All for Glory of Jesus Christ

Kematian Orang yang Dikasihi

Hari ini saya dikejutkan oleh sms seorang sahabat terdekat saya. Ia mengabarkan kepada saya bahwa ayahnya meninggal dunia. Saya sungguh sangat terkejut karena minggu sebelumnya sahabat saya masih bercerita mengenai kondisi kesehatan ayahnya yang membaik.

Sahabat saya ini merupakan orang yang sangat dekat dengan saya. Ia sangat mengasihi saya. Setiap kali saya mengalami hal yang buruk, menyedihkan, atau menyakitkan; inilah orang yang selalu siap untuk menghibur, mendukung, bahkan kadang-kadang saya mendapati bahwa ia yang marah menghadapi situasi-situasi yang saya hadapi. Sungguh seorang sahabat sejati.

Saya mengenal kakak, ibu, juga almarhum ayah dari sahabat saya. Saya masih terkejut sampai sekarang karena begitu mendadaknya kepergian ayah sahabat saya ini.

Saya berpikir dan merenung. Dalam satu hari yang sama, terjadi dua peristiwa yang berbeda. Seperti yang saya sudah tuliskan di artikel sebelumnya, yaitu bahwa saya mendapatkan mujizat kesembuhan; ternyata kontras dengan yang saya alami, ayah sahabat saya meninggal dunia.

Hanya saja saya percaya, bahwa segala sesuatu yang Tuhan izinkan adalah untuk kebaikan semata. Saya percaya ada rencana Tuhan yang indah di balik semua ini.

“Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan”. (Ayub 1:21)

Kematian selalu membuat manusia berpikir akan sesuatu yang biasanya tidak terpikirkan saat kehidupan masih terbentang luas di depan mata. Kematian selalu menyentakkan manusia akan masa keabadian yang menanti di muka.

Doaku hari ini: Tuhan berilah kekuatan bagi sahabatku dan keluarganya yang ditinggalkan oleh ayah dan suami terkasih mereka. Berikan penghiburan bagi mereka sehingga tabah menjalani kehilangan besar ini.

Tuhan, aku percaya ada rencana indah-Mu bagi mereka. Singkapkan itu bagi mereka, supaya mereka bisa melihat rencana indah-Mu itu.

Bagi setiap orang yang membaca artikel ini dan mengalami kehilangan karena kematian orang terkasihnya, Tuhan kiranya Tuhan juga hiburkan dan kuatkan mereka. Biarlah dalam setiap perkara, termasuk dalam kematian, nama Tuhan dapat dimuliakan. “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”(Filipi 1:21). Biarlah kami mengarahkan pandangan kami hanya kepada-Mu, Tuhan, sehingga bahkan maut pun tidak dapat memisahkan kami dari kasih-Mu yang teramat besar itu.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: