All for Glory of Jesus Christ

Kisah Sepasang Anting-anting

Saya mempunyai berbagai pasang anting-anting. Beberapa saat terakhir ini saya menggunakan sepasang anting-anting berbentuk hati. Dulu waktu saya membelinya, saya tertarik karena anting-anting ini berbentuk mungil. Bentuknya yang mungil memungkinkan saya menggunakannya tanpa menarik perhatian secara berlebihan.

Suatu hari saya tanpa sengaja menyadari sesuatu. Ternyata sepasang anting-anting berbentuk hati ini melengkapi aksesoris lain yang saya gunakan. Liontin kalung saya berbentuk hati juga. Malah ada satu hal lagi yang juga dilengkapi secara tidak sengaja. Sepatu saya juga memiliki aksesoris berbentuk hati.

Ketika saya menyadari hal itu, saya merasa senang. Bukan apa-apa, karena saya merasa bisa menggunakan 3 jenis barang yang berbeda dan tanpa direncanakan ketiga jenis barang ini saling melengkapi satu dengan lainnya dalam hal keserasian bentuk tanpa saya rencanakan sama sekali.

Hanya saja beberapa hari lalu saya kehilangan anting-anting hati saya. Saya mencarinya ke mana-mana dan tidak menemukannya. Akibatnya saya menggunakan anting-anting lain sebagai pengganti anting-anting hati tersebut.

Kemarin tanpa sengaja, mata saya tiba-tiba menangkap bentuk hati di lantai kamar saya. Eureka! Saya menemukannya! Si anting-anting hati ada di lantai ternyata. Ah senangnya! Saya berhasil menemukan kembali anting-anting manis itu.

Saya kemudian hari ini mengganti anting-anting lain yang saya gunakan dengan anting-anting hati itu. Hanya saja ternyata tidak lama dari menggunakan anting-anting hati itu, anting-anting itu kemudian lepas kaitan hatinya dan ketika saya berusaha memasangkannya kembali, bentuk pengaitnya putus! Saya tidak bisa lagi menggunakan anting-anting itu.

Dari kisah sepasang anting-anting berbentuk hati itu, saya berpikir. Kadang kala ketika kita memiliki sesuatu, kita berpikir bahwa milik kita ini bisa melengkapi kita. Kita berpikir bahwa sesuatu ini akan menjadi milik kita seterusnya.

Hanya saja kita sering tidak sadar bahwa sesuatu yang saat ini menjadi milik kita, belum tentu selamanya menjadi milik kita. Segala sesuatu di dunia ini adalah milik Tuhan. Kalau kita diizinkan untuk memiliki sesuatu, berarti itu adalah kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita. Berarti kita harus menggunakan hal yang kita miliki dengan sebaik-baiknya dan semua yang kita miliki harus kita bisa gunakan untuk memuliakan nama-Nya.

Anting-anting di kisah saya mewakili segala sesuatu yang kita miliki, yang Tuhan percayakan kepada kita. Apakah ‘anting-anting’ yang Anda miliki? Apakah yang Anda lakukan kepada ‘anting-anting’ tersebut?

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: