhenti juga untuk mengirimkan sms. Minggu lalu kalau tidak salah saya mulai mengirimkan lagi karena seperti yang saya sudah ceritakan di note yang lalu, saya merasa bahwa saya harus mengirimkannya kembali. Kali ini kapasitas pengiriman saya adalah unlimited (tidak terbatas) ke semua operator telepon dan jumlahnya juga tidak terbatas. Sungguh heran, karena begitu saya berpikir bahwa saya harus mengirimkan kembali sms tersebut, ternyata ada fasilitas untuk itu yang tersedia.

Saya hari ini berpikir bahwa hal yang awalnya saya pikir adalah suatu keisengan belaka, sebenarnya bukanlah murni merupakan keisengan belaka. Saya hari ini berpikir bahwa sebenarnya hal itu sudah ditanamkan Tuhan di dalam diri saya. Ia sudah merancangkan saya dengan segenap karakter, kelebihan, dan kekurangan di dalam saya yang memang diperlengkapi untuk tujuan khusus yang Ia tentukan. Saya percaya itu juga yang Ia lakukan pada diri Anda. Hanya saja karena saya hanya manusia biasa yang terbatas, saya berpikir bahwa hal yang saya lakukan adalah diawali dengan keisengan belaka.

Ada seorang teman lain yang juga memberikan nubuatan kepada saya. Saya baru mengingatnya lagi ketika baru-baru ini saya menghapus semua note saya dan memindahkan komentar-komentar note-note tersebut ke blog saya. Isinya adalah “be woman of influence”. Saya berdoa bahwa kalau memang ini adalah nubuatan dari Tuhan, maka biarlah nama-Nya yang ditinggikan dan dimuliakan. Saya berdoa bahwa semoga kalau memang benar nubuatan ini dari-Nya, saya bisa menjadi seseorang yang memberi pengaruh positif di manapun, kapanpun, kepada siapapun, dan dalam kondisi apapun saya saat it demi kemuliaan nama-Nya.

Ada sejumlah nubuatan pribadi yang diberikan oleh orang-orang lain juga. Saya yakin bahwa apapun itu,kalau memang dari Tuhan pasti akan terjadi. Saya berdoa agar saya siap untuk menggenapi nubuatan tersebut pada waktunya.

Mungkin ada teman-teman lain yang juga mendapat nubuatan-nubuatan. Nubuatan dari Tuhan pasti terjadi. Jika Anda mendapatkan nubuatan tersebut, bersiaplah untuk maju dan menggenapinya. Kita tidak bisa memilih nubuatan yang Tuhan berikan, tapi kalau itu dari Tuhan pasti akan terjadi. Mungkin itu adalah sesuatu yang begitu besar yang kita pikir kita tidak mampu melakukannya, tapi memang Tuhan kita adalah Allah yang begitu besar. Sebagai Tuhan yang begitu besar, tidak mungkin Ia memberikan sesuatu yang kecil. Bersiaplah untuk menggenapi nubuatan yang Ia berikan.

Doaku hari ini: Tuhan, bagi setiap nubuatan yang Engkau berikan kepada setiap kami, aku berdoa supaya Kau siapkan kami untuk menggenapi nubuatan tersebut tepat pada waktunya. Pakailah kami lebih lagi untuk menggenapi setiap rencana-Mu di muka bumi ini, Tuhan. Biar nama-Mu yang dimuliakan atas setiap nubuatan yang tergenapi dan menjadi nyata terjadi. Seperti hamba-Mu, Maria yang berkata bahwa ia hanyalah hamba Tuhan dan biarlah terjadi segala sesuatu menurut kehendak-Mu, itu juga doaku, Tuhan. Biarlah hal itu juga menjadi doa setiap kami.

Amin.

Comments on: "Penggenapan Nubuatan" (2)

  1. FB Comment from EHC: ya note hari ini menguatkanku untuk tetap percaya dan mempersiapkan diri atas setiap janji dan nubuatanNya atas hidupku, sungguh diberkati sekali dengan note hari ini sis santi, tetap jadi alatNya dimanapun, dan kapanpun, Gbu now and forever

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: