All for Glory of Jesus Christ

Penyembahan Sejati

Pagi ini saya tiba-tiba teringat kotbah Pak Herry kemarin. Ada satu bagian yang tiba-tiba terbuka dengan sendirinya pagi ini, padahal kemarin saya tidak memikirkan apapun tentangnya.

Sekian tahun lalu saat saya mengikuti kegiatan pemuridan di gereja saya, saya mendapatkan suatu bahan yang menyebutkan bahwa penyembahan sejati adalah penyembahan dalam Roh dan kebenaran.

Di Alkitab tertulis demikian:

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. (Yohanes 4:23)

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:24)

Saya pada sekian tahun lalu ketika mengikuti kegiatan pemuridan itu tidak menangkap arti tersebut dan pada saat itupun saya juga tidak memikirkan masalah itu. Hanya saja kemarin Pak Herry menyampaikan sejumlah hal:
– Kotbah yang baik bukan kotbah yang sempurna tetapi kotbah yang membiarkan Roh Kudus mengambil alih.
– Pemusik yang baik bukanlah yang ahli memainkan musik sehingga menampilkan hanya pertunjukkan menarik semata, tetapi adalah pemusik yang hidup benar di hadapan Allah.
– Pemimpin pujian (Worship Leader/WL) dan penyanyi (singer) yang baik bukanlah yang suaranya merdu semata, tetapi adalah WL dan singer yang sungguh hidup benar di hadapan Allah.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa jika semua yang bertugas memiliki hidup yang benar di hadapan Tuhan, maka dampaknya akan luar biasa. Satu orang yang hidup benar di hadapan Tuhan, itu akan memberi pengaruh yang luar biasa.

Pagi ini ketika bangun saya tiba-tiba saja langsung teringat mengenai kata-kata “penyembah yang benar dalam Roh dan kebenaran”. Artinya secara luas penyembahan yang benar adalah menyembah Tuhan dengan seluruh hidup kita yang memang sungguh-sungguh berkenan kepada Tuhan.

Arti secara sempit penyembahan dalam Roh adalah ketika kita menyembah dengan membiarkan Roh Kudus yang ambil kendali penyembahan kita, sementara penyembahan dalam kebenaran adalah ketika kita menyembah dengan kondisi hidup kita yang benar di hadapan Tuhan.

Saya merasakan benar penyembahan di gereja A itu sungguh indah. Terasa sekali dalam dua kali kebaktian pada dua minggu berturut-turut, Roh Kudus bekerja di sana dengan luar biasa. Saat penyembahan, saya pribadi merasa tidak adanya rasa canggung, malu-malu, dan memikirkan:

“Kalau saya terlalu heboh, bagaimana nanti kata jemaat lain yang hadir?”

Benar-benar semua hal itu tidak ada dan rasanya mengalir dengan nyaman sekali. Kemarin mulai dari awal, saya merasa jamahan Roh Kudus kuat sekali. Mulai dari awal, ketika penyembahan ternyata badan saya bergerak sendiri. Padahal saya sangat menyadari kalau diri saya ini bukan orang yang terlalu ekspresif dan dalam banyak kesempatan saya lebih suka menahan diri dan malu-malu hahaha.

Saya sungguh menikmati dua minggu yang telah lalu. Saya berdoa bahwa penyembahan dalam Roh dan kebenaran ini bukan hanya terjadi di gereja A saja, tetapi juga di semua gereja lainnya. Saya berdoa supaya semua pengikut Kristus bisa menyembah dalam Roh dan kebenaran.

Dengan demikian, penyembahan dalam arti sempit di gereja ini akan dapat memberikan suatu energi baru bagi kehidupan setiap penyembah. Jika setiap penyembah telah mendapatkan energi baru, maka penyembahan dalam arti luas di luar gereja akan terjadi.

Pada akhirnya akan terjadi perubahan yang drastis dalam lingkungan sekitar penyembah itu berada. Dari lingkungan sekitar akan terjadi perubahan dalam lingkungan yang lebih besar (kota) kemudian ke skala yang lebih besar lagi (negara/bangsa) sampai akhirnya ke seluruh dunia.

Saya jadi berpikir, ketika kita rindu untuk terjadinya kebangkitan (revival) bagi kota dan negeri kita, ini harus dimulai dari lahir dan bangkitnya penyembah-penyembah sejati, penyembah-penyembah yang benar, dalam Roh dan kebenaran. Dengan demikian, Amanat Agung Tuhan Yesus akan tergenapi: menjadi saksi-Nya mulai dari Yerusalem ke Yudea, sampai ke Samaria dan ke ujung muka bumi.

Doaku hari ini: Tuhan, lahirkan dan bangkitkan penyembah-penyembah-Mu yang sejati, penyembah-penyembah-Mu yang benar, yang menyembah Engkau dalam Roh dan kebenaran. Aku percaya, Tuhan, lewat penyembahan sejati dalam Roh dan kebenaran ini akan terjadi revival bagi kota kami, bagi negeri kami.

Biarlah kami semua menjadi penyembah-Mu, Tuhan. Seperti Amanat Agung-Mu, ya Yesus yang mengatakan: menjadi saksi-Mu di Yerusalem (gereja dan keluarga, lingkungan sekitar), ke Yudea (lingkungan yang sedikit lebih luas: kota), sampai ke Samaria (lingkungan dalam skala lebih besar: negeri) dan ke ujung muka Bumi (seluruh bangsa/dunia).

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: