All for Glory of Jesus Christ

Anak = Sumber Penghiburan

Hari ini saya menjadi tour guide untuk kenalan saya (sebut saja A) dari Jakarta. Saya mengenalnya lewat satu forum kristiani di internet dan lewat chatting. Jadi inilah kali pertama kami bertemu.

Well, sebenarnya A agak salah (kalau tidak mau dibilang sangat salah) dalam memilih saya untuk menjadi tour guide, karena saya sebenarnya tidak terlalu hafal jalan-jalan dan tempat-tempat di Bandung. Maklum saya sehari-hari menggunakan angkot sebagai alat transportasi dan saya hanya tahu jalur angkot ke daerah/tempat yang biasa saya kunjungi saja. Selebihnya, blank alias tidak tahu haahhaha. Belum lagi kelemahan saya dalam orientasi arah itu sangat luar biasa alias parah sekali hahahaha. Saya sulit membedakan jalan dan arah ke suatu tempat, kecuali kalau saya sudah sering sekali ke tempat tersebut. Saya benar-benar pilihan tour guide yang buruk hahahaha.

A datang bersama ibunya dan anaknya. Menarik juga karena ketika saya bertemu dengan A, banyak hal yang ternyata berbeda dengan ketika saya berkomunikasi dengannya di internet. A ini sangat ramah, begitu juga dengan ibu dan anaknya.

Saya terutama mau membahas mengenai anaknya (sebut saja B). B duduk di kelas 1 sekolah menengah atas dan saya melihat B manis sekali. Benar-benar tipikal anak remaja pada umumnya, namun ia cukup sopan. Saya sangat suka dengan anak yang mengerti tata krama. Selain manis, ia juga sangat apa adanya dan jenaka. Saya beberapa kali tersenyum dan tertawa melihat perilakunya yang polos.

Hari ini mungkin cukup melelahkan bagi saya, namun saya merasa hari ini sangat menyenangkan. Sepanjang hari ini saya mengobrol dengan kenalan saya ini, dengan ibunya, dan dengan anaknya. Di penghujung hari, saya mendapat suatu hal yang berharga sekali.

Jadi kemarin karena mengalami suatu hal yang membuat saya sangat sedih, saya sempat membuat status facebook sebagai berikut:

“Maybe being single forever is not a bad idea at all.”

Artinya adalah:

“Mungkin melajang selamanya itu bukan ide buruk sama sekali.”

Status itu memang benar, melajang selamanya, entah karena karunia maupun karena pilihan, itu bukan ide yang buruk sama sekali. Hanya saja saya menuliskan status tersebut karena sedang emosi, karena berpikir bahwa dengan melajang selamanya, saya akan dapat terhindar dari menyakiti dan disakiti oleh pasangan saya.

Well, itulah alasan yang salah sama sekali untuk melajang. Saya tidak mau membahas panjang lebar mengenai hal ini karena memang artikel hari ini bukan ingin membahas hal tersebut. Pembahasan mengenai melajang sudah pernah dibahas dalam artikel “Hidup Melajang?

Jadi sepanjang hari kemarin saya habiskan dalam kesedihan dan hari ini ternyata saya bisa bersuka cita. Puji Tuhan! Bukan hanya itu, ketika saya bertemu dengan anak kenalan saya ini, saya mendapati suatu hal.

Anak adalah sumber penghiburan bagi orang tua. Saya melihat B merupakan penghiburan bagi A sebagai orang tuanya, juga bagi neneknya. Saya sendiri pun yang bisa dibilang orang asing bagi B merasa terhibur melihat B.

Sekejap saya jadi teringat peristiwa sekian tahun lalu saat saya berkunjung ke rumah kakak saya. Saat itu saya melihat kedua keponakan saya sedang bermain dan saya melihat mereka begitu lucu dan menggemaskan. Ya, anak-anak memang sangat polos dan melihat perilaku mereka itu adalah suatu hiburan tersendiri.

Saya masih ingat komentar kakak saya ketika saya mengatakan bahwa melihat anak-anaknya rasanya terhibur sekali. Komentar kakak saya waktu itu kurang lebih adalah:

“Memang. Selelah apapun saat itu setelah bekerja, ketika melihat anak-anak semua rasa lelah itu hilang.”

Pertemuan saya hari ini membuka mata saya mengenai pentingnya pernikahan: bahwa dengan pernikahan itu sesungguhnya Tuhan memberikan suatu anugerah dan berkat yang luar biasa dengan kehadiran anak: sang pemberi penghiburan. Walaupun memiliki anak adalah suatu tanggung jawab yang berat, memiliki anak juga merupakan suatu kehormatan tersendiri. Untuk itulah Tuhan memberikan reward (hadiah) dalam diri anak-anak itu sendiri. Kepolosan, perilaku apa adanya, dan kelucuan dari setiap anak; itulah hadiah terbesar yang Tuhan berikan bagi setiap orang tua.

Seakan-akan hal yang saya dapatkan pada hari ini merupakan jawaban dari Tuhan untuk status di facebook yang saya tuliskan kemarin. Sungguh Tuhan itu luar biasa! Saya sungguh bersyukur karena Tuhan merancang pertemuan ini. Dengan demikian, saya bisa belajar sesuatu di dalamnya. Sungguh benar bahwa memang di dalam Tuhan tidak pernah ada kebetulan. Setiap hal yang diizinkan-Nya terjadi dalam hidup kita, sungguh adalah kebaikan semata.

Doaku hari ini: Tuhan, aku bersyukur untuk sukacita dan pembelajaran yang Tuhan berikan pada hari ini. Aku bersyukur untuk setiap anak-anak yang Tuhan berikan kepada para orang tua, khususnya untuk B. Semoga B bisa tumbuh menjadi anak yang sungguh-sungguh memuliakan Tuhan dan menjadi anak yang bisa membawa dampak positif di lingkungan tempat ia berada.

Tuhan, aku bersyukur karena memiliki Allah yang luar biasa seperti Engkau. Aku bersyukur karena setiap rencana-Mu itu sungguh ajaib dan besar dalam hidupku. Biarlah semua rencana-Mu itu tergenapi dan bantulah aku, Tuhan, untuk mengenapi setiap rencana-Mu itu.

Biarlah semua orang yang membaca artikel ini juga bisa bersyukur untuk setiap rencana-Mu yang indah dalam hidup mereka. Bantulah mereka juga untuk bisa menggenapi setiap rencana-Mu itu dalam hidup mereka. Terpujilah Engkau, Yesus, yang memungkinkan semuanya ini terjadi.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: