All for Glory of Jesus Christ

Tuhan Dengar Doaku

Artikel hari ini terinspirasi dari kesaksian ayah saya. Beberapa hari lalu ayah saya bercerita kepada saya. Inilah ceritanya.

Ayah saya akan mengurus perpanjangan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Ayah saya tidak mau menggunakan calo (makelar) lagi untuk mengurus STNK tersebut, tetapi ingin mengurusnya sendiri karena mekanismenya sekarang sudah cukup jelas. Puji Tuhan!

Ketika belum berangkat, ayah saya berdoa:

”Tuhan semoga semua urusan dipermudah, diperlancar, tidak terlalu lama ngantri”.

Ketika sampai di tempat untuk memperpanjang STNK, ternyata belum buka karena ayah saya datang lebih pagi dari waktu kerja yang ada. Hanya saja ternyata sudah banyak orang yang datang lebih dahulu. Ayah saya kemudian mengambil nomor antrian dan menunggu di luar karena di dalam sudah banyak orang. Ayah saya mendapat antrian nomor 43.

Ayah saya berpikir nomor 43 berarti ia akan menunggu lama. Tetapi memang tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa menunggu saja.

Ketika berjalan waktu, tiba-tiba seseorang ada yang keluar dari dalam dan menghampiri ayah saya. Padahal ada orang di sebelah ayah saya yang lebih depan posisi duduk (menunggunya) dibandingkan dengan ayah saya. Ayah saya saat itu juga sangat tercengang dan terbengong-bengong karena orang asing itu tahu-tahu menghampiri ayah saya dan menyerahkan nomor antriannya pada ayah saya. Orang itu tidak jadi memperpanjang STNK karena memang tidak bisa diperpanjang (alasannya tidak bisa diperpanjang saya juga tidak menanyakan kepada ayah saya).

Nomor antrian orang tersebut adalah nomor 21. Orang itu mengatakan kepada ayah saya untuk mengambil nomornya dan menyuruh ayah saya mengembalikan nomor antrian ayah saya (nomor 43 itu) ke tempat semula.

Ayah saya sangat tercengang tetapi menuruti petunjuk orang asing itu. Dengan demikian, ayah saya bisa menunggu jauh lebih sebentar dibandingkan seharusnya. Puji Tuhan!

Ayah saya kemudian kurang lebih mengatakan begini kepada saya:

“Sebenarnya kalau dipikir-pikir aneh juga orang itu kog bisa-bisanya mendekati terus memberikan nomor antriannya ke saya. Soalnya di dalam itu banyak sekali orang. Mengapa tidak berikan kepada salah satu dari orang yang di dalam?

Lagipula di sebelah saya itu ada orang lain dan saya lagi bengong karena orang itu tahu-tahu kog memberikan nomor antriannya ke saya? Lebih aneh lagi, saat bengong begitu, orang di sebelah saya juga tidak menyerobot untuk meminta nomor antrian itu lagi.

Saya jadi tambah yakin dengan Tuhan Yesus. Kalau kita sungguh-sungguh percaya, pasti Tuhan akan bantu.

Wow! Saya ketika mendengar hal itu sangat bersuka cita. Tuhan bekerja dalam hal-hal kecil setiap harinya, tetapi memang ia tidak pernah mengecewakan orang yang sungguh-sungguh berharap kepada-Nya. Tuhan memang mendengar doa setiap orang yang sungguh-sungguh menaruh harapannya kepada Tuhan.

Doaku hari ini: Tuhan, terima kasih untuk kesaksian indah dari ayahku. Hal itu membuktikan bahwa Tuhan tidak pandang bulu dalam menolong anak-anak-Mu. Itu membuktikan lebih lagi bahwa Tuhan sungguh mendengar doa setiap anak-Mu.

Tuhan, bekerjalah lebih lagi dalam kehidupan ayahku, keluargaku, teman-temanku, dan semua orang yang membaca artikel ini. Aku percaya bahwa setiap orang yang sungguh menyerahkan dirinya dan kepercayaannya kepada Engkau, ya Yesus, tidak pernah dikecewakan. Karena Engkau adalah Yang Setia dan Yang Adil, Engkau tidak dapat mengingkari janji-Mu. Segala pujian, hormat, kemuliaan, dan sembah hanya bagi-Mu, Yesus, sampai selama-lamanya.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: