All for Glory of Jesus Christ

What a Day!

Hari ini adalah hari yang berbeda dari Hari-hari Minggu sebelumnya. Hari Minggu ini saya tidak pergi ke gereja saya seperti pada umumnya, tapi saya berkesempatan untuk mengunjungi gereja teman saya (sebut saja A).

Saya ke sana dalam rangka mengantar seorang teman (sebut saja B), sekaligus ingin tahu gereja A. Kalau mau melakukan benchmarking (perbandingan) antara gereja saya dengan gereja A, sebenarnya saya mendapati berbagai kesamaan; terutama dalam hal ajaran/kotbah.

Pada saat kotbah saya mendapati bahwa tema tahun ini dari gereja A itu adalah mengenai pemberian otoritas yang baru kepada setiap anak Tuhan. Pada saat mendengar itu, saya langsung berpikir:

“Great! Pas sekali dengan hal yang saya doakan (meminta urapan yang baru) ketika saya mundur dari satu pelayanan beberapa bulan lalu.”

Berkaitan dengan tema tersebut, ada 5 sub point yang dibahas oleh pendeta di sana (Pastor Yohanes Sudarmadji/Ps. Yosi) tapi sayangnya saya hanya ingat 3 di antaranya, yaitu exousia, dunamis, dan kapasitas. Exousia berarti kuasa, sementara dunamis artinya kekuatan. Jadi sebagai anak Tuhan dengan otoritas baru yang kita miliki; kita diberi kuasa, kekuatan, dan memperbesar kapasitas kita.

Sebenarnya saya ketika mendengar hal ini, saya berpikir sesuatu. Tadi malam saya baru saja mengisi formulir kepemimpinan yang diminta oleh organisasi baru tempat saya melayani. Saya sebenarnya agak bingung juga, mengingat saya benar-benar baru di sana. Tidak lama dari mendaftar untuk melayani di sana dan berkorespondensi dengan seorang pemimpin di sana, saya dikirimkan formulir kepemimpinan itu.

Saya diminta untuk mengisi tes karunia. Setelah saya isi, hasilnya di luar dugaan saya. Tiga karunia teratas, sungguh benar-benar di luar dugaan saya. Saya jadi tercengang melihat hasilnya.

Ketika merenungkan hasil tes tersebut, saya berpikir:

“Apakah Tuhan memang sudah merencanakan sesuatu yang amat besar bagi saya di masa depan?”

Kalau memang demikian, saya hanya bisa menjawab “ya” untuk apapun yang Tuhan mau. Jadi begitu mendengar kotbah hari ini, saya merasa memang itu yang Tuhan sudah siapkan bagi saya.

Ada 2 hal menarik lagi yang dibahas hari ini dalam kotbah Ps. Yosi. Pertama adalah mengenai sumur, yaitu mengenai Yusuf dan Yeremia yang dimasukkan ke dalam sumur. Saya menginterpretasikan sumur sebagai segala hal yang bisa menghalangi kita untuk mencapai tujuan kita. Hanya saja sesungguhnya yang terpenting bukan sumurnya, tapi sikap hati kita dalam menghadapi sumur tersebut. Buktinya baik Yusuf dan Yeremia bisa keluar dari sumur tersebut dan maju untuk menggenapi panggilan mereka.

Hal kedua yang menarik lagi adalah ketika disinggung mengenai angka 71. Angka 71 itu sebagai simbol ketika Tuhan mengambil roh Musa untuk dibagikan kepada 70 orang tua-tua, sehingga akhirnya jadi terdapat 71 pemimpin (Musa + 70 tua-tua). Saya menginterpretasikan “mengambil roh untuk dibagikan” itu sebagai suatu bentuk pemberian otoritas kepada orang yang di bawah kita (delegasi) dan juga bentuk pengurapan, sehingga akhirnya orang di bawah kita memiliki kuasa, kekuatan, dan kapasitas yang diperlebar.

Ketika mendengar hal itu, saya langsung berpikir bahwa benar inilah arahan Tuhan bagi saya. Sebelum mendengar hal tersebut, sekian bulan sebelumnya dengan sedikit waktu yang saya miliki, saya merasa bahwa saya diberi satu misi khusus temporer untuk mencetak pemimpin masa depan lewat pekerjaan saya. Jadi saya berdoa bahwa kalau ini dari Tuhan, biar Ia yang memberikan exousia, dunamis, dan kapasitas bagi saya untuk menggenapi visi tersebut.

Hal yang menarik lagi tentang gereja A ini adalah kentalnya rasa kekeluargaan (fellowship) yang ada. Saya langsung merasakan atmosfir itu ketika baru menginjakkan kaki di sana, apalagi ketika selesai ibadah.

Ok, cukup pembahasan mengenai gereja A. Saya akan beralih ke pembahasan yang lain. Jadi seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya mengunjungi gereja A karena menemani B. Saya berharap ia akan dapat bertumbuh di gereja tersebut, mengingat jarak antara tempat tinggal B dan gereja A yang relatif dekat.

Saya sangat menikmati hari ini bersama B. Kami melakukan hal yang disebut oleh Rick Warren sebagai “gut-level sharing”. Gut-level sharing adalah berbagi berbagai beban, pergumulan, harapan, dll yang sifatnya adalah mendalam dan bukan hanya di permukaan saja (artifisial atau dangkal).

Saya percaya bahwa ada rencana khusus Tuhan bagi B, karena Tuhan menggerakkan saya untuk mengajak B ke gereja A. Ide tersebut benar-benar spontan terlintas di pikiran saya dan saya langsung bertindak mengajak B. Herannya B juga mau hahahaha.

Saya dan B berbagi banyak hal yang saya tidak rencanakan sebelumnya. Saya kira B juga tidak menyangka bahwa kami akan melakukan gut-level sharing ini. Saya senang sekali karena memang gut-level sharing ini tidak semua orang mau membuka diri untuk melakukannya.

Tapi saya percaya, bahwa keterbukaan yang terjadi hari ini adalah sesuatu yang memang sudah dalam rencana Tuhan dan bahwa tidak ada sesuatu pun yang sifatnya adalah kebetulan di dalam Tuhan. Saya cukup yakin bahwa B inilah salah satu pemimpin masa depan yang akan terbentuk.

Oh ya ada satu lagi hal yang menyenangkan bagi saya. Jadi kemarin pagi saya berpikir bahwa saya menghabiskan banyak waktu dengan notebook saya. Saya menggunakannya dengan menyandar di ranjang dengan bertumpukan paha saya hahaha. Akibatnya saya sering merasa kepanasan, karena setelah sekian lama temperatur notebook saya mulai memanas.

Jadi tadi pagi saya berpikir untuk membeli meja lipat sehingga dapat membantu saya dalam bekerja ataupun dalam berkarya. Setelah mencari-cari, tidak ditemukan barang yang dibutuhkan dengan harga yang diinginkan.

Akhirnya, saya menemukan satu standar dudukan bagi notebook yang memang bisa disesuaikan (adjustable) posisi maupun dudukannya. Memang harganya cukup mahal bagi saya, tetapi karena beratnya sangat ringan, bentuknya juga portable (mudah dibawa-bawa), dan saya pikir saya juga sangat membutuhkannya; akhirnya saya beli juga.

Saat ini saya sedang menggunakan barang tersebut untuk menulis. Memang sangat nyaman menggunakan notebook saya sekarang hahaha. Puji Tuhan!

Jadi, saya sangat bersyukur untuk hari ini. Tuhan sungguh luar biasa dan saya percaya selama-lamanya Ia akan luar biasa! Kalau hari ini Tuhan memberikan sukacita yang penuh bagi saya, saya percaya Ia juga mau memberikan sukacita tersebut bagi Anda.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: