All for Glory of Jesus Christ

Mujizat Setiap Hari

Saya bingung, sungguh saya bingung. Masalahnya adalah saya benar-benar tidak merencanakan menulis hari ini, tetapi kembali sesuatu terjadi lagi hari ini sehingga membuat saya merasa perlu menuliskan ini.

Seperti saya sudah tuliskan sebelumnya, saya sebenarnya merencanakan untuk menulis satu atau dua minggu sekali saja. Ini saya lakukan karena mengingat banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan setiap harinya. Kalau dulu, saya mau menulis sehari sampai 3 note pun tidak menjadi masalah. Sekarang ini yang aneh tapi nyata, saya tidak merencanakan menuliskan sesuatu tapi ternyata Tuhan memberikan saya sesuatu untuk saya tulis. Puji Tuhan! Memang Ia adalah Allah yang luar biasa.

Mujizat adalah suatu keajaiban, suatu hal yang luar biasa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Saya merasa bahwa Tuhan melakukan mujizat setiap hari dalam hidup saya.

Ada beberapa cerita yang akan saya bagikan. Cerita pertama berkaitan dengan mahasiswa yang berminat dibimbing skripsinya. Saya melakukan pengamatan dan dari hasil pengamatan saya, saya berkesimpulan bahwa banyak mahasiswa yang tidak cukup mengerti bahwa dosen 1 minat penelitiannya adalah ke bidang A, dosen 2 ke bidang B, dan seterusnya.

Dari sana, saya lalu menuliskan daftar topik-topik (bidang-bidang) yang memang saya minati. Setelah menuliskan batas pendaftaran, saya tunggu hari demi hari tidak ada mahasiswa yang mendaftar. Ketika hari batas pendaftaran sudah hampir habis, saya berpikir mungkin memang tidak ada mahasiswa yang berminat untuk saya bimbing, mengingat saya adalah dosen baru di tempat saya mengajar.

Saya sempat merasa sedih dan saya berdoa saat itu, “Tuhan, memang aku merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatunya, tetapi Engkau juga yang menentukannya. Jangan buat aku dipermalukan.” Ternyata, Tuhan memberikan mujizat-Nya.

Seorang mahasiswa (sebut saja mahasiswa I) datang menghadap saya dan menanyakan kesediaan saya untuk membimbingnya. Saya terkejut sekali saat itu, karena saya sama sekali sudah tidak berharap lagi. Benar-benar Tuhan menjawab doa saya tepat pada waktunya, dengan caranya yang ajaib.

Kemudian saya paparkan mekanisme bimbingan yang saya rencanakan kepada mahasiswa I dengan tujuan kalau misalnya mahasiswa tersebut merasa tidak cocok dengan rencana ataupun ekspektasi saya itu, ia dapat memilih pembimbing lainnya. Di luar dugaan saya, mahasiswa tersebut setuju! Luar biasa! Padahal saya berpikir, kemungkinan hal yang saya paparkan akan membuat mahasiswa tersebut mengurungkan niatnya untuk meminta saya menjadi pembimbingnya. Ternyata, kembali Tuhan mengejutkan saya hari itu.

Lebih terkejut lagi, kemarin ada satu mahasiswa lain (sebut saja mahasiswa II) yang juga meminta kesediaan saya untuk menjadi pembimbingnya. Bahkan kali ini, saya diberikan kejutan ekstra karena dari yang diungkapkan mahasiswa itu, saya menangkap bahwa ia ingin memastikan bahwa saya yang menjadi pembimbingnya. Saya merasa terharu dan bersyukur bahwa Tuhan memberikan kepercayaan ini kepada saya.

Kepada mahasiswa II ini kembali saya memaparkan hal yang sama seperti yang saya sampaikan kepada mahasiswa I. Saya sudah berpikir, kemungkinan hal yang saya sampaikan bisa membuat mahasiswa II urung memilih saya sebagai pembimbingnya. Tapi lagi-lagi, saya dibuat salah menduga. Luar biasa! Tuhan benar-benar tidak berhenti memberikan kejutan kepada saya.

Hari ini lagi-lagi kembali saya diberikan kejutan oleh Tuhan. Satu mahasiswa lagi (sebut saja mahasiswa III) datang kepada saya untuk meminta kesediaan saya sebagai pembimbingnya.

Hal yang sama yang saya paparkan kepada mahasiswa I dan II kembali saya sampaikan kepada mahasiswa III. Bahkan lebih luar biasanya, mahasiswa III ini mengatakan bahwa ia memang ingin hasil yang ia kerjakan itu sempurna. Saya sangat gembira mendengarnya karena berarti mahasiswa ini sangat bersungguh-sungguh. Puji Tuhan!

Selain mujizat-mujizat ini, hari ini saya kembali mendapat mujizat lain. Kemarin Ibu saya mengatakan bahwa beliau akan meminta pekerja di rumah kami untuk membuatkan saya tas jinjing. Hal ini karena beliau melihat tas jinjing saya dari plastik sehingga rentan untuk robek.

Kemudian Ibu saya meminta saya meninggalkan tas jinjing saya yang lama untuk dijadikan contoh ukuran bagi pembuatan tas jinjing yang baru. Ayah saya kemudian mengatakan kepada saya kalau-kalau mau mengubah ukuran tas jinjing tersebut. Saya katakan tidak usah terlalu besar supaya tidak terlalu berat. Saya lalu mengatakan kalau memang akan ditambah ukurannya, cukup 1 cm saja ke kiri dan ke kanannya.

Kemarin tas itu sudah selesai dibuat dan hari ini saya gunakan ke kampus untuk membawa barang-barang saya yang rasanya semakin hari semakin banyak saja hahaha. Entahlah, saya ini tipe orang yang kalau bisa siap untuk menghadapi kondisi apapun. Itu sebabnya dalam tas saya bisa berisi berbagai macam barang.

Hari ini saya berpikir-pikir. Materi perkuliahan hari ini tidak terlalu banyak dan saya berpikir mengenai materi lain yang bisa saya berikan kepada mahasiswa. Kemudian saya menemukan bahwa ada video yang bisa saya sampaikan kepada mereka, hanya saja karena tidak ada suara yang bisa diperdengarkan akhirnya saya putuskan untuk membawa laptop saya ke kelas.

Tadinya saya berpikir untuk membawa tas kerja saya. Tapi ketika saya melihat tas jinjing saya, saya coba untuk memasukkan laptop saya ke dalamnya. Ternyata…. benar-benar pas sekali ukurannya! Saya sangat terkejut dan senang. Terkejut, karena saya sama sekali tidak mengukur ukuran tas tersebut dengan laptop saya. Senang, karena saya bisa membawa laptop saya ke kelas dengan cara yang nyaman dan aman.

Mujizat lain lagi yang terjadi hari ini adalah ketika ada mahasiswa yang memberikan respon secara verbal bahwa hal yang saya ajarkan sudah dimengerti dengan sangat jelas. Dari sejak pertama saya mengajar bertahun-tahun lalu, seingat saya belum pernah ada mahasiswa yang memberikan respon verbal bahwa hal yang saya ajarkan sudah dapat dimengerti dengan sangat jelas. Saya bersyukur sekali pada Tuhan. Saya tahu ini semua bukan karena saya pandai menjelaskan, tapi ini semua karena Tuhan memang bekerja membuka pikiran mahasiswa saya.

Mungkin bagi Anda, hal-hal yang saya alami adalah hal-hal yang kecil. Hanya saja bagi saya, hal-hal kecil yang terjadi setiap hari adalah mujizat-mujizat yang Tuhan berikan kepada saya. Setiap hal kecil yang terjadi, menegaskan hal yang sudah saya ketahui dengan baik: bahwa Tuhan sangat mengasihi dan mempedulikan saya.

Sungguh saya bersyukur untuk setiap mujizat yang Ia berikan setiap harinya. Karena Ia sangat mengasihi dan mempedulikan saya, saya yakin Ia juga sangat mengasihi dan mempedulikan Anda. Kalau Ia memberikan mujizat pada saya setiap hari, saya percaya Ia juga memberikan mujizat kepada Anda setiap harinya. Selamat menikmati mujizat demi mujizat-Nya.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: