All for Glory of Jesus Christ

Angkot dan Pasangan Hidup

Saya sebenarnya tidak ada niat mau menulis apa-apa hari ini. Hanya saja kembali hari ini terjadi sesuatu yang membuat saya jadi terinspirasi untuk menulis. Jadi begini ceritanya.

Saya setiap hari pulang menggunakan angkot (angkutan kota). Biasanya saya mudah sekali mendapatkan angkot, akan tetapi hari ini saya sulit sekali mendapatkan angkot. Saya tidak ingat lamanya saya menunggu angkot itu. Pokoknya relatif lama sekali dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Sambil menunggu angkot yang tidak kunjung datang, saya berpikir. Mengapa angkotnya hari ini lama sekali datangnya? Jangan-jangan ada demo sehingga angkotnya tidak beroperasi. Itu dugaan pertama saya.

Tunggu dan tunggu, saya berpikir lagi. Masalahnya kalau ada demo pemogokan angkot, mengapa angkot lain banyak sekali yang lewat? Kelihatannya tidak mungkin ada demo angkot.

Sambil menunggu, saya berpikir lagi. Begitu banyak angkot lain yang lewat, apakah saya sebaiknya naik angkot lain dan ke tempat lain dulu saja? Nanti dari tempat lain baru mengambil angkot lain lagi. Hanya saja saya pikir tadi saya pulang sudah agak sore dan sudah cukup lelah.

Akhirnya saya putuskan untuk terus menunggu. Ketika sudah lelah menunggu, saya hampir saja mengambil angkot lain. Untungnya angkot yang saya tunggu akhirnya lewat. Puji Tuhan! Saya langsung naik ke dalam angkot tersebut.

Ketika saya naik, saya berpikir. Menunggu mendapatkan angkot itu sama dengan menunggu mendapatkan pasangan hidup. Mungkin banyak orang yang lewat dan lalu lalang dalam kehidupan kita, hanya saja apakah orang itu memang orang yang dapat membantu kita sampai pada tujuan kita?

Kalau kita sudah lelah menunggu dan akhirnya memutuskan untuk memilih satu orang yang ternyata bukannya membawa kita sampai ke tujuan, tetapi justru malah membawa kita lebih jauh lagi dari tujuan kita, inilah suatu kesia-siaan hidup. Menikah ataupun tidak, tujuan hidup kita seharusnya hanyalah satu, yaitu memuliakan Tuhan dengan hidup kita. Kalau kita menikah tapi malah tidak memuliakan Tuhan, apalagi membuat kita benar-benar menyimpang dari tujuan hidup kita semula; inilah kesia-siaan hidup.

Apakah akhirnya karena lelah menunggu, kita akhirnya memilih orang pertama yang datang ke dalam hidup kita? Kalau ternyata ia bukan orang yang tepat, sungguh sangat disayangkan. Hidup hanyalah sekali. Menghabiskan hidup yang hanya satu kali dengan orang yang salah, sekali lagi itulah kesia-siaan hidup.

Saya juga sedang menunggu mendapatkan pasangan hidup. Dalam proses ini, kadang saya merasa begitu lelah, kadang saya merasa sudah tidak mau lagi menunggu. Sering sekali saya berpikir untuk hidup melajang saja, karena sudah bosan menunggu.

Hanya saja tahun lalu Tuhan sudah memberikan kepada saya penglihatan tentang pasangan hidup saya. Saya bahkan belum pernah bertemu dengannya. Hanya saja, sejak saat itu saya terus berdoa minta peneguhan dari Tuhan untuk meyakinkan saya apakah penglihatan itu benar dari Tuhan atau bukan? Sejak saat itu juga, saya menunggu dan berdoa untuk bisa bertemu dengan orang tersebut.

Dalam proses itu, saya sering merasa frustasi, capek, bahkan kesal pada Tuhan. Saya bahkan pernah menawar pada Tuhan: kalau boleh jangan dia orangnya. Yah, namanya juga usaha, siapa tahu Tuhan mengabulkan dan memberikan saya pilihan yang lain.

Hanya saja setiap kali saya berdoa, jawaban Tuhan masih tetap dia. Yah, apa boleh buat. Kalau memang Tuhan sudah menetapkan orang tersebut sebagai pasangan hidup saya, saya hanya bisa taat. Bagaimanapun juga, saya tahu bahwa pilihan Tuhan adalah yang terbaik.

Dari sejumlah nubuatan yang saya peroleh, pasangan hidup saya kelak adalah orang yang sangat dicintai dan mencintai Tuhan. Selain itu, saya juga dinubuatkan bahwa bersama dengan pasangan hidup saya kelak, saya akan memiliki keturunan Ilahi yang akan mengenalkan dan membawa orang lain kepada Kristus.

Saya tahu bahwa ketika Tuhan memilih orang ini sebagai pasangan hidup saya kelak, orang inilah yang akan membantu saya mencapai tujuan hidup saya. Orang inilah yang akan membantu saya menggenapi visi dan misi yang Tuhan beri kepada saya. Saya bahkan percaya, ia juga memiliki visi dan misi yang sama dengan saya; sehingga bersama-sama kami akan membantu mewujudkan tujuan yang Tuhan tanamkan dalam diri kami.

Apakah Anda sedang menunggu mendapatkan pasangan hidup dan mulai lelah? Arahkan pandangan Anda tetap tertuju pada Tuhan, karena dari-Nya lah kekuatan kita. Dengan atau tanpa pasangan, biarlah hidup kita tetap tertuju pada Tuhan dan memuliakan Dia dengan segenap hidup kita.

Amin.

Comments on: "Angkot dan Pasangan Hidup" (8)

  1. FB Comment from FJL: Halo Santy, apa kbr? Sy Jimmy masih ingat? Tulisannya bagus juga San. Biasa nulis ya? Udah mirip baca tulisan di koran. By writing you can give other people like me an inspiration. Thanks

    • Hi, Jim. Baik sekali, thanks. Gimana kabar kamu? Iya, ingat dong. Kan kita bertiga (sama Hanny) ultahnya sama hahaha, jadi ingat dong🙂.

      Wah, thanks, Jim. Kalau nulis sih saya dari SMU udah nulis di Gelanggang (majalah sekolah itu, inget ga?), pas kuliah nulis di buletin kampus. Cuma ya, intensif mulai nulis itu tahun kemarin sih.

      Well, actually one of my goals in writing is to inspire other to be better each day. You’re welcome, Jim. Feel free to visit my blog as well.

  2. FB Comment from ST: good writing…! very motivating. smangat terus yach san >:d<

  3. FB Comment from MR: Menarik! Memang bener, menikah atau melajang, yang penting tujuannya memuliakan Tuhan, San. Itu yg penting dipikirkan sebelum ambil keputusan.😀

    • Amin. Iya makanya dalam proses menunggu ini aku sering banget mikir melajang aja dah biar ga capek nunggu, tapi ternyata Tuhan punya rencana sendiri. Yah cuma bisa menunggu aja rencana Tuhan tergenapi.

  4. FB Comment from DRS: Thanks for the beautiful note, I feel blessed🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: