All for Glory of Jesus Christ

Beyond the Ordinary

Hum saya bingung karena hari ini tidak ingin menuliskan apapun. Hanya saja ketika ke gereja hari ini, kotbah dari pendeta saya sangat luar biasa. Saya jadi terdorong untuk menuliskan inti sari dari yang beliau kotbahkan. Setelah itu saya jadi teringat sesuatu yang lain yang juga ingin saya ceritakan. Hummmm, repot juga ya? Huahaha, tidak niat menulis tapi ternyata ada berbagai hal yang ingin saya bagikan. Ok, ya sudah saya akan tuliskan keduanya.

Judul note ini saya ambil dari tema minggu ini di gereja saya. Kalau diterjemahkan berarti “Melampaui yang Biasa-biasa Saja”. Hari ini kotbah pendeta saya (Pak Bambang Widjaja) adalah mengenai “Menjadi Garam dan Terang Dunia” yang saya simpulkan merupakan bagian dari tema besar minggu ini. Mungkin kotbah tentang hal ini sudah sangat sering disampaikan di berbagai gereja, di berbagai kesempatan, di berbagai waktu. Hanya saja saya tadi berpikir bahwa topik yang disampaikan hari ini perlu saya tuliskan ulang untuk mengingatkan kembali kita semua.

Berikut ini adalah yang saya tangkap dari kotbah Pak Bambang. Kita adalah garam dan terang dunia. Artinya memang kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang di dunia. Kalau memang kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang di dunia, berarti dunia itu adalah dunia yang sudah hambar, busuk, dan gelap.

Logikanya kalau dunia ini bukan dunia yang hambar, busuk, dan gelap; maka kita tidak perlu lagi untuk menjadi garam dan terang untuk memberikan rasa, mengawetkan, dan menerangi. Bukankah begitu? Tapi justru karena kita hidup di dunia yang seperti itu, justru kita dipanggil untuk melakukan sesuatu.

Panggilan kita sebagai garam dan terang dunia adalah untuk hidup dengan cara yang berbeda dan dengan prinsip hidup yang berbeda, sehingga kita bisa mempengaruhi dunia (orang lain). Kalau perlu, kita juga harus berani untuk melawan arus dunia, bukan hanya ikut arus saja atau ikut mayoritas. Jargonnya (istilahnya) Pak Bambang itu “Slebor” alias selera borongan alias selera, pendapat, atau prinsip mayoritas (massa).

Hal yang menarik itu ketika beliau mengungkapkan satu kalimat ini: mungkin dibutuhkan keberanian untuk orang berani mati, tapi dibutuhkan lebih banyak lagi keberanian untuk hidup sesuai dengan prinsip yang kita pegang. Ini adalah sesuatu yang benar sekali, karena memang tanpa prinsip kita hanya akan ikut arus saja. Seperti yang dicontohkan beliau: ada satu jenis ikan yang selalu ikut arus kemanapun arus itu dan itulah ikan mati.

Pasti kita tidak ingin jadi seperti itu bukan? Saat beliau bercerita begitu, saya teringat akan ikan yang berenang menentang arus. Ikan tersebut adalah ikan salmon. Ikan salmon biasanya gemuk-gemuk karena bekerja keras menentang arus. Selain itu, kandungan gizi ikan salmon pun tinggi dan sehat untuk mengonsumi ikan tersebut.

Saya percaya kalau kita menjadi orang yang memegang prinsip yang diajarkan Tuhan dengan teguh, mungkin kita akan banyak sekali mengalami konflik dan senggolan, baik dengan kiri dan kanan kita. Hanya saja, saat kita mengalami hal itu, saya percaya bahwa Tuhan sendiri yang akan bekerja dan membuat nama-Nya dimuliakan.

“Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.” (Amsal 4:18)

Sepanjang bulan September tadi di gereja saya disebutkan bahwa tema bulan ini adalah “Above and Beyond” yang jika diartikan adalah “Tata Nilai yang Melampaui Rata-rata”. Berkaitan dengan tema pagi ini, menjadi garam dan terang dunia merupakan hal yang memang Tuhan inginkan bagi setiap anak-anak-Nya: untuk hidup di atas rata-rata, dalam tata nilai dan prinsip hidup yang di atas rata-rata, selalu hidup mengusahakan dan memberikan yang terbaik; sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

Mari kita semua belajar untuk senantiasa hidup sesuai dengan yang Tuhan mau. Dengan demikian, kita akan menjalani hidup yang tidak biasa-biasa saja. Dengan demikian, hidup yang satu kali ini bisa sungguh bermakna.

“Karena sesungguhnya, hidup yang tidak bermakna adalah hidup yang tidak layak untuk dijalani.” (Socrates)

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: