All for Glory of Jesus Christ

Pengendalian Diri

Hari ini saya membuat satu kesalahan yang cukup besar. Awalnya saya tidak menyadari bahwa saya membuat kesalahan tersebut. Setelah saya bercerita kepada teman saya, saya baru menyadari bahwa saya membuat satu kesalahan besar.

Jadi begini, ada sejumlah mahasiswa yang tidak mengikuti petunjuk saya. Padahal saya sudah mengatur segala sesuatunya dengan harapan mereka bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Ternyata hal-hal yang saya sudah pesankan tidak dilakukan.

Kalau mau dihitung-hitung, terdapat setidaknya 4 kesalahan besar dari sejumlah mahasiswa tersebut. Hanya saja kesalahan saya lebih besar dibandingkan 4 kesalahan mahasiswa tersebut.

Hari ini saya benar-benar marah besar. Kalau Anda mengenal saya dengan cukup baik, Anda akan mengetahui bahwa saya termasuk orang yang jarang marah. Hanya saja kalau saya sudah marah, itu benar-benar berbahaya. Masalah marah, itu sebenarnya tidak dosa. Hanya saja hari ini saya benar-benar emosi sekali.

Kesalahan besar saya adalah saya marah sebelum saya menanyakan terlebih dahulu alasan mahasiswa tersebut berbuat salah. Marahnya memang tidak dosa, Tuhan Yesus sendiri dulu pernah marah besar sampai mengobrak-abrik meja-meja yang dipakai berjualan di pelataran Bait Allah. Hanya saja kurangnya pengendalian diri saya yang marah sebelum bertanya alasannya, itulah kesalahan besar saya.

Saya sungguh bersyukur memiliki sahabat baik yang bisa memberikan sudut pandang yang berbeda. Sahabat saya memberikan pendapat bahwa mungkin ada alasan tersendiri para mahasiswa tersebut tidak mengikuti hal yang saya sudah pikirkan sebelumnya. Karena pendapat sahabat saya itu, saya bisa berpikir ulang mengenai segala sesuatunya dari sudut pandang yang lain.

Hmmm, menjadi seorang pengajar yang baik ternyata benar-benar tidak mudah. Menghadapi para mahasiswa yang tidak mau mengikuti petunjuk, benar-benar membuat saya kecewa. Alasannya adalah karena saya memikirkan ini dan itu agar mereka dapat melakukan yang terbaik dalam hal yang mereka harus kerjakan. Ternyata hal yang saya sudah pikirkan demi kebaikan mereka sendiri, mereka abaikan begitu saja. Saya sungguh kecewa.

Hanya saja ketika saya memikirkan pendapat teman saya dan saya masuk ke dalam refleksi pribadi, saya menemukan sesuatu. Para mahasiswa adalah pohon-pohon kecil yang baru tumbuh. Saat ini Tuhan memberikan saya kesempatan sebagai pengajar mereka tentu bukan suatu kebetulan.

Pohon-pohon kecil yang baru tumbuh tentu saja memerlukan pemeliharaan. Cabang-cabang yang tidak beraturan harus dipotong. Hama-hama yang ada harus dibunuh. Pohon-pohon itu harus disirami dan dipupuk supaya bisa tumbuh subur.

Para mahasiswa membutuhkan didikan. Sifat dan sikap yang tidak sesuai harus diarahkan. Hal-hal yang tidak benar harus dihilangkan dalam diri mereka. Mereka harus diberikan bukan saja ilmu, tetapi juga nilai-nilai kehidupan dan moral.

Menjadi seorang pengajar berarti harus menjadi seumpama sebutir biji yang siap mati agar bisa menghasilkan buah yang berlimpah-limpah. Tuhan Yesus mengatakan bahwa jika ingin mengikut Dia, berarti kita harus mau menyangkal diri (keegoan dan kedagingan), memikul salib (segala beban dan permasalahan hidup), dan mengikuti Dia (turut segala perintah-Nya) setiap hari.

Hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Tetapi Ia berkata, bahwa orang yang mengasihi Dia adalah orang yang melakukan Firman-Nya. Jadi, sesulit apapun itu, saya harus melakukannya.

Doaku hari ini: Tuhan ampuni aku karena hari ini aku benar-benar melakukan kesalahan besar. Bantu aku, Tuhan, supaya kejadian hari ini bisa menjadi pelajaran yang berharga bagiku di kemudian hari. Bantu aku, Tuhan, supaya aku bisa mengendalikan diriku dengan sebaik-baiknya.

Tuhan, Engkau mempercayakan aku dengan sejumlah mahasiswa untuk aku ajar dan aku didik. Bantu aku, Tuhan, supaya aku bisa mengajar dan mendidik mereka dengan sebaik-baiknya. Bantu aku, Tuhan, supaya ketika diri mereka bertemu dengan diriku, aku sungguh bisa membawa dampak yang positif dalam hidup mereka. Terutama bantu aku, Tuhan, supaya bukan saja aku bisa menghasilkan para mahasiswa yang pintar dan cerdas, tetapi juga menghasilkan para mahasiswa yang sungguh bisa menjadi seorang manusia yang utuh, yang mengenal dirinya sepenuhnya, bisa mengembangkan potensinya secara maksimal, dan pada akhirnya bisa menjadi pemimpin masa depan bagi Indonesia dan dunia.

Tuhan, tugas mengajar dan mendidik yang Engkau percayakan ini sungguh bukanlah hal yang mudah. Mengajar dan mendidik para mahasiswa merupakan satu tanggung jawab besar yang harus aku pikul. Untuk itu, berikan aku kekuatan, kesabaran, dan hikmat dalam melakukannya; sehingga apapun yang aku lakukan dalam mengajar dan mendidik mereka, itu sungguh dapat memuliakan nama-Mu.

Terima kasih, Tuhan, untuk hari ini. Aku percaya tidak ada yang kebetulan di dalam Engkau. Aku percaya lewat pembelajaran ini aku akan menjadi lebih baik lagi di waktu yang akan datang.

Amin.

(PS: Thanks to Ting Ting who has given me the new perspective of the situation. A real friend is one who does not hesitate to take a lot of risks to correct and to tell the truth. You are indeed a real friend, Ting. Thank you very much).

Iklan

Comments on: "Pengendalian Diri" (2)

  1. Istri I lebih prefer menjadi seorang guru katanya dia nga hanya mengajar tetapi mendidik, ya juga sih masuk diakal, karena kalo tambah dewasa makin sulit dididik, sulit bukan berarti tidak bisa 🙂

    • Hehehe, gua selalu percaya ga ada yang mustahil. Sebuah batu kalau ada setetes air jatuh ke atasnya aja secara terus menerus aja bisa pecah, apalagi hati manusia yang terus-menerus dijamah dengan didikan. Gua cuma bisa berdoa kalau Tuhan memberikan semua yang gua butuhin buat bisa jadi pengajar yang baik :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: