All for Glory of Jesus Christ

Kegigihan

Hari ini terjadi sesuatu yang menginspirasikan saya untuk menuliskan artikel ini. Beberapa hari lalu, seorang asisten dari suatu mata kuliah (sebut saja C) menghubungi saya dan mengatakan bahwa ada seseorang (sebut saja D) yang berminat untuk mendaftar menjadi asisten untuk mata kuliah yang sama. Hanya saja waktu untuk memasukkan lamaran telah lewat sehingga D tidak berani untuk memasukkan lamaran tersebut.

Saya katakan kepada C bahwa waktu untuk memasukkan lamaran sudah lewat. Selain itu, jumlah pelamar untuk menjadi asisten suatu mata kuliah sudah begitu banyak. Oleh karena itu saya katakan kepada C bahwa saya tidak bisa menerima lamaran D.

Hari ini ternyata D datang menemui saya. Ia meminta supaya diberikan kesempatan untuk mengikuti tes dan wawancara untuk bisa menjadi asisten suatu mata kuliah. Saya kembali mengatakan jawaban yang sama yang saya sudah katakan ke C.

Ternyata D kembali meminta kepada saya untuk diberikan kesempatan untuk mengikuti tes dan wawancara tersebut. Saya lalu mencoba untuk memberikan alternatif lain kepada D. Saya katakan kepadanya bahwa mata kuliah yang lain juga pasti membutuhkan asisten dan mencoba membuatnya untuk berubah pikiran.

Hanya saja D menjelaskan kepada saya bahwa untuk sejumlah mata kuliah yang saya sebutkan, telah terdapat para asisten masing-masing untuk mata kuliah-mata kuliah tersebut. Itu sebabnya D tidak bisa menjadi asisten untuk mata kuliah yang lain itu.

Ketika saya sedang berpikir, D kembali meminta sekali lagi kesempatan tersebut. Akhirnya saya bertanya kepada D. Saya menanyakan tingkat minatnya dari skala 0 sampai 100 untuk menjadi asisten suatu mata kuliah yang dia harapkan. D menjawab 100.

Jawaban ini memang jawaban yang tidak realistis. Hanya saja, saya melihat kesungguhan dan kegigihan dari D. Itu membuat saya cukup terkesan. Saya berpikir kalau memang ia sungguh-sungguh dan gigih untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan, kalau nanti ia terpilih dalam proses tes dan wawancaran yang dilakukan 4 hari mendatang itu, saya percaya ia akan menjadi asisten yang luar biasa di satu mata kuliah itu.

Memang hasilnya nanti entah dia terpilih atau tidak, saya tidak tahu. Saya juga sudah menyatakan kepada para asisten lain bahwa saya tidak akan ikut campur dalam proses seleksinya karena ini harus murni hasil keputusan para asisten lainnya. Kejadian ini tapi memang sungguh menarik.

Kejadian ini mengingatkan saya akan satu cerita di Alkitab. Cerita tentang seorang perempuan yang meminta keadilan pada seorang hakim yang kejam. Karena perempuan ini terus meminta kepada sang hakim, akhirnya sang hakim mengabulkan permintaannya. Sang hakim mengabulkan permintaan perempuan itu supaya perempuan itu tidak mengganggunya lagi.

Tuhan bukanlah hakim yang kejam. Dia adalah hakim yang adil. Ia adalah Allah yang Maha Baik. Jika masing-masing dari saya dan seorang hakim yang kejam saja karena kegigihan seseorang calon asisten dan seorang perempuan, akhirnya bisa mengabulkan permintaan masing-masing dari mereka; apalagi Bapa di Surga yang penuh kasih.

Jika hari ini Anda memiliki suatu permasalahan, berdoalah dengan gigih. Seperti seorang calon asisten yang begitu gigih meminta diberikan kesempatan, seperti seorang perempuan yang begitu gigih meminta diberikan keadilan; begitu juga Anda dapat meminta untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan Anda.

Tuhan pasti memberikan jawaban dari hal yang Anda doakan. Ia bisa memberikan jawaban, “Ya”, “Tidak”, dan “Tunggu”. Tugas Anda adalah berdoa dengan tekun, dengar kehendak Tuhan yang dinyatakan, dan bertindak untuk melakukan hal yang Tuhan tetapkan.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: